Facebook

Peringati Sumpah Pemuda, Laznas BSMU Gelar Talkshow Dengan Dosen Sejarah UI

Memperingati Sumpah Pemuda, Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) menyelenggarakan acara Ngobrol Pelajar Inspiratif (Ngopi) dengan topik ‘Spirit Of Youth’. Acara yang diselenggarakan tiap bulan ini, diharapkan bisa menjadi sarana membentuk generasi muda yang baik secara akademik dan spiritual, berakhlak islami, serta memiliki kemandirian.

Acara kali ini istimewa karena tidak hanya diikuti oleh penerima beasiswa SPI tetapi juga ISDP, BSI Scholarship dan Fellowship.

Topik yang diangkat pada Oktober 2021 ‘Spirit Of Youth’ bertujuan untuk meneladani semangat sumpah pemuda yang saat ini tidak harus berperang di medan juang, namun juga bisa melakukan hal positif yang berguna bagi bangsa dan negara.

Aprilia Eviyanti, manager Likes and Education Group Laznas BSMU dalam sambutannya menyatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengingat dan mengenang sejarah bangsanya. Dengan mengenangnya kita mendapat semangat untuk meneruskan perjuangan kemerdekaan membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Jangan pernah takut bermimpi, karena menjadi besar berawal dari mimpi’, pesan Lia.

Dalam diskusi ini hadir, Ketua Departemen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia, Abdurakhman sebagai narasumber. Dalam materinya, Abdurakhman menyampaikan bahwa hanya bangsa yang menghargai jasa pahlawannya yang bisa menjadi bangsa yang besar.

“Bagaimana kita bisa menghargai jasa pahlawan kita, ini harus direnungkan,” kata Abdurakhman. Menurut Abdurakhman untuk memaknai Sumpah Pemuda, perlu berawal dari perjuangan pahlawan sehingga bisa mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Jauh sebelum kemerdekaan, sebenarnya rasa nasionalisme Indonesia sudah mulai muncul ditandai dengan adanya kaum kalangan intelektual muda yang sadar akan aspek bangsa. Pada saat itu peran surat kabar dan munculnya organisasi besar seperti Budi Utomo dan Indische Partij cukup besar.

Adanya perubahan kebijakan Hindia Belanda yaitu munculnya Politik Etis membuat kesadaran berbangsa di kalangan pemuda tumbuh. Dengan politik etis juga mendorong munculnya intelektual muda cerdas yang akhirnya sadar bangsanya sedang dijajah.

Generasi milenial saat ini mempunyai potensi besar menjadi penggerak kemajuan Bangsa. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang dihadapkan dengan perjuangan melawan penjajah dan ketidakadilan, Pemuda saat ini dituntut untuk bisa berkarya untuk perbaikan kehidupan bangsa.

Semangat sumpah pemuda yang pernah menyatukan para pemuda di setiap daerahnya dapat dijadikan teladan untuk pemuda milenial untuk terus menggali potensi di daerahnya sehingga dapat memberi kontribusi bagi kemajuan daerah masing-masing yang kemudian akan memberi pengaruh besar bagi Indonesia.

Pada akhir acara disimpulkan bahwa, sejarah selalu digerakkan oleh peristiwa-peristiwa besar yang merubah dunia. Peristiwa-peristiwa besar digerakkan oleh tokoh-tokoh besar yang mengabdikan diri untuk bangsanya. Kemerdekaan Indonesia, bergerak dari kondisi tertekan dan tertindas dan bergerak membawa Indonesia menjadi negara berdaulat.

Tokoh-tokoh besar pahlawan bangsa, melekat pada dirinya sifat berani berkorban membela kebenaran, jujur, pantang menyerah dan tanpa pamrih. Sebagai generasi muda muslim sudah selayaknya mencontoh para pahlawan dalam mengisi cita-cita kemerdekaan. Pemuda adalah penggerak bangsa jika pemudanya tidak bergerak maka bangsanya tidak akan mengalami kemajuan.


Berita Terkait

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari