Facebook

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Rajab dalam Islam

Rajab merupakan bulan yang diagungkan oleh Allah dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Kita sebagai umatnya sudah seharusnya mengikuti rasul untuk mengagungkan bulan rajab dengan berbagai amalan kebaikan.

Kata Rajab memiliki makna agung dan terhormat. Bulan Rajab sudah diagungkan sejak sebelum kedatangan islam, sehingga kebiasaan masyarakat arab pada waktu dulu menghentikan dan melarang peperangan selama bulan Rajab.

Allah mengagungkan bulan Rajab sebagaimana dalam surah At Taubah ayat 36, yaitu:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (TQS. At-taubah : 36)

Selain itu penjelasan bulan haram juga terdapat dalam surah al Maidah ayat 2, yaitu :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian melanggar syiar-syiar Allah dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan Haram.” (QS Al-Maidah: 2).

Rasulullah menjelaskan dalam haditsnya mengenai bulan haram,

“Sesungguhnya zaman ini telah berjalan (berputar), sebagaimana perjalanan awalnya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Dzulkaidah, Dzulhijah, dan Muharam. Kemudian Rajab yang berada di antara Jumadil (Akhir) dan Syaban.” (HR Bukhari dan Muslim).

Selain predikat bulan yang agung dari Allah subhanahu wata’ala terhadap bulan rajab terdapat pula peristiwa yang sangat penting dalam sejarah kenabian nabi besar Muhammad SAW. Peristiwa tersebut adalah peristiwa isra’ mi’raj yaitu memperjalankan nabi dari Mekkah ke Baitul Maqdis dan naik ke sidratul Muntaha.

Sebuah pengalaman spiritual yang sangat fenomenal yang hanya dirasakan oleh Nabi Muhammad SAW. Merasakan keagungan dan kebesaran Allah dari dekat bahkan malaikat Jibril sekalipun tidak bisa merasakannya. Seorang pencinta akan merasakan bertambah cintanya setelah bertemu dengan kesempurnaan sang pencipta.

Bagi orang yang masih ada keraguan dalam dirinya tentang peristiwa ini akan sulit mempercayainya. Namun bagi umat islam seharusnya menjadi penambahan kecintaan kepada Allah dan Rasul. Perintah shalat yang langsung diberikan kepada nabi Muhammad menjadi bukti keagungan peristiwa tersebut. Hingga saat ini masih banyak kajian mengenai kemukjizatan shalat.

Sebagai umat islam ada dua hal yang bisa dilakukan dalam mengisi bulan Rajab yang agung yaitu dengan tidak melakukan perbuatan yang akan dibenci Allah dan memperbanyak amalan sholeh. Bahkan banyak dari ulama yang ingin mengagungkan peristiwa isra’mi’raj dengan lebih memperbanyak ibadah pada tanggal tersebut.

Sejak awal bulan ini hingga akhir, allah memberikan tiga pemberian kepada manusia, yaitu rahmat tanpa azab, kedermawanan tanpa kebatilan dan kebaikan (kesuburan) tanapa kekeringan (Al-Qahtani, 2004).

Bulan Rajab juga merupakan bulan latihan untuk dapat maksimal menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Shalat, puasa, tilawah al quran adalah amalan pribadi yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, tetapi efeknya hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri sedangkan dalam islam kita harus beramal untuk diri dan orang lain. Sedekah adalah amalan yang bermanfaat untuk diri secara pribadi sekaligus merupakan kearifan secara sosial.

Orang yang gemar bersedekah akan memiliki banyak keistimewaan. Bahkan keberadaannya bisa sangat penting untuk mensupport program program dakwah. Kesempatan yang telah Allah berikan kepada sebagian orang yang memiliki kelebihan rezeki jangan sampai terlewatkan seharipun.

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) mengajak di bulan Rajab ini untuk berlomba-lomba membantu orang dengan bersedekah. Dengan membiasakan diri bersedekah di bulan Rajab Insya Allah dapat mengikis sifat bakhil pada bulan Ramadhan. Melalui program “Goceng Bikin Happy”, walaupun hanya dengan uang lima ribu rupiah namun tetap bisa membahagiakan orang lain bila dilakukan dengan berjamaah.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari