Facebook

Kisah Pemilik Dua Kebun Dalam Al Quran Surat Al-Kahf

Didalam Al-Qur’an banyak sekali kisah untuk diambil pelajaran. Seperti kisah Luqman dalam Al-Qur’an Surah Luqman, sapi betina di Surah Al-Baqarah, kisah ashabul kahfi di Surah Al-Kahf dan masih banyak lagi kisah yang terdapat dalam Al Qur’an.

Dalam surah Al-Kahf selain bercerita tentang Ashabul Kahfi terdapat juga kisah mengenai kisah nabi Musa ‘alaihissalam, kisah Dzul Qarnain dan kisah pemilik dua kebun.

Terdapat perbedaan diantara 3 kisah lainnya di surah Al-Kahf, yaitu kisah pemilik dua kebun mengajarkan bagaimana cara bersikap dengan uang dengan benar. Kisah tersebut dicantumkan di antara ayat 32 sampai dengan 44 surat Al-Kahfi.

Dikisahkan dalam Alquran tentang dua orang laki-laki yang hidup pada zaman dahulu. Mereka berdua saling bersahabat. Tetapi yang satunya beriman sedangkan yang lainnya ingkar. Al Quran tidak menerangkan siapa mereka (Namanya, dizaman apa hidupnya, tempat hidupnya) semua disamarkan oleh Allah.

Orang yang beriman dalam kisah tersebut Allah subhanahu wata’ala uji dengan kesempitan hidup. Sedikit rezeki, harta dan barang yang dimiliki tetapi Allah membernya nikmat terbesar berupa nikmat iman, yakin dan ridha atas takdir Allah dan senantiasa berharap surga yang ada sisi-Nya. Kenikmatan ini tentunya lebih utama dari harta dan materi yang pasti akan musnah.

Sebaliknya dengan temannya yang ingkar, Allah uji dengan kelapangan rezeki, kemudahan mencari dunia dan Allah memberinya harta yang berlimpah ruah. Ujian yang hadir untuknya adalah apakah dia bersyukur atau kufur. Menjadi rendah hati atau bahkan sombong.

Allah mengaruniakan (kepada yang ingkar) dua buah kebun, sebagaimana disebut dalam Al qur’an

جَعَلْنَا لأحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِن أعنابٍ وحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وجَعَلْنَا بينهما زَرْعًا * كِلتا الجنَّتَيْن آتتْ أُكُلَهَا ولم تَظْلِم منه شَيئًا وفَجَّرْنَا خلالهما نَهَرًا * وكان لهُ ثَمَرٌ

“Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu, dan dia mempunyai kekayaan besar.” (QS:Al-Kahfi | Ayat: 32-34).

Dia memiliki dua kebun anggur yang dikelilingi oleh pohon-pohon kurma sebagai pagarnya. Diantara kedua kebun tersebut ada ladang dan Allah alirkan air ke kebun tersebut. Pada saat panen tiba, melimpah ruah hasil kebun dan ladangnya yaitu anggur, kurma dan lain sebagainya. Orang kafir ini sangat berbangga atas hasil yang telah diperolehnya dan merasa ini merupakan hasil jerih payahnya sendiri. Hal ini membuatnya sombong kepada orang lain dan berkata:

فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا

“Maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutnya lebih kuat.” (QS:Al-Kahfi | Ayat: 34).

Tak cukup sampai disitu, kenikmatan yang dia didapat membuatnya lupa dan menyangka semuanya akan kekal abadi menjadi miliknya. Padahal sesungguhnya praduga tersebut salah, dan berkata

وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَٰذِهِ أَبَدًا

“Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya.” (QS:Al-Kahfi | Ayat: 35).

Harta kekayaan yang dimiliki membuatnya lupa dan tenggelam dalam angan-angan semu.

وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَىٰ رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا

“Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu.” (QS:Al-Kahfi | Ayat: 36).

Ia menjadi pongah dan menyangka bahwa karunia harta yang didapatkan olehnya merupakan bukti Allah saying padanya. Sehingga ia mengira akan mendapatkan kedudukan sama di akhirat kelak.

Orang yang beriman (temannya) mengajaknya untuk mengingat Allah. Berusaha menyelamatkannya dari jiwanya yang terus terbang dan lupa daratan.

قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا

Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya — sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? (QS:Al-Kahfi | Ayat: 37).

Kawannya berusaha menyadarkannya, tentang kedudukannya dari mana dia diciptakan. Hal ini agar manusia tidak menjadi sombong dan merasa bahwa harta dan materi bisa melakukan segalanya.

Kemudian temannya melanjutkan,

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا

“Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “masyaallah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” (QS:Al-Kahfi | Ayat: 39).

Manusia pada asalnya sama, hanya memainkan peran yang berbeda di dunia. Ada yang menjadi orang kaya dan ada yang menjadi orang miskin. Ketika menjadi kaya bersyukur dengan membagikan harta kepada yang membutuhkan dan ketika miskin bersabar tanpa mengeluh dan meminta-minta. Temannya tersebut juga memperingatkan bahwa nikmat tersebut dapat diangkat kapanpun Allah inginkan.

فَعَسَىٰ رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِنَ السَّمَاءِ فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا * أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًا

“Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu; hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin. atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi”. (QS:Al-Kahfi | Ayat: 40-41).

Orang kafir ini tidak lantar mempercayai apa yang dikatakan temannya. Sampai suatu pagi ia mendapati kebunnya sebagaimana yang telah dikatakan oleh temannya tersebut.

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا

“Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”. (QS:Al-Kahfi | Ayat: 42).

Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Tidak ada yang bisa mencegah jika Allah sudah berkehendak dan tidak akan mampu ada yang menolong jika seseorang sedang dihukum Allah.

وَلَمْ تَكُنْ لَهُ فِئَةٌ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا

“Dan tidak ada bagi dia segolongan pun yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya.” (QS:Al-Kahfi | Ayat: 43).

Demikianlah kisah ini, menjadi pelajaran bagi orang yang berfikir. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini. Allah maha perkasa dan maha kuasa mampu melakukan apapun yang dikehendakinya. Ketika Allah memberikan kelebihan rezeki harta jangan pernah lupakan hak Allah terhadap harta tersebut. Menjalankannya bisa dengan berzakat, Infaq, sedekah dan wakaf karena sesungguhnya hal tersebut akan membuat harta menjadi kekal.

Yayasan Bangun sejahtera Mitra Umat (YBSMU) mempermudah menunaikan ZISWAF melalui online di bsmu.or.id dan jadiberkah.id. Semakin banyak harta yang dibelanjakan dijalan Allah akan menjadi tabungan di akhirat kelak.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari