Facebook

Potensi Zakat Untuk Generasi Millenial dan Gen Z

Indonesia saat ini didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z. berdasarkan data Penduduk Indonesia pada 2020 tercatat jumlah penduduk generasi Z yang lahir di rentang tahun 1997-2012 mencapai 74,93 juta jiwa atau 27,94% dari total populasi. Penduduk generasi milenial yang lahir antara tahun 1981-1996 mencapai 69,38 juta jiwa atau 25,87% dari total populasi. (Sumber: katadata.co.id)

Data tersebut sekaligus memberikan gambaran potensi zakat yang cukup besar dari kalangan generasi milenial dan gen Z. Fenomena generasi hijrah yang kini kian marak juga menjadi potensi semakin meningkatnya zakat dari generasi tersebut. Walaupun demikian masih banyak yang menghabiskan rezeki yang dimiliki untuk kesenangannya, seperti makan-makan, jalan-jalan dan kumpul bersama teman-teman sebayanya.

Generasi Z memiliki potensi penghasilan yang cukup besar, walaupun mereka belum tentu bekerja sebagai karyawan. Banyak generasi Z yang bekerja sebagai pekerja creative sehingga penghasilannya tidak dapat diukur setiap bulannya. Dalam hal berzakat, banyak juga diantara mereka merasa belum wajib, karena berfikir kehidupan mereka masih ditanggung oleh orangtua.

Pemahaman mengenai zakat terhadap generasi ini perlu terus ditingkatkan. Untuk lebih mengenal apa itu zakat penghasilan bisa disimak penjelasan berikut.

Apa yang dimaksud zakat profesi?

Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan ketika mendapatkan hasil dari profesi yang dijalankan, maka setiap orang yang telah memiliki penghasilan wajib untuk membayar zakat profesi/penghasilan. Para ahli fikih kontemporer bersepakat bahwa hasil profesi termasuk harta yang harus dikeluarkan zakatnya, mengingat zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin di antara mereka (sesuai dengan ketentuan syarak). Namun, zakat profesi belum wajib ditunaikan jika belum mencapai nisabnya.

Nishab Zakat Profesi

Para ulama umumnya mengqiyaskan zakat profesi dengan zakat tanaman. termasuk ketika mengqiyaskan nisab. Maka nishab zakat profesi sesuai dengan zakat tanaman, yaitu setiap menerima panen atau penghasilan dan besarnya adalah 5 wasaq atau setara dengan 653 kg beras. Jika harga beras Rp10.000, maka nisabnya adalah Rp 6.530.000,00

Cara Bayar Zakat Profesi

Zakat profesi yang harus dibayarkan adalah 2,5% dari penghasilan yang didapat. Jadi jika penghasilannya Rp 10.000.000 x 2,5% = Rp 250.000,00

Selain memiliki potensi penghimpunan zakat profesi yang cukup besar, dengan pemberdayaan dana zakat yang dikelola secara profesional dapat membantu para generasi potensial untuk meningkatkan perekonomiannya.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat memiliki program pemberdayaan ekonomi millennial melalui Islamic Sociopreneur Development Program. Melahirkan sociopreneur yang memiliki perhatian kepada ekonomi masyarakat di lingkungannya. Selain itu Laznas BSMU juga memiliki 8 program unggulan akhir tahun yaitu 10 ribu untuk sejuta kebaikan.

Melalui uang sepuluh ribu rupiah dapat menyebarkan berbagai kebermanfaatan. Dana zakat yang terhimpun akan disalurkan melalui program orangtua asuh. masyarakat dapat berdonasi dengan 10 ribu rupiah atau lebih untuk dapat ikut berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui aplikasi BSI Mobile, bsmu.or.id, dan jadiberkah.id.    

 

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari