Facebook

Sejarah Wakaf Pada Masa Kekhalifahan Turki Utsmani

Wakaf memiliki arti penting dalam perekonomian umat islam. Sejarah wakaf sangat dipengaruhi sejarah panjang wakaf yang ada di Turki. Turki mempunyai istilah untuk yaitu vakviye, yang mengandung arti pelayanan publik, untuk mempromosikan moralitas, kebajikan, penghargaan, dan cinta dalam masyarakat.

Sejak masa kekuasaan Turki Ustmani, wakaf telah menghidupi berbagai pelayanan publik dan menopang pembiayaan berbagai bangunan seni dan budaya.

Jenis wakaf yang popular pada masa itu adalah berbagai jenis properti yang tidak bergerak dan wakaf tunai, yang telah dipraktekkan sejak awal abad ke-15 M. Tradisi ini secara ekstensif terus berlangsung sepanjang abad ke-16 M. Sedangkan pada masa pemerintahan Ottmaniah di Turki, dana wakaf berhasil meringankan perbelanjaan negara, terutama untuk menyediakan fasilitas pendidikan, sarana perkotaan dan fasilitas umum lainnya.

Pendidikan era Kesultanan Turki Usmani sifatnya gratis, orang tua wali murid tidak dikenai biaya sekolah. Justru sebaliknya kalau mereka tidak mau menyekolahkan anaknya dikenai sanksi oleh negara. Sumber pendanaan operasional sekolah berasal dari wakaf, pajak lokal, zakat firah, zakat, serta hasil penjualan kulit hewan kurban.

Wakaf benar-benar dirasakan untuk kepentingan umum dan sosial, membantu fakir dan miskin, sehingga manfaat wakaf telah menjadi tulang punggung dalam roda ekonomi pada masa dinasty mamluk. Pada masa dinasty mamluk ini khususnya pada pemerintahan Raja al-Dzahir Bibers al-Bandaq (658-676 H/1260-1277M) Ketentuan ketentuan yang terkait dengan wakaf terhimpun dalam undang-undang wakaf dan Raja al-Dzahir memilih hakim dari masing-masing empat mazhab sunni.

Di zaman kesultanan Utsmaniyah dikenal dengan sebutan Turki Utsmani atau Devlet-i ‘ Aliyye-yi Osmaniyye pengelola wakaf semakin berkembang. Diantara undang-undang yang dikeluarkan pada dinasti Utsmani ialah peraturan tentang pembukuan pelaksanaan wakaf, yang dikeluarkan pada tanggal 19 Jumadil Akhir tahun 1280 Hijriyah.

Undang-undang tersebut mengatur tentang pencatatan wakaf, sertifikasi wakaf, cara pengelolaan wakaf, upaya mencapai tujuan wakaf dan melembagakan wakaf dalam upaya Realisasi wakaf dari sisi administrasi dan perundang-undangan. Pada tahun 1287 Hijriyah dikeluarkan undang-undang yang menjelaskan tentang kedudukan tanah-tanah kekuasaan turki Utsmani dan tanah-tanah produktif yang berstatus wakaf.

Pasca kekuasaan Turki Utsmani (1924 M) Wakaf, dinegara-negara Islam maupun di negeri-negeri Islam terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan pemikiran para pakar/ahli hukum Islam.

Wakaf adalah bentuk lazim filantropi dalam tradisi Islam. Dalam sejarah Turki, yayasan Wakaf dikembangkan selama periode Seljuk (1078-1293) dan dilembagakan dan mengalami masa kejayaan mereka selama periode Utsmaniyah (1299-1923). Wakaf adalah mekanisme institusional utama untuk penyediaan layanan publik secara filantropi.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari