Bacaan Niat Untuk Qurban

Berqurban merupakan Sunnah paling utama ketika datangnya bulan Dzulhijjah. Berqurban merupakan cara untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Berqurban merupakan salah satu ajaran yang diwariskan dari nabi terdahulu mulai dari nabi adam, kemudian nabi Ibrahim dan dilanjutkan oleh nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam .

Perintah melaksanakan kurban sendiri telah tertuang dalam Surat Al Kautsar ayat 1-3. Allah berfirman:

Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

Pelaksanaan kurban hukumnya sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan terutama bagi yang mampu. Bagi yang mampu tetapi tidak melakukannya hukumnya adalah makruh, tidak disukai oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan sejak 10 Dhulhijjah sampai 3 hari setelahnya yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau disebut juga hari tasyrik, selain hari ini tidak dinakan sebagai qurban.

Niat Qurban

Sebagaimana amalan lain seperti puasa, sholat, dan zakat, kurban juga dilakukan dengan membaca niat terlebih dahulu. Niat inilah yang menentukan apakah ibadah itu diterima atau tidak oleh Allah Ta’ala.

Mengutip buku Fiqih Qurban Perspektif Madzhab Syafi’iy oleh Muhammad Ajib Lc., MA., niat kurban dapat diucapkan ketika menyembelih. Namun, boleh juga dilakukan dalam hati sejak tanggal 1 Dzulhijjah.

Adapun niatnya adalah sebagai berikut:

نويت أن أاضحي للهِ تَعَالى

Nawaitu an udhahhi Lillaahi Ta’ala.

Artinya: “Saya niat berkurban karena Allah Ta’ala.”

Dilansir dari perkataan Buya Yahya, dalam Mazhab Imam Syafi’I niat tidak wajib untuk diucapkan. Ketika sesorang berniat untuk membeli hewan qurban itu juga bisa disebut sebagai niat qurban.

   SHARE 
Facebook
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top