Facebook

Zakat merupakan bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (asnaf).

Ada beberapa jenis zakat, salah satunya adalah zakat yang bersifat wajib untuk setiap individu yaitu yaitu zakat fitrah. Jenis zakat ini ditunaikan hanya pada bulan Ramadhan apabila sudah melaksanakan sholat idul fitri maka tidak menjadi zakat lagi namun sedekah.

Zakat fitrah dibayarkan bagi setiap orang yang mendapati bulan Ramadhan walaupun ia tidak bisa menyelesaikannya karena umur yang sudah tidak panjang. Hal demikian maka ahli waris wajib untuk membayarkannya. Fungsi dari zakat fitrah adalah untuk membersihkan jiwa-jiwa orang islam dari sifat yang bakhil maka dianjurkan perhitungannya berdasarkan nilai makanan pokok.

Dalam zakat fitrah orang tidak mampu/fakir terkena wajib zakat. Mereka bisa membayarkan zakatnya melalui zakat fitrah yang didapatkannya dari muslim lainnya. Oleh karena itu dianjurkan bagi orang muslim untuk tidak terlalu mepet dengan batas akhir pembayaran zakat fitrah untuk membantu fakir miskin membayar zakat fitrah.

Adapun zakat yang hanya dikenakan kepada orang yang memiliki kelebihan harta adalah zakat harta atau zakat maal. Zakat ini bisa didapatkan dari berbagai sumber, ada zakat penghasilan, zakat pertanian, zakat peternakan, zakat hasil tambang, zakat rampasan perang dan lain sebagainya.

Besaran zakat bermacam-macam tergantung tipenya. Bagi orang yang berlebih dari hasil pertanian, besarnya zakat adalah sepersepuluh (10%) dari hasil bersih jika menggunakan murni air hujan, atau seperdua puluh (5%) jika dia menggunakan teknologi dan peralatan tambahan di dalam pertaniannya. Bagi mereka yang mendapatkan harta dari jalur niaga, besaran zakat nya adalah seperempat puluh (2,5%) dari laba yang didapatkan, begitu juga bagi mereka yang bergaji. Banyak ulama sudah membahas soal ini diantaranya Syekh Yusuf Qardawi dalam kitab Fiqh Zakat.

Secara jelas, Allah SWT berfirman bahwa zakat yang dibayarkan adalah faktor pensuci jiwa dan pembersih harta. Dengan berzakat, kita menjadi lebih peduli dengan kondisi sekitar dan lebih peka ketika melihat kesenjangan sosial.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat kamu membersihkan dan mensucikan mereka. Sesungguhnya doa kamu menjadi ketentraman jiwa mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S At Taubah: 103)”

Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) berkomitmen untuk terus menyalurkan dana ZISWAF yang telah terkumpul kepada yang membutuhkan. Melakukan assessment menjadi salah satu tahapan agar dana diberikan tepat sasaran. Memiliki 3 pilar program yaitu Didik Umat, Mitra Umat dan Simpati Umat.

Dalam rangka meluaskan kemaslahatan dilaksanakan program 10 ribu untuk sejuta kebaikan. Dana zakat yang terkumpul dalam program ini akan dipergunakan untuk membantu biaya Pendidikan yatim piatu dan dhuafa. Dengan hanya nominal 10 ribu mendapatkan sejuta kebaikan. Donasi online bisa disalurkan melalui jadiberkah.id dan bsmu.or.id/sejutakebaikan.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari