Zakat Sebagai Pemotong Pajak (Bagian Kedua)

Setelah mengetahui dasar hukum zakat sebagai pengurang pajak, tentunya akan ada pertanyaan bagaimana cara penerapan zakat agar dapat mengurangi pajak di SPT Tahunan?

Menurut informasi yang dilansir dari info-pajak.com, hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-06/PJ/2011 tentang Pelaksanaan Pembayaraan dan Pembuatan Bukti Pembayaran atas Zakat, Pasal 2 yang berbunyi:

(1). Wajib Pajak yang melakukan pengurangan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, wajib melampirkan fotokopi bukti pembayaran pada Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak dilakukannya pengurangan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib.

BACA : Keutamaan Zakat Yang Wajib Kamu Ketahui

(2). Bukti pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1):

  1. Dapat berupa bukti pembayaran secara langsung atau melalui transfer rekening bank, atau pembayaran melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
  2. Paling sedikit memuat:
    1. Nama lengkap wajib pajak dan nomor pokok wajib pajak pembayar pajak.
    1. Jumlah pembayaran.
    1. Tanggal pembayaran.
    1. Nama badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan yang dibentuk dan disahkan pemerintah.
    1. Tanda tangan petugas badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan pemerintah di bukti pembayaran apabila pembayaran secara langsung.
    1. Validasi petugas bank pada bukti pembayaran apabila melalui transfer rekening bank.

Namun, zakat Anda tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto jika:

  • Tidak dibayarkan oleh wajib pajak pada badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan pemerintah.
  • Bukti pembayaran tidak memenuhi ketentuan seperti yang disebutkan di atas.

Jika sudah membayar zakat dan memiliki bukti sesuai ketentuan dalam peraturan, Anda dapat melampirkannya pada saat pelaporan SPT Tahunan pajak penghasilan dalam tahun pajak saat zakat ditunaikan. Zakat di SPT Tahunan akan menentukan penghasilan neto.

BACA : Perbedaan ZAKAT Dan Sedekah

Selain dapat menjadi pemotong zakat, saat ini membayar zakat melalui Lembaga zakat ditawarkan berbagai kemudahan cara bayar seperti; pembayaran online, melalui aplikasi mobile, platform (bsmu.or.id atau jadiberkah.id) atau transfer ke rekening tujuan yang telah ditentukan. Tidak perlu khawatir mengenai pengelolaan uang yang telah diamanahkan, karena Lembaga zakat dalam hal ini Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat juga diaudit oleh audit external yaitu PWC.

Membayar zakat melalui Lembaga dapat memiliki dampak yang besar, hal itu karena dana yang terkumpul akan mampu perekonomian secara signifikan, yaitu merubah mustahik menjadi muzakki. Seperti contohnya Desa Berdaya Sejahtera mandiri Lampung, yang merupakan desa binaan Laznas BSMU, dahulu merupakan penerima zakat tapi setelah panen dan berlimpah sudah bisa menjadi muzakki (pembayar zakat).

Pengoptimalan dana-dana ZISWAF untuk mengatasi permasalahan masyarakat akan lebih memiliki kesempatan berhasil yang besar. Dana yang dikelola dengan manajemen yang baik dan professional akan mendatangkan kebermanfaatan yang berlipat ganda.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search