Facebook

Bertambahnya kesejahteraan ekonomi disuatu negara akan membuat kondisi masyarakat semakin kompleks. Hal ini dimention oleh penulis psikologi kenamaan Amerika, Robert E. Lane dalam bukunya yaitu The Loss of Happiness in Market Democracies.

Dalam bukunya, Robert E. Lane menyatakan bahwa peningkatan pendapatan berpotensi menurunkan tingkat kebahagiaan. Master Trainer, Swadika Yanavi mengutip petikan dari buku ini yang menyatakan bahwa semakin besar pendapatan maka akan membuat tingkat kebahagiaan menurun. Hal ini karena paradigma yang dipakai sebagai indikator adalah dunia dan uang. Hal ini membuat yang hadir di dunia adalah fisik dan jasad saja tapi kurang dari sisi rohani.

Menurut Swadika, Islam merupakan agama yang komprehensif. Salah satu tujuan dari beribadah dalam Islam adalah agar mendapatkan keberkahan, ketenangan dan kebahagiaan. “Kunci dari semua masalah hidup yang ada adalah bersyukur,” kata Swadika.

Hal ini dibahas dalam Webinar yang diadakan Yayasan BSMU menghadirkan narasumber Master Trainer, Swadika Yanavi; dan dibuka oleh Direktur Marketing dan Komunikasi Yayasan BSMU, Risyad Iskandar.

Semakin seseorang dekat dengan Allah SWT, maka akan membuat seseorang bahagia dan ikhlas. Halal Lifestyle disini adalah bagaimana mengatur bagaimana manusia bisa menunaikan ibadah dan mengimplementasi agama Islam secara kaffah atau menyeluruh.

Halal Lifestyle ini tidak hanya berkutat pada satu hal saja. Tapi lebih menyeluruh seperti, makanan dan minuman (food and beverage); tourism (haji dan umroh); fashion (jilbab); hiburan (film dan music); social ekonomi (pekerjaan; Pendidikan dan tabungan).

Saat ini dengan semakin meningkatkan generasi millennial dan adanya bonus demografi yang dimiliki Indonesia, membuat Halal Lifestyle ini semakin massif dilakukan. Sebagai contoh, saat ini banyak wanita yang memakai jilbab dibandingkan beberapa puluh tahun yang lalu.

Selain itu, beberapa trend Halal Food juga mulai merebak di kota besar di Indonesia. Tren Halal Lifestyle ini tidak hanya diimplementasikan oleh lapisan tertentu masyarakat golongan menengah atas tapi juga menengah ke bawah.

Hal ini ditunjukkan dengan tren masyarakat yang mensekolahkan anaknya di pesantren dibandingkan dengan sekolah umum. Selain itu ada juga tren umrah yang tidak hanya dilakukan oleh masyarakat menengah atas namun juga masyarakat menengah bawah juga.
Beragamnya bidang yang dicakup oleh Halal Lifestyle ini mencerminkan komprehensifnya hal yang diatur dalam agama Islam.

Direktur Marketing dan Komunikasi Yayasan BSMU, Risyad Iskandar menambahkan terkait tren Halal Lifestyle di masyarakat ini membuat seluruh kegiatan di masyarakat terutama muslim saat ini disinkronkan terhadap ajaran agama.

Yayasan BSMU sebagai strategic partner dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mempunyai beberapa campaign untuk mendukung meningkatkan Halal Lifestyle di masyarakat.

Program unggulan Yayasan BSMU di tahun ini yaitu 10ribu Untuk Sejuta Kebaikan. Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi baik melalui zakat, infaq atau wakaf dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari