Facebook

Pahala Memberi Makanan kepada Orang yang Membutuhkan

Hari Pangan Sedunia (#WordFoodDay) tahun ini merupakan kali kedua diperingati masyarakat dalam kondisi pandemi Covid-19. Kondisi pandemi menyebabkan banyak masyarakat mengalami penurunan dalam mengakses bahan pangan salah satunya disebabkan karena faktor  ekonomi.

Data ini didukung juga oleh laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut pada  pada Maret 2021 sebesar 10,14% atau sebanyak 27,54 juta penduduk Indonesia berstatus miskin. Tingkat kemiskinan masih lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum pandemi pada September 2019.

Fakta ini menyadarkan berbagai pihak, bahwa kelaparan, kemiskinan dan ketersediaan makan adalah tiga faktor yang saling berkaitan. Masalah kebutuhan pangan ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah tapi juga masyarakat termasuk lembaga Zakat Infaq Shodaqoh dan Wakaf (ZISWAF).

Jika merujuk ke literatur, islam mengajarkan kita untuk memberi makan orang lain “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.” (HR. Thabrani). Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” Nabi SAW menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikh Nawawi Banten menceritakan ulang di dalam karyanya Nashaihul Ibad tentang rahasia Nabi Ibrahim hingga menjadi khalilulllah (kekasih Allah). Nabi Ibrahim mengaku tidak makan sore dan makan pagi kecuali bersama tamu. Bahkan Nabi Ibrahim menempuh perjalanan sejauh 1 mil atau 2 mil sekadar mencari orang untuk menemaninya makan.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat sejumlah kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lalu seorang Arab Badui berdiri lalu bertanya, “Ya Rasulullah untuk siapa kamar-kamar itu?” Nabi SAW menjawab, “…untuk orang yang memberi makan …” (HR. Tirmidzi).

Tidak hanya memperoleh kamar khusus, orang yang memberi makan juga akan masuk surga dari pintu khusus. Nabi SAW informasikan, “Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin  hingga membuatnya kenyang dari rasa lapar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain.” (HR. Thabrani).

Laznas Bangun Sejahtera Mitra umat (BSMU) memiliki program untuk menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan. Adapun programnya meliputi Warteg Mobile, yang memberikan makanan siap santap kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu juga program yang dijalankan untuk membantu mengatasi masalah pangan adalah memberikan sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi, dan ATM Beras.

Akhir tahun 2021 Laznas BSMU semakin gencar melakukan kampanye untuk membantu mengatasi masalah pangan dengan 10 ribu sejuta kebaikan. Program yang akan dijalankan adalah Beras Untuk Santri. Dengan ikut serta dalam program ini berarti telah ikut andil dalam program pendidikan, pangan dan ekonomi. Karena beras yang akan didistribusikan merupakan beras hasil desa binaan Laznas BSMU. Cara ikut berpartisipasi cukup mudah, cukup dengan transfer ke rekening 14040 atau melalui www.bsmu.or.id/sejutakebaikan

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari