Facebook

Etika yang Harus Diperhatikan Agar Bisnis Sesuai Syariah

Ekonomi menjadi motif beberapa orang untuk melakukan hal hal yang diinginkan. Dari bekerja sampai investasi dilakukan demi menambah penghasilan yang dimiliki. Ada sebagian orang yang rela mengorbankan waktunya sampai jarang bersosialisasi untuk mencapai target yang diinginkan. Tapi apakah dengan cara tersebut akan mendatangkan kebahagiaan bagi yang sedang mencarinya?

Rasulullah menyebutkan salah satu pintu kekayaan adalah dengan berniaga atau kerennya berbisnis. Namun berbisnis seperti apa yang dapat mendatangkan keberkahan harta. Bisnis sesuai syariah menjadi solusi untuk mendapatkan rizki yang berkah dan berlimpah.

Tahukah Anda mengapa berbisnis sesuai syariah itu sangat penting dalam penerapannya?

Sebagai umat islam kita tentu meyakini bahwa hidup ini tidak hanya satu kali saja. Setiap yang dikerjakan akan dimintai pertanggung jawaban. Begitu pula dengan harta yang didapatkan akan di tanya dari mana asalnya dan untuk apa dipergunakan. Sehingga sudah selayaknya seorang muslim itu mencari kekayaan tidak hanya untuk dunia tetapi juga untuk akhirat.

Dalam tulisan Muhammad Alvin Aldiannoor dalam hes.unida.gontor.ac.id ada berbagai etika yang harus dilakukan dalam bisnis sesuai syariah.

Berikut 8 etika bisnis syariah yang wajib diperhatikan dan diterapkan dalam menjalankan seluruh kegiatan bisnis, yaitu :

Pertama, Tauhid

Tauhid secara umum dapat dikatakan suatu bentuk sikap atau tindakan yang berpedoman dan sesuai dengan tuntunan agama Islam, sehingga dengan menerapkan tauhid dalam bisnis bertujuan untuk menciptakan kegiatan yang tidak hanya berdasarkan mencari keuntungan semata namun yang lebih penting adalah untuk bertindak sesuai dengan aturan atau norma agama.

Kedua, Prinsip keadilan

Islam sangat menganjurkan berbuat adil di dalam berbisnis dan Rasulullah telah melarang berbuat curang atau zalim. Rasulullah diutus Allah untuk mebangun keadilan. Akan menjadi kecelakaan besar jika orang tersebut berbuat curang seperti menerima takaran orang lain untuk dipenuhi, sedangkan takarannya sendiri selalu dikurangi.

Ketiga, Kebebasan Berkehendak

Dalam bisnis syariah yang dimaksud dengan kebebasan berkehendak bukanlah bebas tanpa batas, namun kebebasan yang sesuai dengan aturan agama dan  tidak berdampak merugikan kepentingan orang lain. Sikap saling menghargai tetap dijunjung tinggi dalam menanggapi setiap kebebasan dari masing-masing individu, sehingga dengan kondisi yang seperti akan tercipta sebuah bentuk sosial yang lebih mengedepankan aturan dalam kaitannya demi menjaga kepentingan bersama.

Keempat, Tanggung jawab

Dalam bisnis syariah sangat memperhatikan dan mengatur kebebasan dalam menjalankan kegiatan bisnis dan menentukan tujuan bisnis. Aturan yang jelas tentu akan mempermudah dalam mengendalikan tanggung jawab dari masing-masing pihak pelaku bisnis.

Kelima, Didasari Niat Baik

Bisnis syariah memperhatikan pentingnya dalam upaya memiliki sebuah niat yang baik dalam berbisnis, karena nantinya akan berdampak pada halal atau haram hasil bisnis tersebut. Jika segala perbuatan diawali dengan kebenaran dalam berniat, tidak ada kebohongan dan keserakahan dalam perilaku dan sikap, menjalin akad yang terbuka, jelas maksudnya, dan diterima oleh semua pihak baik dalam menetapkan keuntungan maupun pembagian modal, maka akan menciptakan keadilan, keharmonisan, dan keberkahan dalam berbisnis.

Keenam, Tolong Menolong

Bisnis syariah memiliki aspek sosial yang dimaksud yaitu dengan berbagi hasil keuntungan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk zakat, infaq, dan sedekah. Jika para pelaku bisnis mampu menempatkan aspek sosial sebagai tujuan utama mereka, maka bukan keuntungan lagi yang menjadi prioritas tujuan bisnisnya, namun terwujudnya dampak saling tolong menolong untuk memberikan manfaat bersama.

Ketujuh, Bebas Dari Unsur Riba

Meskipun riba sangat dilarang dalam Islam, namun pada kenyataannya banyak transaksi riba yang terjadi ditengah-tengah masyarakat Indonesia yang notabene penduduknya mayoritas beragama islam. Fenomena tersebut sangat bertolak belakang dengan prinsip bisnis syariah yang menerapkan sistem Islam dalam menjalankan kegiatan usaha, sehingga segala bentuk praktik riba dilarang dalam bisnis. Bentuk riba yang termasuk dalam bisnis adalah transaksi jual beli yang mengandung dua harga dan sistem permodalan. Bicara permodalan, hadirnya bank syariah merupakan solusi keuangan bagi masyarakat atau pelaku bisnis dalam memperoleh permodalan tanpa ada riba di dalamnya.

Kedelapan, Tidak Berbisnis Yang Haram

Pantangan dalam berbisnis syariah adalah tidak diperbolehkan terlibat dalam segala bentuk kegiatan yang terdapat unsur haram di dalamnya. Kegiatan yang termasuk diharamkan adalah berkaitan dalam rangka memilih jenis usaha, cara menjual atau distribusi, dan pembagian keuntungan bisnis.

Menjalankan bisnis secara syariah saat ini tidaklah mudah pasti ada tantangan dan halangan, namun ketika memiliki kekuatan tekad yang kuat dan bertaqwa kepada Allah niscaya akan dipermudah. Karena Allah telah berjanji memberikan jalan keluar bagi hambanya yang bertaqwa.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari