Facebook

6 Tips Mengelola Uang THR Agar Optimal, Kuncinya Zakat dan Sedekah

Bagi sebagian besar tenaga kerja di Indonesia, bulan puasa identic dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Mulai dari pegawai swasta hingga pegawai negeri sipil, baik karyawan kontrak maupun tetap, semua pasti menantikan tanggal pencairan THR.

 

Aturan mengenai THR tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tanggal 6 April 2022 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa untuk perusahaan wajib memberikan THR secara penuh kepada pekerja, tanpa dicicil.

 

Agar tidak boros dan bonus THR tidak lenyap begitu saja, kamu perlu melakukan pencatatan dan pemisahan dana. Apa saja yang perlu dilakukan? Berikut beberapa tips untuk mengoptimalkan dana THR:

 

1.     Pisahkan gaji dan THR

 

Begitu mendapat uang tunjangan hari raya, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memisahkannya dengan gaji. Sesuai dengan namanya, gunakanlah THR untuk semua keperluan selama bulan Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri selesai. Selain itu, gunakanlah gaji untuk kebutuhan harian seperti biasanya dan THR untuk kebutuhan lebaran sepenuhnya.

 

2. Catat dan pisahkan kebutuhan Ramadhan

 

Pengeluaran selama bulan Ramadhan memang tak sedikit. Umumnya, keluarga Indonesia menghabiskan uang untuk membeli kue lebaran, baju baru khusus lebaran, pembelian tiket mudik, hingga memberikan THR untuk saudara-saudara lain.

 

Di tahap ini, kamu harus menyadari kemampuan finansial pribadi. Hindari memberikan THR pada orang lain dengan jumlah yang berlebihan atau membeli kue dan baju lebaran terlalu banyak. Lima puluh persen dari uang THR harus dibagi lagi menjadi bagian-bagian kecil agar semua kebutuhan pada bulan yang suci ini terpenuhi.

 

3. Jangan lupa zakat dan sedekah

 

Ya, umat muslim selama bulan Ramadhan diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Besaran zakat fitrah adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.

 

Kamu bisa juga menyisihkan uang untuk membayar zakat dan sedekah. Karena zakat bersifat wajib, jangan sampai lupa dibayar, ya! Jika THR masih tersisa, barulah kamu membagikan uang sebagai THR atau orang-orang yang terdekat atau membutuhkan.

 

4. Sisihkan untuk tabungan atau investasi

 

Bonus THR jadi kesempatan besar untuk kamu menambah tabungan dan investasi. Sebanyak 20 persen dari THR perlu kamu sisihkan ke dalam growth asset seperti reksa dana, safe haven asset seperti emas, atau masuk ke tabungan hari tua.

 

5. Masukkan ke dalam tabungan dana darurat

 

Dana darurat tidak boleh terlewat. Dilansir OJK, individu single setidaknya memiliki dana darurat sejumlah 6 kali pengeluaran, dan 12 kali bagi mereka yang sudah berkeluarga. Dana darurat sangat penting untuk mengamankan diri dari hal-hal tidak terduga seperti sakit, kehilangan pekerjaan atau keperluan mendesak lainnya. Ingat, bahwa dana darurat bisa menghindarkan kamu dari utang.

 

6. Prioritaskan bayar utang dan cicilan

 

Bebas dari cicilan dan utang merupakan satu bagian kecil dari kebebasan finansial. Agar kamu segera meraih financial freedom ini, manfaatkanlah sisa uang THR untuk membayar utang dan cicilan. Jika bonus THR tak bersisa, gunakan gaji sesuai dengan prioritas yang telah kamu susun sebelumnya.

Dibalik THR yang didapat, jangan lupa ada hak orang yang lebih membutuhkan. Yuk bantu mereka dengan berzakat melalui rekening Bank Syariah Indonesia 70 2620 2595 a.n. Yayasan BSMU ZKT2. Pembayaran zakat juga bisa dilakukan melalui BSI Mobile di menu berbagi dan QRIS melalui e-wallet.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari