Facebook

Pengertian Sedekah Jariyah Yang Tidak Pernah Putus

Sedekah adalah pemberian seorang muslim secara sukarela kepada orang lain. Sedekah bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Selain itu penerima manfaat dari sedekah juga bisa siapa saja, baik itu orang yang miskin maupun orang yang kaya.

Sedekah merupakan sedekah sosial sehingga kebermanfaatannya bisa langsung dirasakan. Banyak sekali manfaat yang akan diperoleh ketika seseorang memiliki kebiasaan gemar bersedekah.

Orang yang gemar bersedekah akan disayang oleh penduduk langit dan juga penduduk bumi. Sedekah juga dapat menjadi amal yang menemani di dalam kubur, sehingga penduduk kubur berlomba-lomba minta dihidupkan Kembali hanya untuk bersedekah.

Dalam sedekah terkenal sedekah jariyah, tahukah kamu apa itu sedekah jariyah?

Dalam salah satu hadits berikut: “Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu: Sedekah jariyah, anak yang sholeh yang memohonkan ampunan untuknya (Ibu dan bapaknya) dan ilmu yang berguna setelahnya“. (HR. Muslim)

Hadits tersebut menyatakan terdapat salah satu amalan yang pahalanya tidak akan terputus meskipun orang yang melakukan amalan tersebut sudah mati. Hal itu tidak lain adalah sedekah jariyah, karena sedekah jariyah ini adalah sebuah amalan yang pahalanya terus mengalir dan tidak terputus.

Dalam Al Quran menyebutkan sedekah dengan istilah lain seperti shiddiqshodaqoh yang artinya bisa sebagai pemberian atau bisa juga diartikan sebagai qardhul hasan, “pinjaman yang baik”.

Dengan begitu, orang yang melakukan sedekah pada hakikatnya merupakan orang yang sudah “meminjamkan harta” kepada Allah. Nantinya, Allah Yang Mahakaya pasti akan mengembalikan pinjaman tersebut tentunya dengan pengembalian yang berlipat ganda.

Sementara kata “jariyah” artinya mengalir. Dalam hal ini berarti pahalanya mengalir dan tidak akan terputus. Itulah mengapa, sedekah jariyah disebut juga sebagai sedekah yang memiliki ganjaran dan pahala tanpa terputus.

Wakaf merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah karena selama harta wakaf masih dipergunakan orang maka pahala akan terus mengalir kepada wakif.

Berdasarkan sumber dari bwi.go.id, yang disampaikan oleh Drs. H. Zakaria Anshar wakaf disebut sebagai sedekah jariah. Hal demikian bisa terjadi manakala harta-benda yang disedekahkan itu dikelola sebagai harta benda Wakaf, yaitu : ditahan pokoknya (tidak dijual, tidak dihibahkan tidak diwariskan) dan disalurkan hasilnya atau manfaatnya.

Harta benda wakaf itu dirawat, dikelola, dikembangkan, dan bahkan diproduktifkan oleh pengelolanya, yang disebut Nazhir sehingga secara terus-menerus memberikan manfaat dan/atau menghasilkan keuntungan. Manfaat dan keuntungan itulah yang dibagikan kepada pihak yang berhak menerimanya (Mauquf Alaih) 20 sesuai dengan kehendak orang yang mewakafkan (Wakif). Manfaat dan keuntungan harta benda wakaf itu bisa dalam berbagai bentuk dan peruntukan, seperti untuk ibadah, layanan kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, dan lain sebagainya.

YBSMU mempunyai program unggulan 10 ribu Untuk Sejuta Kebaikan. Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.  

Sebagai penghimpun dana ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) serta donasi sosial lainnya, YBSMU mempunyai visi menjadi sebagai lembaga ZISWAF, dana sosial dan dana CSR yang terpercaya, terdepan dan modern. 

Dalam aktivitas pengelolaan dan penyaluran dana kepada asnaf mustahik, YBSMU mendasari programnya untuk menyantuni dan memberdayakan potensi para mustahik (penerima manfaat), sehingga mustahik memiliki peluang dan mampu bersaing mengangkat kehidupan yang lebih baik lagi.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari