Facebook

Belajar Keuangan Syariah dari Sahabat Nabi Salman Al Farisi

Seorang muslim sebaiknya paham bagaimana cara mengatur keuangan secara syariah. Islam telah menetapkan ajaran-ajaran bagaimana cara seseorang mengatur persoalan finansialnya dalam Al-quran dan Hadist.

Cara mengatur keuangan sangat penting dan erat kaitannya dengan keberlangsungan hidup ke jangka panjang. Kita bisa saja kesulitan di masa mendatang apabila tidak bisa mengatur keuangan dan menabung sejak dini.

Dalam sebuah kisah Islam diceritakan ada seorang lelaki yang terancam finasialnya. Ia adalah Salman Alfarisi radhiallahu anhu, salah seorang sahabat nabi dari Persia. Ia dikenal dengan Formula 1-1-1 yang merupakan rumus mengatur keuangan.

Cerita tersebut berawal ketika beliau mengalami masalah finansial. Beliau tak bisa memberi makan keluarganya. Sepeser uang pun tak punya. Kemudian ia menghampiri Rasulullah untuk berkeluh dan bercerita tentang nasib malangnya.

Setelah mendengar keluhannya, Rasulullah kemudian bertanya apakah ia memiliki sesuatu yang bisa dijual. Kemudian ia memberikan kain yang bisa dijadikan selimut, dan juga gelas yang kemudian akan dijual.

Rasulullah pun kemudian melelang dua barang itu. “Saya mau membelinya satu dirham ya Rasulullah,” kata salah seorang sahabat.

“Adakah yang mau membelinya dua atau tiga dirham?”

Inilah lelang pertama dalam Islam. Lelang itu dimenangkan oleh seorang sahabat lainnya seharga dua dirham.

Dari situ, Salman Alfarisi diajarkan mengelola uang yang dimilikinya. Rasulullah menyuruh 1 dirham untuk diberikan kepada keluarga, satu dirham lagi untuk membeli kapak. Setelah membelikan makanan untuk keluarganya, ia kembali lagi kepada Rasulullah. Rasulullah kemudian menyuruhnya mencari kayu bakar di hutan dengan kapak tersebut.

Hari berganti hari, ia kembali menghadap Rasulullah dengan senang ia bercerita telah mendapatkan 10 dirham dari usahanya. Laki-laki itu tak lagi kekurangan uang untuk menafkahi keluarganya.

Salman Al Farisi punya rumus 1-1-1. Bermodalkan uang 1 dirham, ia membuat anyaman dan dijualnya 3 dirham. 1 dirham ia gunakan untuk keperluan keluarganya, 1 dirham ia sedekahkan, dan 1 dirham digunakan kembali sebagai modal. Dengan pengaturan keuangan seperti itu, ia kemudian sukses memiliki ladang sendiri.

Begitulah awal mudah lahirnya formula mengatur keuangan 1-1-1 dari sahabat Nabi Muhammad SAW, bernama Salman Al Farisi. Formula 1-1-1 tersebut dapat kita tiru di zaman sekarang untuk mengelola keuangan.

Konsep ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan membagi tiga pendapatan yang diperoleh. sepertiga untuk digunakan kebutuhan sehari-hari, sepertiga untuk bersedekah dan sisanya untuk keperluan modal lagi.

Pengaturan keuangan seperti itu dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan keperluan masing masing orang. Misalnya, pembagian tersebut kamu bagi untuk keperluan konsumtif yang rutin dikeluarkan, seperti memenuhi kebutuhan hidup keluarga, biaya pendidikan, hingga keperluan membayar listrik dan air.

Begitu pula pembagian untuk modal, namun kamu adalah karyawan yang tidak membutuhkan modal usaha. Walaupun kamu adalah seorang karyawan atau pegawai, kamu dapat menyisihkan setiap bulan gaji untuk menjadi modal atau membeli aset.

Aset adalah modal atau barang yang menghasilkan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah barang yang justru mendatangkan pengeluaran. Artinya, kamu menyisihkan untuk menabung atau investasi.

Dengan konsep ini kamu bisa terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan membagi tiga pendapatan yang diperoleh. 1/3 untuk digunakan kebutuhan sehari-hari, 1/3 untuk bersedekah dan sisanya untuk keperluan modal kembali. Jadi, bisa juga disimpulkan bahwa kita perlu memperhatikan 4 hal di bawah ini dalam mengelola keuangan ala Salman Al Farisi, yaitu :

  1. Sisihkan Untuk Modal

Islam menganjurkan umatnya untuk berdagang dalam mencari nafkah. Oleh karena itu, Islam juga menganjurkan untuk menyisihkan pendapatan yang diperoleh dari berdagang untuk modal kembali. Jangan sampai uang hasil berdagang digunakan semuanya untuk membeli kebutuhan konsumtif.

  1. Menabung

“Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.” (H.R Bukhari)⁣

Dengan menabung Anda akan memiliki cadangan uang yang akan bisa digunakan kapan saja. Mulailah menabung sedikit demi sedikit⁣

  1. Sedekah

Salah satu cara untuk mensucikan harta adalah dengan bersedekah. Hal ini dilakukan karena dalam islam 2.5% dari rezeki yang Anda terima ada hak orang lain di dalamnya. Oleh sebab itu sisihkan lah pendapatan yang diterima per bulannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan lewat berbagai macam badan penyalur sedekah.

  1. Hindari Berhutang

Utang memang kadang kala menjadi penyelamat finansial di saat darurat. Namun, kenyataannya dalam Islam tidak dianjurkan untuk berhutang jika tidak benar-benar membutuhkan. Artinya, jika Anda masih bisa berusaha untuk membayar sesuatu, janganlah berhutang.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari