Facebook

5 Manfaat Azan Ternyata tak Hanya untuk Panggilan Shalat

Bagi warga negara Indonesia, yang notabene memiliki penduduk mayoritas islam, azan sudah tidak asing terdengar oleh telinga. Azan dibaca berulang sebanyak lima kali dalam sehari sebagai penanda datangnya waktu shalat yang 5 waktu.

Kaum muslimin sepakat bahwa azan adalah sesuatu yang masyru‘ atau disyari’atkan. Kumandang adzan sudah berlaku sejak masa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini. Lebih tepatnya azan disyariatkan di Madinah pada tahun pertama Hijriyah.

Sejarahnya berawal dari keinginan para sahabat untuk ada sebuah penanda datangnya waktu shalat. Semua usulan para sahabat Nabi ditolak karena menyerupai ibadah umat yang lain. Hingga datangnya seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Zaid menghadap Nabi Muhammad. Ia menceritakan bahwa dirinya baru saja bermimpi melihat seruan adzan pada malam sebelumnya.

Dalam mimpi tersebut, Abdullah bin Zaid didatangi seorang berjubah hijau yang sedang membawa lonceng.  Semula Abdullah bin Zaid berniat membeli lonceng yang dibawa orang berjubah hijau tersebut untuk memanggil orang-orang kepada shalat. Namun orang tersebut menyarankan kepada Abdullah bin Zaid untuk mengucapkan serangkaian kalimat, sebagai penanda waktu shalat telah datang. Serangkaian kalimat adzan yang dimaksud adalah: Allahu Akbar Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaha illallah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, Hayya ‘alash sholah hayya ‘alash sholah, Hayya ‘alal falah hayya ‘alal falah, Allahu Akbar Allahu Akbar, dan La ilaha illallah.

Nabi Muhammad kemudian meminta Abdullah untuk mengajari Bilal bin Rabah bagaimana cara melafalkan kalimat-kalimat tersebut. Pada saat Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan, Umar bin Khattab yang tengah berada di rumahnya mendengar. Ia segera menghadap Nabi Muhammad dan menceritakan bahwa dirinya juga bermimpi tentang hal yang sama dengan Abdullah bin Zaid. Yakni adzan sebagai tanda masuknya waktu shalat.  Dalam Riwayat berbeda, Nabi Muhammad juga disebutkan telah mendapatkan wahyu tentang adzan. Oleh karena itu, beliau membenarkan apa yang disampaikan oleh Abdullah bin Zaid tersebut. (sumber islam.nu)

Pengertian Azan Beserta Hukumnya dalam Islam

Dalam bahasa Arab, azan (أَذَان) artinya pemberitahuan. Secara istilah, azan adalah rangkaian zikir atau lafal tertentu yang disyariatkan untuk mengabarkan masuknya waktu salat wajib lima waktu. Sementara itu, iqamat artinya pengerjaan. Hukum azan adalah sunnah atau dianjurkan pengerjaannya. Ulama yang lain menyatakan bahwa hukum azan fardu kifayah.

Fardu kifayah sendiri adalah kewajiban yang dibebankan pada kelompok. Apabila salah seorang dalam kelompok sudah melakukan azan, kewajiban kelompoknya menjadi gugur. Akan tetapi, jika dalam kelompok tersebut tidak ada yang menyerukan azan, seluruh kelompok menjadi berdosa.

Manfaat Adzan Yang Luar Biasa

Syariat adzan memiliki berbagai manfaat yang banyak tidak disadari oleh umat islam, diantaranya:

Pertama, Bisa Mengusir Setan

Apabila azan dikumandangkan, maka setan akan pergi. Sebagaimana Abu Hurairah menceritakan tentang hal ini bahwa Rasulullah bersabda, yang artinya:

“Apabila diserukan Adzan untuk sholat, syaitan pergi berlalu dalam keadaan ia kentut hingga tidak mendengar Adzan. Bila muadzin selesai mengumandangkan adzan, ia datang hingga ketika diserukan iqamah ia berlalu lagi.” (H. R. Bukhori, Muslim).

Kedua, Memiliki Pahala yang Besar

Selain dapat mengusir setan, seseorang yang mengumandangkan azan juga akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga, Diampuni Dosa-dosanya

Menjadi seorang muadzin/yang melakukan azan memiliki keistimewaan sangat besar yaitu dosanya akan diampuni oleh Allah SWT. Sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu hadits berikut ini, Rasulullah bersabda:

“Tuhanmu takjub kepada seorang penggembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan azan untuk shalat lalu dia shalat. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan azan dan iqamah untuk shalat, dia takut kepada-Ku. Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya ke dalam surga,” (HR Abu Dawud dan An Nasa’i).

Keempat, Jembatan Masuk Surga

Selain diampuni dosanya, seseorang yang mengumandangkan azan juga akan mendapatkan jaminan surga. Sebagaimana hadits Rasulullah:

“Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu Bilal berdiri mengumandangkan azan. Ketika selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya dia masuk surga” (HR An Nasa’i).

Kelima, Dibanggakan oleh Allah SWT di Hadapan Malaikat

Allah akan membanggakan hambanya yang mengumandangkan azan di hadapan para malaikat. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An Nasa’i berikut ini:

“Tuhanmu takjub kepada seorang pengembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan adzan untuk sholat, lalu dia solat. Maka Allah SWT berfirman: “lihatlah hambaku ini, dia mengumandangkan adzan dan iqomat untuk sholat, dia takut padaku, aku telah mengampuni hambaku dan memasukkannya kedalam surga.” (H. R. Abu Dawud dan An Nasa’i).

Pada tahun ini, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) mempunyai campaign berbagi kebaikan dengan Rp5 ribu rupiah. Dengan campaign ini, masyarakat bisa melakukan donasi minimal Rp5 ribu bisa digunakan untuk membantu masyarakat di berbagai program pemberdayaan umat melalui https://www.bsmu.or.id/gohappy/

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari