Facebook

Peran Pemuda dalam Perkembangan Bangsa Indonesia

Pemuda memiliki peran yang cukup besar dalam merubah keadaan. Hal ini juga didukung oleh data bahwa jumlah pemuda saat ini merupakan mayoritas penduduk di Indonesia. Sejarah telah membuktikan, dengan bersatunya pemuda dapat mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

28 Oktober 1928 menjadi saksi sejarah bersatunya pemuda Indonesia mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia negara yang berdaulat, ditandai dengan lahirnya ikrar sumpah pemuda, yang berbunyi:

PERTAMA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,

TANAH INDONESIA.

KEDOEA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,

BANGSA INDONESIA.

KETIGA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,

BAHASA INDONESIA.

Di ikrarkan bersama di Gedung Juang Kramat 106, Jakarta, para pemuda Indonesia saat itu rela mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi untuk mencapai cita-cita kemerdekaan. Wilayah yang luas dan dibatasi oleh laut tidak menghalangi semangat untuk bersatu.

Lalu , siapakah tokoh pemuda di balik tercetusnya sumpah pemuda?

Dia adalah Soegondo Djojopuspito lahir pada 22 Februari 1904 di Tuban, Jawa Timur. 

Namanya kini dikenang menjadi Nama salah satu Gedung di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia. Ide diadakannya kongres pemuda berasal dari PPPI (Perhimpunan Pemuda Peladjar Indonesia) yang beliau menjadi ketuanya. Pada Kongres kedua Pemuda beliau terpilih sebagai pimpinan kongres.

Semangat bekerjasama untuk tujuan yang mulia tersebut membuah hasil dengan semakin kuatnya persatuan para pemuda Indonesia, sehingga tanggal 17 Agustus 1945 di proklamirkanlah Kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan menggapai cita-cita tidaklah bisa dicapai secara instan, butuh proses dalam pelaksanaannya, tetapi jika kita tetap dalam tujuan yang ditetapkan maka yakinlah cita-cita tersebut akan dapat terwujud.

Namun, kondisi saat ini cukup menyedihkan, pemuda seolah kehilangan jati diri bangsa sehingga lebih terlihat sikap mengedepankan kepentingan pribadi daripada umum. Seperti kasus yang sedang viral, adanya publik figur yang lari dari karantina Covid-19 dengan tanpa alasan yang jelas.

Pandemi sudah membuat berbagai perubahan dalam kehidupan, termasuk dengan melemahnya perekonomian bangsa. Kini peran pemuda sangat diharapkan untuk bersatu menghidupkan perekonomian Indonesia dengan berbagi kepada sesama bisa dengan Sociopreneur atau sedekah langsung kepada yang membutuhkan. Dalam islam diajarkan untuk berbagi, untuk yang wajib disebut zakat dan untuk yang sunnah disebut infaq, untuk amal abadi disebut wakaf.

Menutup tahun 2021, Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (YBSMU) memiliki program 10ribu untuk sejuta kebaikan. Walaupun hanya 10ribu tapi dapat memiliki dampak yang besar jika dikelola secara profesional. Jika setiap pemuda yang notabene mendominasi populasi orang aktif Indonesia, jika setiap pemuda menyumbang maka akan ada ribuan orang yang dapat terbantu.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayah untuk senantiasa melakukan kebaikan dengan hanya mengharap ridho dari Allah. Sejarah telah mencatat masalah bangsa hanya bisa diselesaikan dengan bersama-sama.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari