Keteladanan Berbisnis Dari Utsman bin Affan

Jum’at 30 Juli merupakan hari persahabatan sedunia. Dalam islam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah mencontohkan persahabatan yang terbaik, yaitu persahabatan karena Allah. Dengan memiliki sahabat-sahabat yang baik tentu akan lebih mudah dalam menuju cita-cita. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah meninggalkan generasi yang terbaik untuk menyebarkan nilai-nilai islam yang sempurna.

Untuk mempelajari nilai-nilai luhur tersebut Laznas BSMU mengadakan pembinaan keislaman dalam program Islamic Social Development Program. Bertepatan dengan Hari Persahabatan Se-dunia, pembinaan keislaman kali ini dibahas mengenai salah satu kisah sahabat nabi yang bernama Utsman bin Affan. Pesertanya terdiri dari penerima beasiswa ISDP yang terdiri dari beberapa kampus yaitu UNAIR dan UNAND, IPB, UGM,  UNHAS, UIN Jakarta dan STEI SEBI.

Dimulai sejak awal pagi yaitu setelah sholat subuh, diharapkan kajian ini mampu dapat menjadi awal hari yang lebih baik. Narasumber kali ini adalah Abdul Fattah Ismail Farras Founder dari Huda Institute (@hudainstitute ) dan berbagai aktifitasnya yang luarbiasa lain. Walaupun acara telah dimulai dari ba’da subuh tapi tidak mengurangi antusiame dari peserta, dilihat dari jumlah yang hadir sebanyak 33 orang.

Dalam kisah Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat yang dekat dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena beliau juga memiliki hubungan nasab yang dekat kepada rasulullah. Yaitu Bibi Rasulullah yaitu Ummu Haqiim adalah nenek dari sahabat Utsman bin Affan. Beliau juga merupakan Assabiqul Awwalun dalam memeluk agama islam tepatnya adalah laki-laki yang keempat. Beliau juga termasuk sahabat yang telah dijanjikan syurga walaupun dirinya masih hidup.

Beliau juga merupakan sosok yang yang berjasa dalam menyatukan Al-Quran dalam satu mushaf. Dalam kekhalifan Abu Bakar Ashshidiq dan Umar bin Khattab beliau juga memiliki peran yang penting. Sahabat Utsman bin Affan mendapatkan gelar Zunnurain sosok yang memiliki dua cahaya karena beliau menikah dengan dua putri Rasulullah. Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu mengenal islam di usia 30-an melalui Abu Bakar Radhiyallahu Anhu.

Dalam pertemuan ini akan dibahas mengenai bagaimana Utsman menjalankan bisnisnya. Utsman bin Affan berasal dari keluarga yang berada, walaupun demikian ketika berhijrah hanya membawa satu pedang saja. Walaupun tidak bermodalkan harta tapi beliau termasuk orang yang cepat dalam memiliki harta ketika berda di Madina. Sehingga beliau termasuk orang yang banyak berinfak untuk kepentingan umat islam.

Ada beberapa kunci sukses yang dilakukan oleh Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu dalam menjalankan bisnisnya:

  1. Menjalani dan mengawasi bisnisnya sendiri secara langsung. Walaupun sudah memiliki banyak anak buah tapi beliau tidak pernah melepaskan bisnisnya kepada pegawainya. Beliau bertemu langsung dengan pelanggan, melihat masalah secara langsung dan dapat memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggannya.
  2. Mengalokasikan sebagian keuntungannya untuk pengembangan bisnis , tidak dihabiskan keuntungannya untuk dipakai.
  3. Tidak pernah meremehkan keuntungan sedikitpun. Tujuannya adalah ketika berbisnis adalah mendapatkan customer dan adanya perputaran barang. Semakin banyak customer dan memiliki hubungan baik dengan customer membuat bisnisnya terus berjalan.
  4. Tidak membeli/menjual barang-barang yang kadaluarsa. Selalu menjual yang dibutuhkan oleh pembeli.
  5. Tidak menaruh seluruh hartanya dalam satu dagangan saja. Sehingga bisnisnya menjadi terus bertumbuh.

Ini adalah 5 tips berdagang dari Utsman bin Affan.

Utsman bin Affan menjadi khulafur rasyidin selama 13 tahun, senantiasa mendengarkan keluhan orang dan sewaktu musim haji turut berkumpul dengan orang-orang sehingga dapat mendengarkan masukan melalui orang-orang islam yang berdatangan dari penjuru islam.

Dalam pertemuan Aprilia Evianti selaku Manager Development Implementation Group berpesan, “Banyak hikmah yang telah Allah berikan dengan pandemi ini, tetapi banyak ayat-ayat dalam Al qur’an yang menyatakan bahwa tidak perlu khawatir karena orang beriman masih punya Allah. Namun, kita perlu memastikan bahwa apa yang kita jalani diridhoi Allah dengan cara yang Allah inginkan.”

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top