Facebook

Perspektif Islam Terhadap HAM dan Hubungannya dengan Zakat

Setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia. Peringatan ini untuk mengenang hari adopsinya Deklarasi Hak Asasi Manusia tahun 1948. Hak Asasi Manusia (HAM) adalah sebuah konsep hukum dan normatif yang menyatakan bahwa manusia memiliki hak yang melekat pada dirinya karena ia adalah seorang manusia. Hak asasi manusia berlaku kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja, sehingga sifatnya universal.

HAM pada prinsipnya tidak dapat dicabut. Hak asasi manusia dapat digolongkan menjadi hak sipil dan politik yang berkenaan dengan kebebasan sipil (misalnya hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, dan kebebasan berpendapat), serta hak ekonomi, sosial dan budaya yang berkaitan dengan akses ke barang publik (seperti hak untuk memperoleh pendidikan yang layak, hak atas kesehatan, atau hak atas perumahan).

Sejak islam diturunkan, islam sudah meletakkan pondasi hak asasi manusia (HAM). Salah satu ajarannya dalam islam nyawa manusia tidak boleh ditumpahkan, karena termasuk kedalam kejahatan besar. Oleh karena itu, orang yang menghilangkan nyawa orang lain akan dihukum berat yaitu hukuman mati.

Sejarah juga membuktikan nabi Muhammad SAW melarang kebiasaan orang arab untuk membunuh anak perempuan kalau itu. Nabi mengajarkan bahwa hak hidup setiap orang sama baik laki-laki maupun perempuan. Tidak hanya hak hidup saja tapi hak mendapat pendidikan juga harus dapat dinikmati tanpa pandang gender.

Hak hidup merupakan hak yang paling penting bagi manusia. Hak hidup merupakan pokok yang tanpanya tidak akan ada artinya hak asasi lainnya. Untuk menopang hak hidup, Allah telah menurunkan syariatnya untuk membantu yang lemah melalui zakat dan sedekah. Zakat menjadi kewajiban yang harus ditunaikan bagi yang telah memiliki kelebihan harta.

Zakat memiliki tujuan untuk menciptakan kemantapan dalam masyarakat dan berarti tidak membiarkan orang miskin terlantar. Dengan dana zakat, tidak akan ada lagi orang kelaparan karena tidak mendapatkan makanan. Dengan zakat, orang yang kekurangan akan dilengkapi kebutuhan hidupnya sehingga dapat hidup dengan layak.

Zakat memurnikan/membersihkan kekayaan kita karena ia masuk ke dalam kewajiban orang kaya untuk membantu orang lemah yang termasuk dalam 8 asnaf penerima manfaat zakat salah satunya adalah orang miskin. Harta zakat dapat menstabilkan situasi keuangan masyarakat dan memastikan bahwa setiap individu diuntungkan dari kekayaan tersebut. Orang-orang kaya harus membayar zakat agar jurang antara kaya dan miskin berkurang dengan cara ini kita akan menjamin hak asasi manusia untuk semua.

Selain itu, zakat membantu membentuk karakter manusia dari orang-orang kaya karena menyelamatkan mereka dari keserakahan dan keegoisan dan membangun gagasan persaudaraan dan persatuan. Zakat juga menjadi sarana manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam rangka membantu hak hidup masyarakat yang kurang mampu, Yayasan BSMU mengadakan program 10ribu untuk sejuta kebaikan. Cukup dengan hanya 10 ribu akan akan dapat memberikan sejuta kebaikan. Donasi dapat disalurkan melalui jadiberkah.id dan bsmu.or.id/sejutakebaikan

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari