Facebook

Pembangunan Masjid Istiqlal Osaka Jepang

Jepang adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur dengan populasi sekitar 127,614 juta jiwa (sumber:Wikipedia). Agama mayoritas yang dianut oleh penduduk Jepang adalah Shinto dan Buddha dengan persetanse sebesar 84-96%, sedangkan populasi penduduk muslim hanya sekitar 0,2% saja.

Seiring berjalannya waktu, agama islam sebagai minoritas mengalami keadaan yang lebih baik dari sebelumnya, hal ini tercermin dari banyaknya masjid yang didirikan di Jepang.

Masjid di Jepang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki sejumlah fungsi komunitas, termasuk menawarkan kesempatan bagi non Muslim Jepang untuk bersosialisasi dan belajar tentang agama. Terbukti Masjid-masjid di Jepang saat ini mengalami peningkatan jumlah pengunjung Jepang non Muslim, hal ini menunjukkan motivasi orang Jepang untuk belajar lebih banyak tentang Islam.

LAZNAS BSMU bermaksud ikut serta dalam perkembangan tersebut, bersama Masjid Indonesia Osaka Foundation, LAZNAS BSMU berkomitmen untuk mendirikan Masjid Istiqlal Osaka.

Masjid ini rencananya berlokasi di pusat kota Osaka, dengan alamat; 1-2-10 Nakabiraki Nishinari Ward Osaka Jepang. Pendirian masjid ini dilakukan dengan cara membeli gedung yang terdiri dari 5 lantai utama dan 2 lantai tambahan serta renovasi masjid. Masjid ini bisa menampung sekitar 1.500 orang jamaah dengan luas bangunan 1021.27 m2.

Pembangunan masjid ini insyaAllah akan menjadi masjid pertama di pusat kota Osaka, karena saat ini belum ada masjid di pusat kota Osaka dan populasi muslim di Osaka yang sudah sangat meningkat, baik yang bermukim maupun yang berkunjung singkat.

Mari sama-sama kita wujudkan pendirian Masjid Istiqlal Osaka ini agar dakwah agama Islam, terutama di Jepang dapat diterima oleh masyarakat.

InsyaAllah, kita semua dipermudah untuk dapat mewakafkan Sebagian harta kita sesuai dengan Hadist Riwayat Bukhari Muslim yakni “Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga”. Aamiin Aamiin Yaa Rabbal Alamin, dan insyaAllah hal ini dapat menjadi ladang pahala yang terus mengalir, karena “Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631). Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia seperti membangun masjid yang dimanfaatkan dalam ibadah termasuk dalam amal jariyah.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

One comment

  1. purwanti pahrurodji berkata:

    masya Allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari