Facebook

Dapat Bonus? Begini Cara Membayar Zakat Penghasilan 2,5 Persen Beserta Ketentuannya

Zakat penghasilan/zakat profesi/ zakat pendapatan merupakan salah satu zakat mal yang wajib ditunaikan manakala sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.  Syarat untuk menunaikan zakat profesi yaitu, islam, merdeka, berakal sehat, baligh, mencapai nisab dan haul.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Nisab dari zakat penghasilan berdasarkan ketetapan MUI dalam fatwa no. 7 tahun 2003 yang disebutkan, “Semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram.”              

Jadi, apabila dalam satu tahun penghasilan telah mencapai nisab, maka wajib membayar zakat profesi. Namun apabila belum mencapai satu tahun, harta sudah mencapai nisab, zakat profesi dapat dilakukan. Jika kamu keberatan membayar zakat dengan hitungan per tahun, kamu juga bisa membayarnya setiap bulan sekali.

Menurut fatwa MUI, haul zakat penghasilan dihitung dalam waktu satu tahun. Total dari pendapatan selama setahun, apabila mencapai harga emas seberat 85 gram maka wajib berzakat.

Jika kita hitung berdasarakan harga emas antam per 11 Maret 2022 dimana 1 gram emas dihargai sebesar Rp1,010,000 maka, minimum gaji atau pendapatan perbulan sebagai syarat wajib zakat penghasilan adalah sebesar Rp7,15 juta atau Rp85,8 juta setahun. Dari total pendapatan dikali 2,5% merupakan jumlah zakat penghasilan yang wajib dibayar bisa per bulan atau per tahun.

Namun, di sisi lain, Ulama Yusuf Qardhawi tidak mensyaratkan harus satu tahun untuk mengeluarkan zakat profesi. Namun, zakat dapat dikeluarkan langsung apabila telah memperoleh gaji.

Dari pendapat para ilmuwan dan ulama diantaranya Dr. Yusuf Al-Qaradawi; Dr. Zain Annajah; dan Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin, M.Sc kita dapat menarik kesimpulan bahwa ada hak orang lain dalam harta yang kita peroleh, dari pekerjaan atau profesi. Apabila harta yang diperoleh telah mencapai nisab yang ditentukan, maka kita wajib menunaikan zakat penghasilan. Zakat yang dibayar disesuaikan dengan nominal pendapatan profesi yang kita miliki masing-masing.

Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk membayar zakat penghasilan. Kamu juga bisa membayar zakat penghasilanmu melalui https://www.bsmu.or.id/dashboard/zakat-penghasilan-emas-perak-dll/

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari