Facebook

Perbedaan Wakaf dan Hibah Menurut Penulis Fiqh Muamalah

Berbagi kepada orang yang membutuhkan merupakan perbuatan yang sangat mulia. Memiliki penghasilan yang cukup bukan berarti hanya bisa dinikmati oleh diri sendiri. Menyisihkan sedikit harta yang dimiliki untuk membantu orang-orang di sekitar yang membutuhkan merupakan perbuatan yang sangat mulia.

Dalam islam ada instrumen ekonomi yaitu wakaf dan hibah, mungkin ada Sebagian dari kita yang masih perbedaan keduanya, padahal pada prakteknya dua hal tersebut merupakan hal yang berbeda. Umumnya masyarakat menganggap wakaf dan hibah adalah hal yang serupa, yakni memberikan  barang secara sukarela baik itu kepada perorangan maupun Lembaga.

Simak perbedaan keduanya dalam buku Wakaf dan Hibah (Perspektif Ulama Fiqh dan Perkembangannya di Indonesia) ditulis oleh Dra. Siah Khosyi’ah, M.Ag.

Pengertian Wakaf

Wakaf merupakan salah satu aspek yang sangat diperhatikan dalam islam karena pranata yang mengedepankan hajat sosial ekonomi dalam rangka mensejahterakan umat dan untuk kepentingan syiar islam. Pranata wakaf merupakan sebuah pranata yang berasal dari hukum. Oleh karena itu membicarakan wakaf tidak melepaskan konsep wakaf menurut hukum islam.

Wakaf berasal dari Bahasa arab dari kata kerja “waqafa”. Kata waqaf memiliki sinonim atau identic dengan kata “habs”. Dengan demikian kata waqaf dapat berarti berhenti dan menghentikan, dapat pula berarti menahan (habs).

Menurut “ilmu fiqh” kata “wakaf” berarti menahan, menghentikan atau menikah (dirjen Pembinaan 1986:207). Penulisan kata “waqf” dalam Bahasa Indonesia sering menggunakan huruf k. sehigga pengertian yang dipakai adalah kata “wakaf” dari kata kerja transitif.

Sayyid Sabiq mengartikan wakaf sebagai menahan harta dengan memberikan manfaatnya di jalan Allah (Sabiq, 1988:148)

Pengertian Hibah

Hibah menurut bahasa adalah menyedekahkan atau memberi sesuatu, baik berbentuk harta maupun selain itu kepada orang lain. Menurut istilah adalah suatu akad yang mengakibatkan berpindahnya kepemilikan harta dari seseorang kepada orang lain tanpa balasan, dan dilakukan selama masih hidup.

Harta yang dihibahkan bebas untuk di jual, dipinjamkan atau dihadiahkan kembali kepada orang lain secara cuma-cuma.

Perbedaan antara Wakaf dan Hibah

  1. Benda wakaf merupakan benda bergerak atau tidak bergerak yang berdaya tahan lama, sehingga dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama, sedangkan barang hibah bisa berupa sekali pakai atau tahan lama. 
  2. Barang wakaf harus  memiliki manfaat untuk kepentingan masyarakat luas, sementara hibah dapat diberikan kepada perorangan atau kelompok untuk kepentingan bersama atau pribadi.
  3. Dalam segi hak milik, barang wakaf tidak bisa menjadi hak milik seseorang, sedangkan barang hibah dan hadiah bisa menjadi hak milik pribadi.

Yayasan Bangun sejahtera Mitra Umat memiliki berbagai program wakaf diantaranya, Rumah Tahfidz, wakaf produktif, wakaf ambulance dan wakaf Bakauheni. Untuk ikut berpartisipasi wakaf dapat dimulai dengan nominal yang kecil dan menunaikannya cukup mudah. Wakaf bisa ditunaikan dengan wakaf online melalui aplikasi BSI mobile dan platform bsmu.or.id dan jadiberkah.id. 

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari