Facebook

Wakafkan Tanah Untuk Mengalirkan Pahala Sampai Akhirat

Tidak ada satupun makhluk Allah yang tahu tentang masa depan termasuk mengetahui kapan usia manusia akan berakhir. Meskipun demikian manusia bisa memperbanyak amalan yang senantiasa terus mengalir walau sudah tidak berada di dunia. Amalan tersebut adalah amal jariyah.

Sebagaimana hadits yang diceritakan oleh imam Muslim dari Abu Hurairah. Nash hadits tersebut adalah; “Apabila seorang manusia itu meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali dari tiga sumber, yaitu sedekah jariah (wakaf), ilmu pengetahuan yang bisa diambil manfaatnya,  dan anak soleh yang mendoakannya.”

Wakaf adalah sedekah jariyah yang kebermanfaatannya terus mengalir hingga ke akhirat. Selagi barang wakaf masih dipergunakan, maka pahala masih mengalir walaupun sudah meninggal. Ada berbagai macam wakaf yang sudah mulai digencarkan di masyarakat. Contohnya wakaf untuk penyediaan ambulance dan wakaf untuk pembangunan Masjid Bakauheni yang sedang dilaksanakan oleh YBSMU. Cara berdonasi nya pun sangat mudah, yaitu bisa melalui BSI Mobile, web official www.bsmu.or.id atau jadiberkah.id

Salah satu wakaf yang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah wakaf tanah. Tanah dapat dipergunakan untuk membangun tempat ibadah, lembaga pendidikan agama, atau bahkan area pemakaman. Nilai guna tanah tidak termakan waktu dan dapat digunakan hingga terus menerus. Wakaf tanah dapat berupa hak guna secara penuh atau sebagian dengan batas waktu tertentu.

Secara hukum, wakaf tidak berbeda dengan amal jariah, yaitu menyedekahkan harta benda pribadi untuk kepentingan umum. Namun, jika dilihat dari sifatnya, wakaf tidak sekedar berbagi harta seperti kegiatan amal pada umumnya. Wakaf memiliki nilai manfaat yang lebih tinggi dan mampu menjangkau lebih banyak orang.

Dasar hukum dari perwakafan tanah milik dapat ditemukan di Pasal 49 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (selanjutnya disebut UUPA) yang menentukan bahwa perwakafan tanah milik dilindungi dan diatur dengan Peraturan Pemerintah. Peraturan Pemerintah yang dimaksud dalam ketentuan tersebut adalah Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik Pengertian wakaf menurut ketentuan Pasal 1 ayat (1) PP 28/1977 adalah sebagai berikut:

Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa tanah milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya seuai dengan ajaran agama Islam.

Unsur unsur perwakafan tanah adalah Tanah yang diwakafkan adalah tanah hak milik atau tanah milik yang bebas dari segala pembebanan, ikatan, sitaan atau perkara. Sedangkan pihak yang mewakafkan tanah miliknya disebut wakif. Pada umumnya wakif adalah seseorang atau beberapa orang pemilik tanah yang telah dewasa, sehat akalnya dan tidak terhalang untuk melakukan perbuatan hukum. Perwakafan tanah milik harus dilakukan atas kehendak sendiri dan tanpa paksaan dari pihak lain.

YBSMU mempunyai program unggulan 10 ribu Untuk Sejuta Kebaikan. Dengan program unggulan ini, masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari