Simak, Ini Keutamaan Sedekah Menurut Al-Quran dan Hadist

Sedekah adalah amal yang bisa dilakukan oleh siapa saja, miskin ataupun kaya. Sedekah bisa berbentuk apa saja baik perbuatan maupun dalam bentuk harta. Jika sedekah yang berbentuk harta sering disebut dengan infaq.

Sedekah ada 3 macam yaitu sedekah sunnah, sedekah wajib atau yang biasa disebut zakat dan sedekah yang utama atau wakaf. Dalam beramal Allah akan melihat dari niat bukan dari jumlahnya. Hal ini sesuai dengan Quran surat Al Talaq ayat 7.

Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.”

Baca : Cara Bersedekah Yang Baik

Dilansir dari berbagai sumber disebutkan ada 3 jenis sedekah yang paling utama.

  1. Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah adalah sedekah yang diniatkan untuk kebaikan. Sedekah ini memiliki dampak tidak hanya didunia saja namun juga sampai ke akhirat. Sedekah jariyah lebih dikenal dengan wakaf. Misalnya sedekah dalam pembangunan masjid, saluran air, dan sebagainya.

Seperti yang tertulis dalam Hadist Riwayat Muslim, “Rasulullah bersabda, Jika seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak (sholeh) yang mendoakan orangtuanya.”

  1. Sedekah yang Sembunyi-sembunyi

Dalam bersedekah, kita dianjurkan untuk tidak pamer (riya), untuk menjaga kerahasiaannya bahkan dianjurkan agar tangan yang memberi tidak diketahui oleh tangan yang lain.

Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 262 Allah berfirman, “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudia mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti perasaan (si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Allah.”

Selain itu, Allah juga menegaskan firman-Nya dalam Al-Baqarah Ayat 264 bagi orang yang memamerkan amalan sedekahnya. Allah berfirman, ” Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan (si penerima).”

Baca juga : Perbedaan Zakat dan Sedekah

  1. Sedekah Kepada Kerabat

Sanak kerabat memiliki hak terhadap harta yang kita miliki, sehingga bersedekah kepada mereka juga merupakan sebuah keutamaan. Namun, jika ada orang sholeh yang juga membutuhkan bantuan layak untuk dibantu karena harta kita bisa menjadi lebih berkah bila di tangannya.

Seperti yang tertulis dalam Hadist Riwayat Tirmidzi, Rasulullah bersabda, “Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah dan kepada kerabat ada dua (kebaikan), sedekah, dan silaturrahim.

Masyarakat kita masih lebih banyak bersedekah dengan orang yang terdekat, tidak mengumpulkan melalui lembaga zakat yang terpercaya. Hal ini tentu baik saja,  tetapi lebih menjadi berkah harta jika dikumpulkan karena sedekah yang dikumpulkan bisa menjadi banyak sehingga kebermanfaatannya bisa lebih terasa. Sedekah yang diberikan tidak hanya habis dalam sekali makan, tapi manfaatnya bertubi-tubi yang akan dirasakan oleh masyarakat.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search