Facebook

Tips Sukses Membangun Bisnis dari Awardeee ISDP dan CEO HAUS!

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSM) yang merupakan strategic partner dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki program beasiswa inkubator bisnis dengan nama Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP). Program ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan UMKM di Indonesia. 

Pada Rabu 20 April telah terselenggara launching ISDP 2022 guna terus menebarkan kebermanfaatan. Tahun ini akan dipilih calon wirausaha potensial dari 50 universitas swasta dan negeri di Indonesia.

Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU menyampaikan, sesuai dengan visi ISDP 2022, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat bersama dengan bank Syariah Indonesia berupaya untuk membentuk serta mendukung berkembangnya wirausaha sosial yang berwawasan Islam di Indonesia. 

“Kami berharap agar para awardee dan alumni ISDP dapat mensukseskan visi global dalam mendukung Sustainable Development Goals atau pembangunan yang berkelanjutan”, ujar Sukoriyanto.

Dalam acara ini turut diundang tiga orang awardee yang telah lulus dari berbagai pembinaan yang dilakukan oleh Laznas BSMU sehingga usahanya menjadi semakin berkembang dan memberi dampak sosial kepada lingkungannya, yaitu Koes Hendra (CEO Sugeng Jaya Farm & ISDP Awardee 2018), Muh.Taufik (CEO Chichips Snack & ISDP Awardee 2019), Supriyanto (CEO PTL Coffee & ISDP Awardee 2020).

Hal yang kompak dinyatakan oleh ketiga Awardee ISDP adalah banyaknya kendala dalam menjalankan usaha tetapi alhamdulillah dengan adanya pembinaan dan penyertaan modal dalam program ISDP membuat masalah tersebut dapat diatasi.

Contohnya permasalahan yang dialami oleh  Taufik dahulu dirinya tidak mengetahui mengenai SOP dan manajemen produk berkat ISDP menjadi tahu bagaimana seharus SOP itu berjalan.

Supriyanto mengatakan kendalanya ketika saat turun hujan dan itu mempengaruhi proses produksinya. Dengan permodalan dari ISDP bisa membuat atap bening sehingga tidak lagi panik ketika hujan turun.

Kendala yang selanjutnya dari Koes adalah penipuan yang sering dialami saat menjalankan usaha. Kini dengan ilmu saat pembinaan dirinya mengetahui bagaimana cara untuk menghindari penipuan.

Walaupun sudah lulus mereka masih memiliki mimpi besar untuk mengembangkan usaha nya. Dalam sesi berikutnya dihadirkan seorang wirausaha muda yang telah sukses terlebih dahulu yaitu Ghufron Syarif (CEO HAUS) untuk memberikan sharing dan tips suksesnya.

Jika ingin mencapai target kesuksesan dalam market untuk usaha food and beverage ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Tentukan harga dan nilai yang tepat. Kesalahan dalam memberikan nilai akan mempengaruhi daya tahan sebuah usaha.
  2. Research market terlebih dahulu, harus mengenal betul siapa segmen pasar yang sesungguhnya.
  3. Mempelajari siapa kompetitor yang sebenarnya dan mencari inovasi baru yang belum dimiliki pesaing agar usaha dapat dikenal oleh market.

 

Ada 5 formula yang diterapkan oleh HAUS untuk menjadi brand leader Indonesia dalam kategori food and beverage, diantaranya:

  1. HAUS tidak hanya menjual produk minuman saja tetapi jual menjual produk pendukung untuk menjual minuman itu.
  2. Membuat apps sendiri sehingga tidak tergantung 100% terhadap pihak ketiga
  3. HAUS ingin menjadi sekelas Starbuck dalam kelas mid low, jadi ketika jika orang kelas atas bangga membawa minuman tersebut kami ingin masyarakat mid low bangga bawa-bawa HAUS.
  4. Hadir di beberapa kota, jika kita hanya konsentrasi di tier satu (kota-kota besar) maka GDP nya hanya 25%, maka kita juga harus jadi juara di kota-kota tier dua dan tier tiga.
  5. Harus kuat di penjual online dan juga offline tidak bisa hanya salah satunya.
   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari