Facebook

Peranan Ibu Sebagai Pendidik Anak Yang Utama

Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan anak. Bahkan ibu sudah mulai memberikan pendidikan walaupun sang anak masih dalam kandungan. Sehingga seorang ibu harus menjadi orang yang pandai untuk dapat mendidik anak-anaknya sesuai kebutuhan.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychology Spot mengungkapkan bahwa seorang anak dilahirkan dengan gen yang berbeda-beda. Hal tersebut berarti tiap orang menurunkan faktor yang berbeda-beda dari ayah dan ibu. Namun, khusus gen kecerdasan memang biasanya menurun dari ibu. Gen kecerdasan berada di kromosom X. Wanita sendiri membawa dua gen kromosom X. Artinya, anak akan lebih mungkin mendapatkan kecerdasan mereka dari ibu.

Anak merupakan amanah yang dititipkan Allah  kepada kedua orang tua untuk selanjutnya dididik, dibina dan dibesarkan sesuai dengan fitrahnya manusia. Seorang anak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari figur seorang ibu. Ibu sebagai sekolah pertama bagi sang anak dan mempunyai kewajiban atas anak.

Al ummu madrasatul ula (Ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya) tempat dimana anak mendapat asuhan dan diberi pendidikan pertama bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Seorang ibu secara sadar atau tidak sadar telah memberi pendidikan kepada sang janin, karena menurut penelitian bahwa bayi dalam kandungan sudah bisa mendengar bahkan ikut merasakan suasana hati seorang sang ibunda, maka tidak heran jika ikatan emosional seorang ibu dan anak akan lebih tampak dibandingkan dengan seorang ayah.

Diambil dari esai Peranan Ibu Dalam Keluarga yang ditulis oleh Riyan Hidayat Tulloh, peranan ibu dalam mendidik anaknya dibagi menjadi empat tugas penting yaitu: ibu sebagai pemuas kebutuhan anak ;ibu sebagai teladan dan ibu sebagai pemberi stimulasi bagi perkembangan anak serta ibu sebagai figur publik.

Yang pertama, peran ibu sebagai sumber pemenuhan kebutuhan anak, fungsi ibu ini sangat besar artinya bagi anak, terutama sampai periode anak sekolah, bahkan sampai menjelang dewasa. Ibu perlu menyediakan waktu bukan saja untuk selalu bersama tetapi untuk selalu berinteraksi maupun berkomunikasi secara terbuka dengan anaknya. Pada dasarnya kebutuhan seseorang meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial dan spiritual. Memenuhi kebutuhan secara seimbang akan mendatangkan kebaikan untuk anak.  Seorang ibu harus memberikan atau memuaskan kebutuhan anak secara wajar, tidak boleh berlebihan maupun tidak kurang. Pemenuhan kebutuhan anak secara berlebihan atau kurang  akan menimbulkan pribadi yang kurang sehat kelak kemudian hari. Seorang ibu yang ,memenuhi kebutuhan anaknya secara berlebihan akan menyebabkan anaknya cenderung memiliki sifat manja. Begitupun sebaliknya seorang ibu yang kurang memenuhi kebutuhan anaknya akan menyebabkan si anak cenderung memiliki sifat pasif yang berakibat si anak tidak bisa mengembangkan potensi yang berada di dalam dirinya.

Yang kedua, ibu sebagai teladan atau model bagi anaknya. Dalam mendidik anak seorang ibu harus mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Mengingat bahwa perilaku orang tua khususnya ibu akan ditiru yang kemudian akan dijadikan panduan dalam perilaku anak, maka ibu harus mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Al-Furqaan ayat 74:

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi golongan orang-orang yang bertaqwa.”

Kalau kita perhatikan naluri orang tua seperti yang Allah firmankan dalam Al Qur’an ini, maka kita harus sadar bahwa orang tua senantiasa dituntut untuk menjadi teladan yang baik di hadapan anaknya. Untuk membentuk perilakuan anak yang baik tidak hanya melalui bil lisan tetapi juga dengan bil hal yaitu mendidik anak lewat tingkah laku. Sejak anak lahir ia akan selalu melihat dan  mengamati gerak gerik atau tingkah laku ibunya. Dari tingkah laku ibunya itulah anak akan senantiasa melihat dan meniru yang kemudian diambil, dimiliki dan diterapkan dalam kehiduapnnya. Dalam perkembangan anak proses identifikasi sudah mulai timbul berusia 3 – 5 tahun. Pada saat ini anak cenderung menjadikan ibu yang merupakan orang yang dapat memenuhi segala kebutuhannya maupun orang yang paling dekat dengan dirinya, sebagai “model”  atau teladan bagi sikap maupun perilakunya.

Yang ketiga, ibu sebagai pemberi stimuli bagi perkembangan anaknya. Perlu diketahui bahwa pada waktu kelahirannya, pertumbuhan berbagai organ belum sepenuhnya lengkap. Perkembangan dari organ-organ ini sangat ditentukan oleh rangsang yang diterima anak dari ibunya. Rangsangan yang diberikan oleh ibu, akan memperkaya pengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan kognitif anak. Bila pada bulan-bulan pertama anak kurang mendapatkan stimulasi visual maka perhatian terhadap lingkungan sekitar kurang. Stimulasi verbal dari ibu akan sangat memperkaya kemampuan bahasa anak. Kesediaan ibu untuk berbicara dengan anaknya akan mengembangkan proses bicara anak. Jadi, perkembangan mental anak akan sangat ditentukan oleh seberapa besar rangsang yang diberikan ibu terhadap anaknya. Rangsangan dapat berupa cerita-cerita, macam-macam alat permainan yang edukatif maupun kesempatan untuk rekreasi yang dapat memperkaya pengalamannya.

Yang terakhir, ibu sebagai publik figur. Kita tidak bisa menghindar dari yang namanya masyarakat, seorang ibu merupakan bagian integral dari masyarakat (society), sangat penting baginya melakukan adaptasi terhadap keragaman kultur, etnis dan agama. Apapun alasannya, menjadi keharusan untuk dapat hidup rukun dan damai dalam sebuah masyarakat yang heterogen. Untuk menciptakan ranah kehidupan yang kondusif, para ibu harus memiliki jiwa kepemimpinan dan ilmu pengetahuan (leadership and knowledge) yang mapan dan keteladanan yang patut diikuti.

Hal terpenting dalam mendidik anak agar dapat berhasil adalah seorang ibu sudah selayaknya harus terus belajar menjadi lebih baik karena anak lebih mudah menerima contoh yang dilihatnya dari pada sekedar pesan-pesan. Komunikasi yang lancar dan terbuka menjadikan hal yang belum dimengerti menjadi lebih mudah dimengerti oleh anak.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari