Facebook

3 Hal yang Harus dilakukan di Bisnis Syariah Agar Penuh Berkah

Manusia tidak dapat lepas daripada manusia yang lainnya, karena dengan berbagai macam kebutuhan satu sama lain akan saling membutuhkan. Karena hal itu juga setiap harinya secara sadar ataupun tidak, kita selalu melakukan praktik bisnis.

 

Melakukan jual beli yang kita laksanakan sehari-hari merupakan salah satu contoh dari praktik bisnis. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi kita, melakukan bisnis bukan hanya sarana untuk mendapatkan keuntungan, tapi juga sarana untuk mencapai keberkahan.

 

Dalam sejarah Islam, kita tahu bahwa nabi kita Nabi Muhammad adalah seorang entrepreneur sukses yang menjadi teladan bagi umatnya, khususnya bagi para pelaku bisnis. Rasulullah memberikan contoh kepada kita, bagaimana menjadi seorang pebisnis yang amanah, disukai oleh pelanggan, dipercaya oleh investor, bahkan sudah mencapai kesuksesan di usia muda.

 

Ada 3 hal yang harus dilakukan bagi seorang pebisnis muslim, agar menjadi seorang pebisnis yang sesuai dengan bisnis syariah dan penuh dengan keberkahan.

Pertama, niatkan. Hal yang pertama dilakukan seorang pebisnis muslim yaitu meluruskan niat dalam berbisnis. Niatkan memulai dan menjalankan bisnis untuk mencari keridhaan dan keberkahan dari Allah, dan niatkan juga bahwa bisnis bukan hanya untuk mencari keuntungan tapi juga memberikan manfaat. Business is not how to get profit, but how to give benefit. Sehingga melahirkan perspektif bahwa bisnis itu bukan hal yang keji, tapi hal yang terpuji.

 

Allah SWT berfirman :

 وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Artinya : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya..”  (QS. Al-Maidah : 2)

 

Pada dalil tersebut, Allah telah menyuruh umatnya untuk saling tolong-menolong dan berbuat kebaikan dan takwa, dan melarang untuk saling tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Sebagai pebisnis muslim, kita niatkan lagi bahwa usaha atau bisnis adalah kegiatan tolong-menolong untuk membantu orang lain. Bukan hanya konteks bisnis yang harus bertujuan untuk membantu antar sesama, bahkan ketika mendapatkan keuntungan, kita selalu ingat untuk bisa saling berbagi.

 

Bahkan kita lihat pada zaman digital ini, muncul istilah “SociopreneurSociopreneur sendiri berasal dari kata social dan entrepreneur, yang artinya seorang pebisnis yang menjalankan kegiatan wirausaha dengan fokus menciptakan dampak sosial bagi masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa model bisnis yang berkembang saat ini ialah dengan menciptakan sebuah solusi dari permasalahan yang ada. Ini sesuai dengan konsep pertama yaitu meluruskan niat bahwa bisnis hanya wasilah, tujuannya lillah, dan bisnis bukan hanya tentang mendapat profit, tapi juga bagaimana memberikan benefit.

 

Kemudian yang kedua, hal yang harus dilakukan bagi seorang pebisnis muslim adalah meninggalkan transaksi yang dilarang. Pada dasarnya, seorang pebisnis yang sesuai dengan bisnis syariah, harus sudah benar-benar menjauhi dan meninggalkan berbagai macam transaksi yang dilarang. Contohnya mendapatkan akses modal bukan berasal dari transaksi yang mengandung unsur riba. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 275 yang melarang transaksi riba :

 

وَاَحَلَّ اللّٰهُ الۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا

Artinya : “Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”  (QS. Al-Baqoroh:275)

 

Di dalam syariat Islam, transaksi terlarang terdiri dari haram zat, haram transaksi, dan tidak sah akadnya. Yang dimaksud haram zat adalah haram dari sisi obyek transaksinya, misalnya daging babi, khamr (alkohol), bangkai, darah, dan lainnya. Kemudian yang termasuk haram transaksi adalah transaksi yang didalamnya mengandung unsur penipuan (tadlis), riba, gharar, maysir, suap, rekayasa supply, rekayasa demand, jual beli ina, jual beli piutang, dan juga predator pricing.  Lalu contoh tidak sah akadnya ialah menjual burung yang masih terbang di langit atau menjual barang yang tidak dapat diambil karena barang berada di zona yang sedang diisolasi karena wabah penyakit, hal itu tidak sah karena barang yang diperjualbelikan tidak dapat diserahkan kepada pembeli.

 

Sebagai pebisnis muslim, kita perlu terus mengupgrade diri, dengan terus belajar, bukan hanya mengenai ilmu dan strategi bisnis, tapi juga belajar mengenai hukum bisnis dengan berlandaskan ekonomi syariah. Sehingga kita tidak akan melakukan praktik bisnis yang diharamkan dan akan terhindar dari transaksi yang dilarang.

 

Ketiga, hal yang harus dilakukan bagi seorang pebisnis muslim adalah tawakal. Totalitas bergantung kepada Allah. Perlu disadari bersama, bahwa karena dalam berbisnis, ketidakpastian dan resiko sudah menjadi sesuatu yang harus dihadapi bagi pebisnis. Namun, perlu selalu ingat, bahwa kita tidak perlu khawatir terhadap hasil karena Allah sudah memberikan rezeki untuk hambaNya. Sebagaimana firman Allah dalam Al – Qur’an :

 

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

               Artinya : “Dan tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa) di muka bumi melainkan semuanya telah dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediaman dan tempat penyimpanannya. Semua itu (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. – (Q.S Hud: 6)

 

Kita memang harus terus berikhtiyar, menggunakan berbagai macam strategi yang tepat, baik, dan halal untuk mencapai target dalam bisnis. Tapi harus selalu kita yakin dan percaya, apapun hasilnya nanti, itulah yang terbaik untuk kita. Tanamkanlah dalam mindset sebagai pebisnis muslim, bukan sebanyak apa yang Allah berikan, tapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain.

 

Wallahu’alam bi showab, akhirul kalam.

 

Kontributor: Irfan Ilmi, S.E

 

 

 

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari