Facebook

Simak Nih, 10 Kutipan RA Kartini tentang Pendidikan yang Bisa Jadi Inspirasi

Raden Adjeng Kartini merupakan seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai salah satu pelopor kebangkitan perempuan Pribumi-Nusantara.

 

Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang merupakan bupati Jepara.

 

Karena kegemarannya membaca, Kartini bisa mendapatkan pola pikir dari buku-buku, koran dan majalah Eropa yang dia baca. Salah satu surat kabar yang menjadi langganannya pada waktu itu adalah  De Locomotief. 

 

Perjuangan Kartini dimulai ketika ia menulis surat-surat kepada sahabatnya mengenai kegelisahannya di bidang pendidikan dan posisi perempuan.

 

Sejumlah surat di antaranya mengungkapkan bagaimana Kartini ingin memperluas pengetahuannya tentang berbagai pemikiran.

 

Tidak hanya membaca, Kartini juga concern terhadap bidang pendidikan.

 

Hal ini dibuktikan dengan pendirian sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

 

Nah berikut adalah kutipan-kutipan Kartini di bidang pendidikan:

 

  1. Habis gelap terbitlah terang.
  2. Perempuan adalah pembawa peradaban.
  3. Perempuan yang pikirannya telah dicerdaskan, pemandangannya telah diperluas, tak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya
  4. Seorang guru bukan hanya sebagai pengasah pikiran saja, melainkan juga sebagai pendidik budi pekerti
  5. Tetapi apalah artinya pandai dalam ilmu yang hendak diajarkan itu, apabila ia tidak dapat menerangkan secara jelas kepada murid-murid
  6. Kami di sini memohon diusahakannya pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama
  7. Untuk sementara didiklah, berilah pelajaran kepada anak-anak perempuan kaum bangsawan: dari sinilah peradaban bangsa harus dimulai. Jadikanlah mereka ibu-ibu yang cakap, cerdas dan baik. Maka mereka akan menyebarluaskan peradaban di antaranya bangsanya.
  8. Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan didik baik-baik. Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri, berharaplah kami dengan harapan yang sangat supaya disediakan pelajaran dan pendidikan. Karena inilah yang akan membawa bahagia baginya.
  9. Bila golongan atas sudah berpendidikan, maka pendidikan seluruh bangsa hanya soal waktu saja.
  10. Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.

 

Kalian juga bisa berpartisipasi untuk meiningkatkan pendidikan dengan melakukan donasi melalui Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) di https://www.bsmu.or.id/dashboard/orang-tua-asuh/

 

 

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari