Facebook

Hore, Penumpang Pesawat Jawa Bali Tak Perlu Lagi Tes PCR untuk Terbang

Penumpang pesawat tujuan Jawa Bali saat ini mungkin mulai bernafas lega. Hal ini karena pemerintah telah mengubah ketentuan tes PCR untuk penumpang pesawat. Kali ini, penumpang pesawat rute intra Jawa dan Bali tak perlu lagi mengantongi syarat tes PCR.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy dalam Konferensi Pers virtual PPKM, Senin (1/11).  Dalam kesimpulan rapat rutin penanganan COVID-19 di Indonesia, Menteri Muhadjir menyampaikan untuk syarat tes perjalanan udara untuk wilayah Jawa dan Bali tidak diharuskan lagi tes PCR namun cukup tes antigen.

“Hal ini sama dengan syarat yang diberlakukan untuk perjalanan udara luar Jawa Non Bali sesuai usulan Kemendagri,” kata Menteri Muhadjir.

Sebelumnya, aturan wajib PCR bagi penumpang pesawat penerbangan domestik di wilayah Jawa-Bali (PPKM Level 1-4) dan luar Jawa-Bali (PPKM Level 4-3) sudah berlaku sejak 24 Oktober 2021

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas No. 21 tahun 2021, Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) No. 53 dan No. 54 Tahun 2021 dan 4 SE dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No. 86, 87, 88 dan 89 Tahun 2021.

Meskipun ada relaksasi aturan mengenai syarat tes PCR untuk perjalanan udara Jawa Bali, pemerintah tetap memperkuat kewaspadaan pada masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Apalagi tahun depan akan ada beberapa acara besar berskala nasional yang banyak mengundang negara sahabat.

Langkah antisipasi ini diperkuat dengan optimalisasi vaksinasi dan penerapan protocol Kesehatan 3T yaitu tracing, treatment dan tracking. Pemerintah juga akan meningkatkan proactive tracing yang akan terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan pemerintah tetap memastikan bahwa implementasi protokol Kesehatan bisa dilakukan sebaik-baiknya agar tidak terjadi lonjakan kasus di Indonesia.

Menteri Budi menyampaikan untuk update vaksinasi di Indonesia terakhir yaitu sebanyak 168 juta masyarakat  telah mendapatkan suntikan vaksin tahap pertama atau 80,9%. Sedangkan yang telah mendapatkan suntikan lengkap dosis dua adalah 123 juta orang atau 59%.

Laznas BSMU mempunyai program 10rb untuk sejuta kebaikan. Dengan program ini, masyarakat dapat dengan mudah melakukan Infaq Bantuan COVID-19 untuk membantu program pemerintah menangani pandemic. Bantuan ini dapat dilakukan melalui aplikasi BSI Mobile, Jadiberkah.id atau BSMU.or.id.


Berita Terkait

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari