Facebook

Membangun Kesadaran Menjadi Entrepreneur Muslim Yang Berkelanjutan

Dalam pandangan Islam, bekerja dan berusaha, termasuk berwirausaha merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena keberadaannya sebagai khalifah fil-ardh dimaksudkan untuk memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik. Dalam Islam, anjuran untuk berusaha dan entrepreneurship dan giat bekerja sebagai bentuk realisasi dari kekhalifahan manusia.

Umat Islam harus menyadari bahwa dengan menjadi mayoritas di Indonesia, sudah seharusnya menjadi naungan dan tiang perekonomian nasional di tengah perubahan yang terjadi di dunia. Kegiatan kewirausahaan ini diarahkan untuk mencapai kemaslahatan atau kesejahteraan ekonomi bagi setiap individu dan masyarakat.

Karenanya, konsep ekonomi Islam sebagai konsep yang rahmatan lil alamin patut dimanifestasikan dalam suatu tindakan yang melingkupi peningkatan kesejahteraan, pemerataan kesempatan, penegakan kebenaran dan keadilan, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

Pendorong motivasi Entrepreneur Muslim

Dalam perspektif Islam, para entrepreneur dipandu oleh etika Islam dalam mencari cara terbaik untuk mengembangkan perekonomian yang berkelanjutan di masyarakat. Faktor – faktor yang memotivasi adalah kesejahteraan manusia dan beribadah kepada Allah. Struktur etika dan motivasi unik dari kewirausahaan Islam memberikan prioritas dasar pada pertimbangan keuntungan masyarakat, lalu kemudian keuntungan individu, sehingga masyarakat ditempatkan sebagai pemangku kepentingan utama.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan Islam, sektor ini dapat bertumbuh kembang dan mulai menarik perusahaan besar yang saat ini beroperasi di sektor arus utama. Hanya dengan demikian, Entrepreneur Muslim dapat meningkatkan dirinya agar berada di posisi yang sama dengan sector pertama, sehingga Ia dapat secara efektif memenuhi perannya untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan kesetaraan dan keadilan sosial di tingkat nasional.

Peran seorang Muslim sebagai Agen perkembangan Islam

Kewirausahaan berfungsi sebagai mesin pertumbuhan dan perubahan ekonomi. Entrepreneur Muslim harus memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai agen reformasi sosial, intelektual dan spiritual. Pada era digital saat ini, reformasi gaya hidup dipengaruhi kewirausahaan inovatif dan dinamis yang mengambil resiko. Kewirausahaan memiliki banyak potensi untuk mempromosikan kesejahteraan individu dan masyarakat, karena proses pengembangan bisnis di kalangan Muslim tidak netral secara agama. Bisnis dan konsumen dikembangkan oleh etika dalam Islam. Potensi ini dan spiritualitasnya berperan sebagai sumber daya yang belum dimanfaatkan untuk pengembangan kewirausahaan sosial dan masyarakat.

Dalam kewirausahaan, saat ini ada beberapa perkembangan yang cukup cepat pada produk dan layanan halal. Perluasan bisnis halal tersebut berarti membutuhkan lebih banyak tanggung jawab etis dan sosial untuk bisnis halal. Gaya hidup halal ini, atau konsumsi halal , adalah akar dari penyakit psikologis-spiritual-lingkungan masyarakat dunia sekarang, kecuali para konsumennya memperhatikan ketentuan agama, maka mereka dapat  bertindak sebagai agen utama reformasi etis.

Kalian juga bisa mendukung pengembangan entrepreneurship UMKM Indonesia dengan melakukan donasi infaq pemberdayaan UMKM. Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) tahun ini mempunyai campaign Go Happy Goceng Bikin Happy. Dengan Rp5 ribu rupiah, kalian sudah bisa melakukan donasi via website http://www.bsmu.or.id. Stay Save and Go Happy.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari