Resep Mendapatkan Berkahnya Rezeki

Dalam salah satu IG Live yang dilakukan LIKES (Literasai Keuangan dan Ekonomi Syariah) mengangkat sebuah tema yaitu ‘Resep Berkahnya Rezeki’. Sebagai narasumbernya adalah Ust. Jundi Imam Syuhada, Lc., yang juga merupakan salah seorang penulis buku.

Rezeki menjadi permasalahan hidup setiap manusia, apalagi ketika berada dalam pandemi banyak orang yang merasa khawatir dengan rezekinya. Padahal Allah telah menjamin rezeki seorang hamba.

Dalam pembahasana  literasi islam, seorang muslim dalam hal mencari rezeki harus mengacu kepada rasulullah. Bagaimana rasulullah mengajarkan umat ini dalam mencari rezeki. Salah satu ketampilan yang sudah mulai hilang saat ini adalah ketrampilan tangan. Mencari rezeki dengan ketrampilan tangan mengolah sesuatu contohnya yang dilakukan oleh istri rasulullah yang bernama  Zainab bintu Jahsy.

Beliau memiliki ketrampilan berdagang dan menyamak kulit dengan cukup handal. Hasil samakan yang sangat bagus sehingga dihargai sangat mahal. Jadi walaupun dirumah saja beliau tetap bisa mendapatkan penghasilan.

Konsep pekerjaan yang baik yang rasulullah ajarkan kepada sahabat yaitu bekerja dengan tangannya dan makan dengan hasil tangannya. Selain itu rasulullah juga menganjurkan untuk berdagang, karena dalam setiap jual beli itu ‘mabrur’ (berkah). Kata mambrur di fiqh muamalah berarti yang paling berkah.

Sejarah itu berulang, zaman dahulu dan zaman sekarang memiliki permasalahan yang sama yaitu masalah pengangguran. Jika kita mempelajari dengan kacamata islam akan mendapatkan solusi.

Salah satu contoh dari rezeki yang berkah yaitu dari kisah Umar bin Khottab ketika sedang ‘blusukan’ ke rumah-rumah penduduk. Disebuah ruamah beliau mendengar seorang anak disuruh mencampur susu dengan air oleh orangtuanya namun menolak, dengan mengatakan,”Walaupun khalifah Umar tidak melihatnya maka Allah senantiasa melihat apa yang dilakukannya”. Tindakan tersebut membuat hati kahlifah tersentuh dan menangis, kemudian sepulangnya ke rumah Khalifah Umar meminta anaknya untuk menikahi wanita tersebut. Dari keturunan wanita tersebut kemudian terlahir seorang khalifah yang terkenal ke zuhudan dan kearifannya yaitu khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Ketika Rasulullah didatangi oleh pemuda untuk meminta-minta, beliau tidak langsung mengabulkannya padaha beilau adalah orang yang paling pemurah hatinya. Namun beliau menyuruh pemuda tersebut untuk pulang dan membawa barang yang ada dirumahnya untuk dijual kepada para sahabat. Ternyata yang ada hanya ceret yang sudah tua dan tikar yang sudah lusuh. Rasulullah menawarkan kepada para sahabat untuk membelinya, kemudian ada sahabat yang mengerti maksud rasulullah tersebut kemudian membelinya dengan harga 2 dirham. Rasulullah memberi wejangan kepada pemuda tersebut, 1 diraham beli roti untuk makan keluarga dan 1 dirhan untuk membli kampak dan kemudian datang lagi kesini. Kemudian disuruh kepasar dan jangan balik lagi kesini sebelum 15 hari. Kemudian dia ternyata bekerja dengan kampak tersebut. Ini salah satu cara rasulullah untuk mendidik umatnya yang masih muda untuk bekerja agar mendapatkan penghasilan.

Saat ini banyak orang yang ingin kaya namun malas untuk berusaha, senangnya rebahan. Merasa malu ketika diajak untuk berdagang.  

Literasi harta berkah yang lainnya adalah imam al laits. Beliau adalah ulama yang kaya raya, sehingga menyuruh orang-orang untuk belajar kepadanya secara gratis. Walaupun beliau kaya namun hartanya tidak pernah mencapai haul karena hartanya selalu diberikan kepada orang lain.

Dahulu salah satu sahabat nabi bernama Saad bin Ubadah pernah berdoa, “Ya Allah sepertinya saya tidak cocok diberi rezeki yang sedikit saya cocoknya diberi rezeki yang banyak.” Dan doa sahabat tersebut dikabulkan oleh Allah dan mental kayanya sangat terlihat dari pada saat makan malam yaitu selepas isya dia membawa orang sebanyak 80 orang untuk makan bersama.

Dalam sebuah buku yang berjudul Ishlahul Maal karya ulama asal Bagdad Ibnu Abdi Dunya, dalam sub bab Ihtiraf, yaitu pekerjaan-pekerjaan yang rasulullah rekomendasikan sebuah usaha yaitu, usaha kain (sebagaimana  yang dilakukan imam abu hanifah), usaha parfum, usaha pangan.

Salah satu cara untuk rezeki berkah yaitu dengan mengawali aktifitas di pagi hari. Dahulu rasulullah selalu mengirim pasukan (baik besar maupun keci) diawal hari (pagi hari). Hal ini diikuti oleh para sahabat, yaitu dengan mengirimkan barang dagangan di pagi hari.

Dari pembahasan tersebut diatas bisa disimpulkan resep agar mendapat berkah rezeki adalah :

  1. Selalu Bangun pagi, prorduktivitas mulai dari pagi hari
  2. Menggunakan ketampilan tangan untuk mendapatkan rezeki
  3. Dagang, karena disetiap juali beli itu mabrur
  4. Memiliki jiwa mandiri, tidak bergantung kepada orang lain dalam mendapatkan rezeki
  5. Memperbaiki niat untuk menjadi orang kaya, agar menjadi orang kaya yang bersyuku bukan kufur.
   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search