Karakter Jiwa yang Sehat, Berdasarkan Perspektif Islam

Sebentar lagi kita akan akan memperingati hari kesehatan jiwa yang jatuh pada tanggal 10 Oktober. Peringatan ini diadakan pertama kali pada tahun 1992 atas prakarsa World Federation for Mental Health (WFMH), sebuah organisasi global kesehatan jiwa dengan anggota lebih dari 150 negara. Peringatan ini bertujuan agar masyarakat dunia menaruh perhatian lebih terhadap masalah kesehatan jiwa dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Kesehatan jiwa memiliki peranan penting dalam menghadapi kehidupan. Dengan jiwa yang sehat akan banyak kontribusi positif yang dapat dilakukan. Selain itu kejiwaan yang sehat juga akan mempengaruhi kesehatan fisik, menjadikan aktivitas fisik tidak terhalang oleh permasalahan yang membebani jiwa.

Menurut Undang-undang No 3 Tahun 1966 yang dimaksud dengan “Kesehatan Jiwa” adalah keadaan jiwa yang sehat menurut ilmu kedokteran sebagai unsur kesehatan, yang dalam penjelasannya disebutkan sebagai berikut:

“Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain”. Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain.

Islam sudah sejak lama mengajarkan umatnya selalu seimbang dalam menjalani kehidupan.Jiwa yang sehat akan melahirkan ketenangan dan selalu bertindak dengan pikiran yang jernih. Ketenangan jiwa dalam islam tercermin salah satunya adalah dengan khusyu dalam sholat, hal ini merupakan latihan jiwa menuju ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah QS Ar Ra’ad 13:28) yang artinya “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”

Diambil dari tulisan Purmansyah Ariadi yang berjudul ‘Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam’, karakter jiwa yang sehat adalah:

1.Aspek Fisik

 – Perkembangan yang normal

 – Berfungsi dalam melakukan tugas-tugasnya

 – Sehat, tidak sakit-sakitan

2.Aspek Psikis

 – Respek terhadap diri sendiri dan orang lain

 – memiliki insight dan rasa humor

 – Memiliki respon emosional yang wajar

 – Mampu berpikir realistik dan objektif

 – Terhindar dari gangguan-gangguan psikologis

 – Bersifat kreatif dan inovatif

 – Bersifat terbuka dan flexibel, tidak defensif

 – Memiliki perasaan bebas memilih, menyatakan pendapat, dan bertindak

3.Aspek Sosial

 – Memiliki perasaan empati dan kasih sayang (affection) terhadap orang lain, serta senang memberikan pertolongan kepada orang-orang yang memerlukan pertolongan (sikap alturis)

 – mampu berhubungan dengan orang lain secara sehat, penuh cinta kasih dan persahabatan

– Bersifat toleran dan mau menerima tanpa memandang kelas sosial, tingkat pendidikan politik, agama, suku, ras dan warna kulit.

4.Aspek Moral Religius

 – Beriman kepada Allah dan taat mengamalkan ajaran-Nya

 – Jujur, amanah (tanggung jawab) dan ikhlas dalam beramal

Dengan mengetahui karakteristik/ciri jiwa yang sehat, kita dapat sedini mungkin mendeteksi kondisi kesehatan jiwa. Berbuat baik kepada orang lain bisa menjadi sarana untuk memperbaiki jiwa/mental yang sedang sakit.

Menunaikan ZISWAF merupakan salah satu cara Allah untuk menjadikan umat islam untuk selalu dalam keadaan sehat sehingga dapat terus beramal dengan yang terbaik. Menyalurkan dana sedekah kepada yang membutuhkan akan menimbulkan perasaan bahagia bagi pemberi dan penerima.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search