Facebook

Delapan Adab Berbuka Puasa Sesuai Anjuran Nabi Muhammad SAW

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Setiap amal ibadah yang dilakukan berlipat ganda nilai pahalanya. Berbuka puasa adalah hal yang wajib dilakukan. Rasulullah melarang umat islam tidak berbuka saat  berpuasa. Banyak manfaat yang didapatkan dalam berbuka dan manfaat tersebut menjadi bernilai ganda jika menerapkan adab-adab dalam berbuka.

Pertama, Bersegeralah berbuka puasa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَيَزَالُ الدِّيْنُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ، لِأَنَّ الْيَهُوْدَ وَ النَّصَارَى يُؤَخِرُوْنَ

“Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka, karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya.” [Hadits Riwayat Abu Dawud 2/305, Ibnu Hibban 223, sanadnya Hasan]

Dengan demikian ketika waktu berbuka tiba, umat islam dilarang untuk menunda nunda berbuka karena hal ini lebih mendekati kebaikan. Walaupun kondisi badan yang masih kuat bukan alasan untuk mengakhirkannya.

 

Kedua, Berdo’a sebelum memulai berbuka

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

Maka jangan lewatkan kesempatan ini untuk berdoa. Alangkah lebih baiknya daripada melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat, sempatkan waktu untuk berdoa. Selain doa berbuka puasa dapat berdoa apapun untuk segala hajat.

 

Ketiga, Membaca ‘Basmalah’ ketika mulai berbuka

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillahi awwalahu wa akhirahu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)

Terkadang ketika bersegera berbuka menyebabkan kita lupa untuk membaca basmalah, namun hal itu bukan menjadi halangan untuk segera membacanya ketika ingat. Banyak keberkahan yang akan timbul dengan memulai sesuatu dengan bismillah.

Keempat, Mengutamakan hidangan Sunnah ketika berbuka

Dianjurkan untuk mengawali berbuka dengan beberapa biji kurma basah (ruthab), jika tidak ada boleh berbuka dengan biji kurma kering (tamr), dan jika tidak ada maka berbuka dengan minum air putih.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamar (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.” [HR Abu Dawud (no. 2356), Ad-Daruquthni (no. 240) dan Al-Hakim (I/432 no. 1576). Dihasilkan oleh Imam Al-Albani dalam Irwaul Ghalil fi Takhrij Ahadith Manaaris Sabiil IV/45 no. 922]

Membuka dengan yang manis memiliki manfaat untuk mengembalikan tenaga dengan cepat, sehingga tubuh memiliki kekuatan untuk kembali melakukan ibadah.

 

Kelima, Tidak berlebih-lebihan dalam berbuka

Saat berbuka puasa, kita biasanya dihidangkan berbagai jenis makanan dari mulai yang ringan hingga makanan berat. Terkadang saking bernafsunya, kita ingin melahap semua yang ada di depan mata. Salah satu anjuran ketika berbuka adalah tidak berlebih-lebihan. Tak hanya sunnah nabi, hal tersebut juga tidak baik untuk tubuhmu.

Menghidangkan makanan yang terlalu banyak sehingga sampai jatuh pada sikap tabdzir dan israf, juga tidak dianjurkan dalam berbuka. Allah SWT tidak suka kepada orang-orang yang bersikap tabdzir, sebagaimana firman Allah di dalam Alquran surah Al-An’am: 141 yang artinya. “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

 

Keenam, Membaca do’a selesai berbuka

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ».

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya : Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’.” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan)

Adapun doa berbuka yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin yaitu,

 اللَّهُـمّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma Laka Sumtu Wa Ala Rizqika Aftartu (Ya Allah untukmulah aku berpuasa dan atas rezekimu aku berbuka)

Menurut ustadz Abdul Somad kedua-duanya boleh dipakai merujuk pada pendapat Syaikh Ibnu Utsaimin ulama Saudi Arabia mengatakan, walaupun status haditsnya dhoif tetapi masih bisa dipakai sebagai fadhail a’mal (gemar beramal). Hadits dapat dipakai untuk fadhail amal jika mencukupi 5 syarat, yaitu (1) bukan masalah tauhid (2) bukan masalah halal haram, (3) tidak terkait periwayat kadzab (pendusta) (4) Masih bernaung ke dalam hadits shahih 5 untuk fadhail a’mal.

 Ketujuh, Memberi hidangan berbuka untuk orang yang puasa

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

 

Kedelapan, Bersyukur ketika diberi hidangan berbuka, serta berterima kasih dengan mendoakannya

Do’a yang bisa diucapkan untuk mereka adalah do’a yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini :

اللَّهُمَّ بَارِك لَهُم فِيمَا رَزَقْـــتَهُم وَاغْفِرْ لَهُم وَارحَمْهُم

Allahumma baarik lahum fii maa razaqtahum, waghfir lahum, warhamhum

“Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau anugerahkan kepada mereka, ampuni mereka dan berikanlah rahmat kepada mereka.” [HR. Muslim dalam Shahihnya 2042 dari Abdullah bin Busrin]

 

Pada tahun ini, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) sebagai lembaga Zakat terpercaya tahun ini  mengadakan berbagai kegiatan pada bulan Ramadhan 1443 H dengan tema “Inspirasi Kebaikan”. Program campaign dan penyaluran yang dilaksanakan yaitu: Sembako untuk dhuafa, Paket berbuka dan sahur, zakat fitrah dan fidyah. Donasi dapat disalurkan melalui www.bsmu.or.id/ramadhan

 

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari