Facebook

Menyusun Khutbah Jum’at Yang Sesuai Dengan Syariat Islam

Khutbah berasal dari bahasa arab yang artinya pidato atau ceramah. Namun saat ini, makna yang melekat dari kata khutbah adalah pidato keagamaan pada hari Jum’at, Idul Fitri atau Idul Adha.

Khutbah Jum’at memiliki peran penting dalam penyelenggaraan sholat Jum’at. Tanpa adanya khutbah, sholat Jum’at menjadi tidak sah. Menjadi tantangan tersendiri untuk para da’I/pendakwah untuk  menyusun khutbah yang disampaikan. Penyampaian yang monoton menyebabkan jamaah akan mudah terserang rasa kantuk sehingga tidak dapat mendengar dengan khusyu’.

Menyusun Khutbah Jum’at  membutuhkan kreatifitas agar jamaah menjadi lebih mudah menerima nilai-nilai yang disampaikan. Pembuatan khutbah Jum’at yang kreatif tentu sangat diperbolehkan, namun demikian tidak boleh keluar dari rukun-rukunnya. Adapun rukun-rukun khutbah Jum’at menurut Imam syafi’I adalah sebagai berikut:

1.Memuji Allah di kedua khutbah, yaitu dengan menyebut hamdalah dalam setiap khutbah.

Khutbah Jum’at wajib dimulai dengan  hamdalah, yaitu memuji Allah. Misalnya: Alhamdulillah, Innalhamda lillah atau alhamdulillah. Lafadz ini wajib diucapkan di khutbah pertama dan khutbah kedua.

2.Membaca Sholawat atas Nabi Muhammad SAW di kedua khutbah.

Sholawat kepada nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam harus dilafadzkan dengan jelas. Misalnya usholli ‘ala Muhammad atau As-shalatu ‘ala Muhammad atau Ana mushallai ‘ala Muhammad.

3.Memberi Wasiat untuk bertakwa di kedua khutbah.

Yang dimaksud washiyat adalah perintah atau ajakan/anjuran untuk bertakwa/takut hanya kepada Allah SWT. Perkataan tersebut bisa dalam bentuk kalimat: “takutlah kalian kepada Allah” atau “marlah kita bertaqwa dan menjadi hamba yang taat’”

4.Membaca ayat suci Al-Qur’an di salah satu dari dua khutbah

Dalam khutbah Jum’at minimal ada satu kalimat ayat Alqur’an yang mengandung makna lengkap. Bukan sekedar potongan ayat yang belum lengkap pengertiannya. Belum dikatakan lengkap bila sekedar mengucapkan lafdz,”Tsumma nazhar”. Mengenai tema ayat yang dibawakan bisa bebas disesuaikan dengan tema yang diangkat.

5.Mendoakan kaum mukminin di khutbah kedua, dengan doa-doa yang sudah dikenal

Pada bagian akhir, khatib harus mengucapkan lafadz doa yang meminta kebaikan kepada Allah untuk seluruh umat islam.Misalnya kalimat: Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat atau kalimat Allahumma ajirna minannar.

Demikianlah tuntunan dalam menulis khutbah Jum’at dengan baik dan benar. Sebagai jama’ah sholat Jum’at menjadi keutamaan untuk mendengarkan khutbah. Selain bisa mendapat pahala dari mendengarkan khutbah, jamaah sholat Jum’at dapat melipatgandakan ibadah sholat Jum’at dengan bersedekah. Membantu biaya operasional masjid dalam menjalankan aktivitasnya.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) memiliki program 10 ribu untuk sejuta kebaikan. Program yang dijalankan di dalamnya salah satunya infaq/sedekah untuk membantu operasional masjid di seluruh Indonesia. Walaupun rezeki yang di infaqkan tidak besar namun kebermanfaatannya dapat menjadi berkah.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Cari