Facebook

Sejarah Perayaan Tahun Baru dari Zaman Romawi

Kalender yang umum dipergunakan di Indonesia adalah penanggalan masehi yang diawali tanggal 1 Januari. Penanggalan masehi atau atau Anno Domini (AD) berdasar pada kalender Julian dan Gregorian.

Sejarahnya, perayaan tahun baru tertua di muka bumi diyakini ada di Mesopotamia (kini Irak), sekitar tahun 2000 Sebelum Masehi (SM). Tapi, pada saat itu tahun baru dirayakan pada pertengahan Maret. Karena pada masa itu adalah pergantian musim.

Merayakan tahun baru dengan alasan menyambut perubahan musim, umum dilakukan di abad kuno. Bukannya seperti sekarang yang merayakan karena berakhirnya penanggalan kalender.

Bangsa Mesir dan Persia merayakan datangnya musim gugur. Sementara di Yunani merayakan datangnya musim dingin. Perayaan tahun baru karena alasan penanggalan kalender itu sebetulnya dibawa oleh Bangsa Romawi.

Bangsa Romawi awalnya merayakan tahun baru setiap tanggal 1 Maret. Hal ini karena kalender Romawi kuno hanya terdiri dari 10 bulan dan 304 hari yang dimulai pada bulan Maret.

Kalender Romawi kuno dibuat oleh raja pertama Roma, Romulus. Lalu pada abad ke-8 sebelum masehi, raja Roma berikutnya, Numa Pompilius menambahkan bulan Januarius dan Februarius yang sekarang ini kita kenal sebagai bulan Januari dan Februari.

Barulah pada abad ke-46 sebelum masehi, tahun baru dirayakan pada 1 Januari. Kaisar Romawi, Julius Caesar adalah seseorang yang menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama dalam kalender Romawi.

Julius Caesar memilih 1 Januari sebagai hari perayaan tahun baru untuk menghormati nama bulan tersebut. Diketahui bulan Januarius diambil dari nama dewa permulaan di Romawi, yaitu dewa Janus.

Dahulu orang Romawi kuno merayakan tahun baru dengan mempersembahkan korban kepada dewa Janus. Mereka juga mendekorasi rumah mereka dengan mengadakan pesta. Namun, saat ini, perayaan tahun baru di seluruh dunia sudah lebih modern. Tradisi perayaan tahun baru berbeda-beda di setiap negara di dunia.

Di Indonesia yang notabene penduduknya adalah muslim juga sebagian besar masyarakatnya ada yang merayakannya hal ini karena pengaruh global sekaligus penanggalan yang dipergunakan.

Akhir tahun bisa menjadi sarana bermuhasabah untuk mempersiapkan tahun depan yang lebih baik tidak hanya dihabiskan untuk melakukan pesta pora semata. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan bersedekah atau berzakat bagi yang sudah mencapai haul dan nishobnya. Kenapa bersedekah? Karena sedekah akan mendatangkan kebaikan bagi yang menunaikan, sebagaimana harapan kebaikan untuk masa depan.

Yayasan BSMU mempermudah untuk bersedekah dengan sedekah online melalui kanal bsmu.or.id dan jadiberkah.id. Walaupun nilainya hanya 10ribu rupiah tapi bisa mendatangkan sejuta kebaikan.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari