Belajar Sedekah dari Kisah-kisah Ajaib Pembeli Surga

Jakarta – Harta kita adalah sebagian milik orang lain. Itu merupakan kalimat yang mungkin sering kita dengar di kehidupan. Dalam islam kita dianjutkan untuk bersikap saling bantu antar sesama dengan cara menyebarkan harta, baik dalam bentuk pemberian maupun dalam bentuk perdagangan serta tidak memendam harta untuk dijadikan miliknya sendiri.  

Syekh Kulaini dalam kitabnya, Al Kafi meriwayatkan hadits dari Imam Ja’far Shadiq, “Obati penyakitmu dengan sedekah, dan hilangkan kesulitan kesulitan dan musibah dengan sedekah. Sedekah membuang tujuh puluh setan dari apa yang ada dalam janggut seseorang, dan sedekah akan lebih dulu sampai ke tangan Allah SWT sebelum sampai ke tangan orang yang membutuhkan.” 

Dalam realitas kehidupan, tidak sedikit manusia lupa bahwa hartanya merupakan amanah Allah serta terdapat hak orang lain dalam harta tersebut. 

Ingin menjadi orang yang senantiasa beruntung? 

Dilansir dari finance.detik.com ada kisah luar biasa di zaman nabi terkait dengan keajaiban sedekah. Dalam buku ‘Kisah-kisah Ajaib Pembeli Surga’ karya Ahmed Al Ali, dikisahkan dari Mullah Fatih Ali bahwa seorang kawan dekatnya, laki-laki mengaku memiliki sejumlah lahan pertanian. Namun, selama setahun perekonomian di daerahnya memburuk sehingga banyak orang menderita akibat kelaparan. Akhirnya, laki-laki itu memutuskan untuk memberikan hasil panen dari salah satu ladang pertaniannya untuk orang-orang miskin. 

Ia pun pergi ke masjid dan mengumumkan kepada semua orang bahwa mereka boleh memanfaatkan tanah ladangnya, dan mengambil semua hasil panennya sesuai kebutuhan.Orang-orang pun berbondong-bondong pergi ke ladang milik sang Laki-laki dan menggarap dalam jumlah besar. Pemilik lahan tersebut cukup sibuk dengan pekerjaanya sehingga tidak pernah memperhatikan ladang pertaniannya. 

Setelah ia memanen semua lahan pertaniannya, ia teringat akan ladang yang diberikan untuk sedekah itu. Segera ia memerintah orang untuk mengumpulkan semua batang kering, tumbuhan, dan bulir-bulir yang masih tersisa. Menakjubkannya, para pegawai melihat bahwa masih ada banyak hasil panen yang tersisa. Mereka juga mendapati hasil panen melebihi hasil panen tanah pertanian yang lain. 

Terlebih lagi, umumnya tanah pertanian yang telah dipanen harusnya dibiarkan terlebih dahulu tanpa ditanami apapun selama setahun agar tanah kembali normal. Selain itu, tanah bisa memiliki mineral-mineral yang hilang.  

Kisah diatas menunjukkan bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui. Salah satu cara kita untuk memperoleh rezeki adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan banyak bersyukur dan berdzikir. Selain itu sedekah bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu menyelesaikan permasalahan. 

Lembaga Amil Zakat Nasional seperti Bangun Sejahtera Mitra umat (BSMU) bisa menjadi salah satu tempat berinfaq/sedekah. Karena dalam penyaluran dana-dana yang terkumpul sesuai dengan asnaf penerimanya, sehingga sedekah yang disalurkan dapat tepat sasaran.  

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search