Amalan Yang Paling Utama di Bulan Muharram

Bulan Muharram adalah bulan pertama pada penanggalan Hijriah. Kata Muharram bermakna ‘yang dimuliakan’. Pada kalender hijriah perhitungan bulan berdasarkan peredaran bulan (qamariah). Sehingga awal hari dimulai pada waktu matahari terbenam atau masuk pada waktu magrib.

Penanggalan hijriah atau disebut juga Al Sanah Al Hijriah mulai berlaku pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Walaupun peristiwa hijrah terjadi pada zaman rasulullah.

Salah seorang Imam dari kalangan Tabiin, yaitu Hasan Al Basri mengatakan, “Sesungguhnya Allah SWT membuka awal tahun dengan bulan Haram (suci) dan menutup akhir tahun dengan bulan haram pula. Tidak ada bulan yang lebih agung di sisi Allah Azza wajalla setelah Ramadhan dibandingkan bulan Muharram.”

Rasulullah bersabda berkaitan dengan bulan haram ketika sedang melaksanakan haji wada’, beliau berkata bahwa, “Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun ada dua belas bulan, darinya ada empat bulan haram, tiga diantaranya adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan Rajab adalah bulan Mudhar yang terdapat di antara Jumadats Tsaniy dan Syaban”. (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Amalan Bulan Muharram

Umat isalam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan di bulan Muharram, karena bulan ini merupakan salah satu bulan yang paling utama.

Abu Dzar ra berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: “Malam apakah yang lebih baik dan bulan apakah yang lebih utama?” Beliau menjawab” “Sebaik-baiknya malam adalah pertengahannya. Bulan yang paling utama adalah bulan Allah yang kalian sebut Muharram.” (HR. An-Nasa’i)

Beberapa amalan yang dapat dikerjakan pada bulan Muharram yang dilansir dari telisik.id adalah sebagai berikut:

  1. Puasa di bulan Muharram

Puasa di bulan Muharram adalah paling utama setelah puasa Ramadhan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah ra.

Artinya, puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Ada beberapa puasa yang bisa dikerjakan dalam bulan ini. Antara lain puasa Tasu’a (9 Muharram), puasa Asyura (10 Muharram), puasa Ayyamul Bidh (13,14,15 Muharram), dan puasa Senin dan Kamis selama bulan Muharram.

  1. Sedekah

Sedekah merupakan sebuah ibadah sosial. Dengan melakukannya maka akan banyak orang yang terlepas dari kesusahan. Sedekah yang paling terkenal dibulan muharam adalah menyatuni anak yatim sehingga pada tanggal 10 Muharram disebut sebagai lebarannya anak yatim. Tapi sedekah tidak hanya sekedar itu saja, menggembirakan keluarga dengan harta dan membantu orang yang sedang membutuhkan adalah sedekah juga.

Dikutip dari buku 12 Bulan Mulia-Amalan Sepanjang Tahun oleh Abdurrahman Ahmad As, Sufyan bin Uyainah ra meriwayatkan bahwa barang siapa melapangkan keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkannya selama setahun itu. Ibnu Uyainah ra. telah mencobanya selama 50 atau 60 tahun.

  1. Dzikir

Tahun baru Islam menjadi waktu yang baik untuk banyak mengingat Allah atau dzikir.

Perintah untuk mengingat Allah ini telah disebutkan dalam beberapa surat dalam Al Quran, Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 41-42, yang artinya, Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim dikatakan bahwa orang yang membaca dzikir akan dikelilingi oleh malaikat rahmat.

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum duduk dalam suatu majlis yang di dalamnya menyebut (dzikir) nama Allah, melainkan malaikat mengepungnya dalam rahmat menyelimutinya, dan Allah menyebut mereka sebagai golongan yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

  1. Bertaubat

Bulan Muharram tepatnya pada hari Asyura adalah waktu terbaik untuk bertaubat. Kesucian Muharram sebagai awal tahun hijriyah ini menjadi momentum untuk berintrospeksi diri (muhasabah) untuk kemudian bertaubat (taubat nasuha) dan melakukan peningkatan amal shaleh.

Qatadah ra. berpendapat bahwa taubat yang dilakukan Nabi Adam AS adalah pada hari Asyura. Dia juga mengatakan, terkait puasa hari Asyura, Rasulullah SAW bersabda, “Akan digantikan kejahatan-kejahatan pada tahun sebelumnya dengan kebaikan (amal ini).” (HR. Muslim).

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search