Facebook

Peran Zakat Dalam Mengatasi Masalah Pangan Nasional

Makanan menjadi perhatian yang sangat penting untuk meningkatkan Kesehatan pada masyarakat. Peranan asupan makanan yang masuk kedalam tubuh menjadi sebuah hal yang sangat penting apalagi di tengah kondisi virus omicron yang sedang naik.

Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyebut kondisi ketahanan pangan dan gizi di Asia dan Pasifik semakin memburuk akibat pandemi COVID-19.

Sepanjang 2020, lebih dari 375 juta orang di kawasan ini menghadapi kelaparan atau meningkat sebanyak 54 juta dari tahun sebelumnya.

Menurut Tinjauan Regional Asia dan Pasifik Tahun 2021 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, di kawasan ini saja, lebih dari satu miliar orang tidak memiliki akses ke pangan yang cukup pada tahun 2020 meningkat hampir 150 juta orang hanya dalam satu tahun.

Tingginya biaya makanan sehat dan tingkat kemiskinan serta ketimpangan pendapatan yang terus-menerus tinggi, membuat makanan sehat tidak terjangkau oleh 1,8 miliar orang di kawasan Asia dan Pasifik. Selain kasus kelaparan yang meningkat, akses memperoleh makanan bergizi juga kian terbatas.

Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) tahun 2021 telah mengkorelasikan pemanasan global – khususnya peristiwa cuaca yang lebih sering dan intens seperti badai, banjir, dan kekeringan – dengan meningkatnya kerawanan pangan.

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) memahami peranan gizi yang baik untuk masyarakat yang sehat. Oleh karena itu setiap terjadi bencana tidak hanya sekedar makanan yang mengenyangkan tubuh saja yang diberikan tetapi juga makanan yang sehat dan bergizi terutama untuk anak-anak yang paling terdampak ketika terjadi bencana.

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat YBSMU memiliki beberapa program ketahanan pangan diantaranya, bantuan sembako kepada warga yang terdampak Covid, memberikan makanan siap santap dalam program warteg mobile, memberikan bantuan beras untuk santri dan menyedia ATM beras untuk warga yang tidak mampu di beberapa titik masjid di Indonesia.

Sebagai keberlanjutan program Covid-19 YBSMU selain memberikan bantuan sembako juga memberikan pelatihan ekonomi bagi warga yang terdampak. Mereka yang kehilangan pekerjaan karena Covid, bahkan ada juga yang kehilangan tulang punggung keluarga akibat Covid. Permasalahan ini tidak bisa selesai dalam sekejap mata.

Pembinaan UMKM pun dilakukan, guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena sesungguhnya masalah pangan bukan hanya masalah perut belaka. Mata rantai kemiskinan dan perekonomian harus dapat diurai agar masyarakat dapat berdaya menyediakan makanan yang bergizi dan sehat untuk diri sendiri dan keluarga.

Peranan zakat dalam hal ini menjadi sangat penting, karena orang mampu akan membantu untuk mengatasi masalah pangan bagi mustahik. Selain itu zakat juga dapat dioptimalkan untuk kegiatan produktif agar mustahik tidak selamanya menjadi mustahik namun bisa bertransformasi menjadi muzakki. Dengan pola yang sudah disusun oleh Lembaga zakat semua hal menjadi mungkin terjadi, tidak hanya masalah pangan yang akan teratasi tetapi juga masalah ekonomi.

YBSMU senantiasa mengajak untuk membantu mengurangi kesulitan yang dihadapi orang lain. Melalui program campaign Goceng Bikin Happy YBSMU berkomitmen untuk membantu orang berdonasi agar lebih mudah melalui http://www.bsmu.or.id .

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari