Facebook

Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Dalam Perspektif Islam

Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) setiap tahun diperingati pada tanggal 20 Desember. Hari Kesetiakawanan diperingati sebagai rasa syukur dan hormat atas keberhasilan seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman bangsa lain yang ingin menjajah kembali bangsa kita.

Peringatan hari ini, dilakukan dalam upaya untuk mengenang, menghayati dan meneladani semangat persatuan, kesatuan, kegotongroyongan dan kekeluargaan rakyat Indonesia. Perjuangan ini mencerminkan perjuangan pahlawan yang secara bahu membahu mengatasi permasalahan bangsa.

Sejarah Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional bermula dari usaha mempertahankan kedaulatan bangsa atas pendudukan kota Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia oleh tentara Belanda pada tahun 1948.

Menurut puspensos.kememsos.go.id ada beberapa nilai yang terkandung dalam hari Kesetiakawanan Sosial Nasional melalui wujud:

  1. Mewujudkan masyarakat yang saling peduli, berbagi dan toleransi antar sesama
  2. Menyadarkan masyarakat akan pentingnya peduli antar sesama khususnya bagi mereka yang mengalami kesulitan atau pada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
  3. Memperkuat kembali nilai-nilai dan budaya yang menjadi jati diri bangsa seperti budaya tolong menolong, pertemuan sosial, budaya gotong royong, dan kesewadayaan sosial,
  4. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial
  5. Menumbuhkan kesadaran dan memperkuat rasa empati kepada masyarakat yang merupakan kategori PMKS seperti anak terlantar, lansia terlantar, penyandang disabilitas, fakir miskin, anak putus sekolah, dan sebagainya.
  6. Memperkuat potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) dan stakholder dari unsur masyarakat disekitar lokasi sebagai pelopor penggerak masyarakat dalam penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.
  7. Menumbuhkan kesadaran Dunia Usaha dan instansi/lembaga pemerintah maupun swasta untuk terlibat dan berkontribusi dalam membantu terselenggaranya kesejahteraan sosial bagi masyarakat

Sejak ajaran islam diturunkan sudah mengajarkan kepada umat untuk senantiasa mengaplikasikan kesetiakawanan dalam kehidupan, hal ini terlihat berdasarkan dalil :

Sebagaimana hadits Rasulullah dari An-Nu’man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ‘Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Muslim No 4685)

Selain itu juga dianjurkan untuk senantiasa membantu orang yang sedang tertimpa musibah.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

Kesetiakawanan saat ini sedang diuji karena musibah yang datang silih berganti menghampiri Indonesia. Saat ini waktu yang tepat untuk membantu, karena masyarakat yang terkena musibah membutuhkan bantuan segera dari saudaranya yang lain.

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) bermaksud membantu meringankan masyarakat yang terkena bencana melalui Infaq Kemanusiaan dalam program 10ribu untuk sejuta kebaikan. Semoga semakin banyak orang yang berkontribusi akan semakin banyak nyawa orang yang tertolong.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari