Facebook

Tidak Perlu Nunggu Kaya untuk Bisa Ikut Berwakaf

Wakaf adalah ibadah yang memiliki banyak manfaat untuk orang lain. Masyarakat masih banyak yang menilai bahwa wakaf hanya dilakukan oleh orangtua dan juga yang memiliki harta berlimpah saja. Padahal sejatinya wakaf bisa ditunaikan oleh siapa saja dan berapapun harta yang dimiliki.

Stigma ini sepertinya terbantahkan oleh apa yang dilakukan oleh seorang bocah dari Banyumas Jawa Tengah. Dilansir dari elmadani.com mengisahkan kisah inspiratif seorang anak kecil yang berjuang untuk dapat berwakaf.

Namanya Abil, entah dari mana anak kecil ini memiliki keinginan yang kuat untuk ikut berwakaf dalam pembangunan pesantren. Abil merupakan putra dari pasangan bapak Budi dan ibu Tini, warga Banjarparakan Rawalo Banyumas Jawa Tengah. Setiap hari ia menyisihkan sedikit-demi sedikit uang jajan yang didapat orang tuanya demi ikut program wakaf program Wakaf pembebasan tanah buat pesantren tahfidz.

Harga satu meter persegi tanah wakafnya adalah Rp 150.000, bukan nilai yang besar bagi orang dewasa yang bekerja sebagai eksekutif muda di Jakarta. Di sudut kota Jakarta uang sebesar itu hanya bisa memesan satu jenis makanan saja, tapi berbeda yang dipikirkan Abil, ia memiliki keinginan mulia terhadap uang tersebut.

Rupiah demi rupiah dikumpulkan dengan penuh semangat. Berbekal uang receh pecahan seratus dan lima ratus rupiah Abil menitipkan kepada ibunya untuk diserahkan kepada pengurus Pondok, yang diniatkan untuk wakaf tanah.Keyakinannya terhadap janji Allah sudah dapat dibuktikannya dengan perjuangan untuk wakaf.

Ini bukan perihal berapa besar jumlah yang diberikan, namun kegigihan serta didikan dari orang tua yang menjadi tauladan. Walaupun Abil masih kelas 6 MI Ma’arif, tetapi ia rela menyisihkan uang jajannya untuk ikut berwakaf. Padahal, normalnya anak kecil kebanyakan uang jajannya dihabiskan apalagi ini masih bulan Ramadhan, yang kebanyakan anak bersenang – senang ria, tidak begitu dengan nanda Abil ini, justru di bulan Ramadhan beliau malah mengurangi jajannya demi untuk ibadah, sungguh perbuatan yang mencerminkan kesholehan. Semoga kelak nanda Abil menjadi anak yang Sholeh Taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua dan gurunya, dan menjadi orang yang berguna bagi Agama Bangsa dan Negara.

Membaca kisah Abil, membuat kita disadarkan bahwa wakaf itu adalah untuk siapa saja, terutama yang yakin akan janji Allah. Selain itu kita juga diajarkan bahwa wakaf tidak harus dengan jumlah yang besar, dan hanya untuk orang kaya saja.

 

Wakaf Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) saat ini memiliki program 10 ribu untuk sejuta kebaikan. Hanya bermodal uang receh sepuluh ribu rupiah sudah bisa menjalankan sunnah rasulullah yaitu wakaf. Saat ini wakaf yang sedang berjalan salah satunya adalah pembangunan masjid Bakauheni Lampung. Masjid ini menjadi sangat penting karena akan mempermudah pengguna pelabuhan dalam menjalankan ibadahnya.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari