Bulan: Juni 2021

Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi

Kemarin, tepatnya Selasa (29/6), Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2020. Momen ini seyogianya diperingati dalam upaya menumbuhkan rasa kebersamaan antar-anggota keluarga. Harganas menjadi momen untuk berkumpul dan saling menguatkan diri di tengah kondisi kasus covid yang sedang naik. Apalagi jika ada salah satu anggota yang positif covid, hal ini tentu membutuhkan dukungan dari keluarga yang sehat untuk dapat melewatinya.

Masalah Covid adalah masalah bersama, sehingga tidak mungkin bisa diatasi sendiri, minimal keluarga pasti akan terlibat. Dimasa pandemi saat ini peran keluarga sangat penting, dengan saling mengingatkan keluarga akan bahaya. Dengan memberikan asupan makanan yang bergizi dalam keluarga diharapkan akan meningkatkan imunitas.

Imunitas yang baik akan dapat menangkal dari infeksi virus corona. Asupan makanan yang bergizi tidak hanya cukup kenyang saja, melainkan bisa memiliki berbagai unsur yaitu karbohidrat, protein, mineral dan vitamin.

Ketahanan pangan pada dasarnya bicara soal ketersediaan pangan (food avaibilitas), stabilitas harga pangan (food price stability), dan keterjangkauan pangan (food accessibility).
Sumber pangan untuk masyarakat perkotaan sampai saat ini masih tergantung stok dari desa. Untuk penyediaan pangan mandiri masih terkendala beberapa faktor. Hal ini menjadi semakin dipersulit dengan menurunnya kondisi ekonomi masyarakat, sehingga tidak dapat membeli makanan yang dibutuhkan.

Permasalahan pangan saat ini menjadi permasalahan bersama yang harus diselesaikan secara gotong royong. Yang berlebih membantu yang kekurangan itulah prinsip tolong menolong (taawun) dalam islam. Peranan lembaga zakat dalam hal penyediaan makanan sangat dirasakan manfaatnya. Contohnya yang dilakukan Laznas BSMU yang memberikan bantuan bahan makanan pokok kepada keluarga disabilitas yang ada di Bekasi dan masih banyak lainnya.

Dengan menggunakan dana ZISWAF yang disalurkan melalui lembaga yang terpercaya kebermanfaatannya akan jauh lebih terasa oleh umat. Selain itu juga potensi merubah mustahik menjadi muzakki akan mudah terwujud karena dalam program pelaksanaan programnya sangat diperhatikan proses dari hulu hingga hilir agar tepat sasaran.

NGOPI: Merasa Insecure ? BTS-in aja

Laznas BSMU kembali mengadakan pembinaan untuk para Sahabat Pelajar Indonesia (SPI) dengan mengangkat tema NGOPI (Ngobrol Pelajar Inspiratif) yaitu ‘Merasa Insecure? BTS-in aja’. Topik ini diangkat dengan harapan peserta Sahabat Pelajar Indonesia tetap fokus pada kemampuan diri dan selalu bersyukur atas apapun yang dimiliki tanpa perlu merasa khawatir akan pencapaian orang lain.

Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui Zoom dan Live Youtube dengan total peserta sebanyak 2.150 pelajar. Jumlah tersebut semakin meningkat dibanding NGOPI bulan sebelumnya. Acara ini diadakan pada Ahad (27/6) dengan dua orang narasumber yaitu Wirdatul Anisa, Psikolog dan Ridho Maulana, Awardee ISDP Universitas Andalas.

Pembicara pertama menyampaikan bahwa pengertian insecure adalah perasaan tidak mampu, kurang percaya diri dan ketidakmampuan untuk mengatasi, disertai dengan ketidakpastian dan kecemasan tentang tujuan seseorang, kemampuan atau hubungan dengan orang lain. Karakteristik orang yang insecure; 1. Perasaan tertolak, tidak dicintai 2. Perasaan gelisah, tidak aman, yang kosisten 3. Perasaan dikucilkan, tertinggal, diabaikan 4. Perasaan tidak percaya, iri, cemburu 5. Pandangan negative tentang dunia dan kehidupan 6. Pesimis, berfikir terburuk 7. Pandangan negative terhadap orang lain 8. Tidak bahagia, tidak puas.

Adapun penyebab merasa insecurity yaitu penolakan atau kegagalan, kecemasan sosial dan perfeksionis. Harus diyakini bahwa setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda, sehingga mulailah dari sekarang untuk berhenti membanding-bandingkan dengan orang lain. Insecure dapat diatasi dengan BTS (Bersyukur Tiap Saat), dengan lisan hati dan perilaku baik itu yang bernilai kecil atau besar. Awali setiap hari dengan bersyukur agar hidup yang akan dijalani menjadi lebih baik. Berfikir positif dan senantiasa berbuat baik juga bisa membuat diri menjadi lebih bersyukur.

Pembicaraan kedua menyampaikan tentang pengalamannya menjadi seora wirausaha muda. Menurutnya pencapaian hari ini bukan berarti tanpa halangan dan tantangan tapi tetap memiliki keyakinan bahwa esok akan lebih baik.  Walaupun hari ini belum sesuai dengan yang diinginkan tetapi tidak mematahkan semangat untuk terus berusaha. Untuk mendapatkan kesuksesan kita harus berani keluar dari zona nyaman dan melakukan yang terbaik dari pilihan yang telah dipilih. Bertemanlah dengan orang-orang baik untuk saling menyemangati agar tidak mudah insecure.

Liana Asti, Kelas 12 SMAN 1 Sukaraja sebaga salah satu peserta menyatakan, “saya jadi mendapat inspirasi agar lebih bersyukur dan mencintai diri sendiri dan juga menumbuhkan rasa semangat agar tidak insecure terhadap orang lain, selalu berfikir positif juga semangat menjadi manusia yang berguna bagi sekitar”.

Rizqi Okto Priansyah selaku direktur jadiberkah.id ikut serta memberikan pesan pada acara ini, “Perasaan ketakutan, kegagalan dapat diatasi dengan 3 rumusan yaitu, Mau, Tahu dan Mampu. Yang paling terpenting kita harus bisa melawan diri sendiri untuk berubah”.

Distribusi Makanan Untuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantar Gebang

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) terus melanjutkan kebaikan dengan cara memberikan makanan melalui warteg mobile. Pelaksanaan acara dilakukan pada tanggal 26, 28 dan 29 Mei 2021. Sasaran pelaksanaan program adalah daerah kumuh dan miskin (KUMIS) yang ada di sekitar Jabodetabek, tepatnya di TPA Bantar Gebang, Bintara Bekasi dan Cipayung Jakarta Timur. Dana yang disalurkan berasal dari pembayaran fidyah dari para donatur.

Pada hari Rabu, 26 Mei 2021 tim Laznas BSMU mendistribusikan 1.000 porsi makanan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Bekasi, tepatnya di kelurahan Sumur Batu Rt 02/01. Penyaluran warteg mobile diserahkan langsung kepada penerima manfaat dengan mendatangi satu persatu rumah warga. Selain itu juga dilakukan pembagian yang dipusatkan di rumah ketua RT setempat. Warga disekitar pembagian rata-rata berada dibawah garis kemiskinan yang beprofesi sebagai pemulung.

Selain TPST Bantar gebang, Laznas BSMU juga mendistribusikan 500 paket makanan untuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bintara Bekasi pada hari Jum’ta (28/05) dan 300 paket makanan untuk Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Cipayung, sabtu (29/05).

Bantar Gebang merupakan  salah satu tempat pembuangan sampah dari warga DKI Jakarta sejak tahun sejak 1985. TPST ini memiliki kapasitas sebesar 49 juta ton, namun tumpukan sampahnya hingga sekarang sudah mencapai ketinggian 50 meter dan ada 7.000 lebih pemulung menggantungkan hidupnya di TPST ini. Bau yang cukup menusuk di sekitar tidak menyurutkan langkah untuk mendistribusikan paket makanan warteg mobile.

Makanan yang didistribusikan, penyajiannya bekerjasama dengan Yatim Seribu Pulau (YSP), sehingga dalam sekali penyaluran ada dampak ganda yang diperoleh, yaitu membantu perekonomian anak yatim di YSP dan memberikan makanan yang bergizi bagi kaum dhuafa yang membutuhkan. Hidup di lingkungan yang berdekatan dengan TPST harus senantiasa sehat agar tidak mudah terserang penyakit.

Salah satu penerima manfaat menyatakan, “Alhamdulillah saya senang sekali mendapatkan makan siang gratis dari Laznas BSMU. Terima kasih donatur Laznas BSMU dan Nasabah Bank Syariah Indonesia, semoga saya bisa menerima ini dengan ikhlas, semoga yang memberi bisa terus memberi lagi dan dilancarkan segala usahanya supaya kembali lagi berbagi di tempat yang kumuh ini”, ujar  Ibu Neri.

Sukoriyanto mengatakan harapannya, “Semoga program dapat berjalan secara berkesinambungan dengan begitu banyak orang yang akan memperoleh manfaatnya. Terima Kasih juga kepada para donatur yang telah mempercayakan dana-dana ZISWAF nya untuk dikelola oleh BSMU.”

Inilah Amal yang Dicintai Allah

Amal merupakan kata kerja yang berarti perbuatan atau tindakan. Jika diartikan dari definisi agama, amal merupakan perbuatan seseorang yang berhubungan dengan hal-hal yang baik sesuai tuntutan agamanya, misalnya sholat dan bersedekah atau menolong orang lain.

Peranan dan keberadaan amal ditengah-tengah umat islam begitu penting karena saat ini umat tengah mengalami penurunan kuantitas amal. Amal merupakan cermin dari iman. Iman yang dianggap mati bisa dikarenakan ketiadaan amal seseorang. Korelasi antara iman dan amal sedemikian dekat karena dua kata ini selalu disebut secara beriringan di dalam Al Qur’an, seperti; “Barangsiapa beriman dan beramal shalih…”, atau “…kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih…”.

Banyak beramal lebih disukai Allah daripada hanya berdiam diri saja. Dengan beramal akan mampu merubah keadaan menuju kearah lebih baik. Manusia yang senang beramal merupakan generasi yang didam-idamkan. Allah SWT menciptakan manusia  untuk beramal. Bahkan Allah swt juga menguji amal seseorang untuk melihat sejauh mana tingkat ihsan dalam beramal karena setiap amal ada perhitungan dan ganjarannya.

Amal merupakan bukti Rasa syukur. Tingkatan rasa syukur bisa diukur dan  ditentukan oleh amal yang dilakukan. Contoh, dalam konteks di kehidupan sehari-hari, bukti bersyukur adalah senantiasa dapat memotivasi diri untuk berperan dan memberi kontribusi aktif dalam rangka kemajuan umat dimasa yang akan datang.

Bagi orang yang beramal pada tingkatan tertentu, mereka berharap bahwa amal yang dilakukan bisa mengantarkannya meraih kehidupan yang lebih baik dan berkualitas  (hayatan thayyibah) dalam bentuk perlindungan dan kemudahan hidup dari Allah SWT serta bisa mendapatkan  taufiq untuk merasakan manisnya taat beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana firmannya :

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (An-Nahl:97)

Dalam konteks amal, akan amal yang diinginkan dalam islam adalah  amal yang ihsan dan ahsan. Ihsan artinya mampu melakukan amal diatas yang biasa dilakukan oleh umat islam pada umumnya. Contohnya, ketika umumnya umat islam bersedekah sekali sehari, ia mampu bersedekah setiap hari. Sedangkan yang dimaksud ahsan adalah amal amal yang memenuhi kriteria, yaitu tepat dan tidak bertentangan dengan syariah, serta ikhlas dalam melakukannya.

Setiap mukmin dapat memaksimalkan amal-amal mereka apapun kondisinya dan sesuai kemampuannya. Misalnya, jika seseorang tidak mampu melakukan amal dengan perbuatannya maka ia bisa melakukannya dengan harta yang dimilikinya yaitu melalui sedekah. Dengan amal sedekah saja dapat memiliki dampak yang luar biasa dan dapat merubah kondisi kehidupan atau ekonomi penerima manfaat. Oleh karena itu jangan enggan untuk beramal karena Allah SWT menyukai amal yang dilakukan meskipun sedikit namun tidak putus melakukannya. Wallahu ‘alam bishowab.

Qurban dulu atau Bayar Hutang Dulu

Seringkali kita dihadapkan sebuah pilihan berqurban atau membayar hutang terlebih dahulu disaat rezeki hanya bisa untuk memilih salah satunya. Mudah-mudahan tulisan ini  dapat menjadi bahan pertimbangan untuk masalah diatas.

Bersumber dari  yang disampaikan oleh Dr. Oni Sahroni, MA dalam kajian konsultasi syariah yang diadakan oleh LIKES dari Laznas BSMU, terlebih dahulu kita perlu membedah kondisi hutang yang perlu dibayar. Pertama, apakah utang tersebut jatuh tempo atau belum. Kedua apakah kewajiban atau hutang tersebut adalah hutang primer, sekunder atau pelengkap. Kenapa harus dipilah? karena tradisi berhutang untuk sebagian masyarakat nyaris tidak dapat dihindarkan. Kondisi yang sebagian masyarakat atau keluarga kita harus membayar spp bulanan untuk anak-anaknya. Bahkan ada sebagian masyarakat memiliki hutang untuk kebutuhan sekunder, kebutuhan pelengkap. Maka ditengah kondisi tersebut tidak dapat direspon dan dijawab dengan langsung menjawab ‘Ya atau Tidak’. Tapi harus dipilah  kembali menjadi 2 bagian yaitu:

  1. Saat hutang atau kebutuhannya jatuh tempo, kebutuhan hutang yang halal atau primer atau sekunder, maka membayar kewajiban atau hutang didahulukan. Seperti terjadi dalam satu waktu dimana seseorang dalam satu waktu harus membayar hutang kepada pihak lain misalnya 5 juta pada saat yang sama memiliki keinginan untuk berqurban maka membayar hutang kepada pihak lain didahulukan. Contoh ini memperjelas kondisi bahwa hal ini terjadi dalam satu waktu dimana harus didahulukan salah satunya. Hal ini sebagaimana tuntunan hadits Rasulullah SAW, salah satu substansinya adalah menunda-nunda pembayaran kewajiban kepada pihak lain tidak dibolehkan atau makna lainnya membayar dengan tepat waktu itu menjadi kewajiban.
  2. Jika kewajiban atau utangnya itu belum jatuh tempo, pilihan untuk berqurban atau bayar utang tidak pada waktu yang sama, maka berqurban menjadi keutamaannya. Seperti sebagian keluarga kita, setiap bulan memiliki kewajiban seperti setiap tanggal 1 bayar SPP anak-anak, setiap tanggal 5 membayar asuransi pendidikan anak-anak di asuransi syariah, setiap tanggal sekian mengirim nafkah untuk orang tua dan mertua. Dalam perencanaan keuangan keluarga semua ada tanggalnya dan menjadi kewajiban. Dalam kondisi ini, bisa menjadi pilihan dan keutamaan untuk berqurban karena pilihannya dalam waktu yang longgar. Sehingga saat seseorang memilih berqurban di pertengahan bulan dan ia masih bisa berikhtiar untuk menunaikan utang kewajiban seperti spp anak-anak dan lain-lain tepat pada waktunya. Disini berqurban menjadi keutamaan dan pilihan. Keutamaan, fadilah bagi setiap kelurga yang berqurban.

Jadi kesimpulannya, memilih qurban dahulu atau bayar hutang dahulu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi. Jangan sampai memiliki hutang menjadi sebuah alasan untuk tidak berqurban karena berqurban memiliki banyak keutamaan.

Bantuan Mesin Air Alkaline untuk Kemandirian Pesantren

Ditengah kondisi pandemi yang memburuk, ketahanan pangan menjadi hal yang sangat  ‘urgent’ untuk dicarikan solusinya. Dengan memiliki rencana dan program ketahanan pangan yang baik dapat menghindari adanya kemungkinan yang terburuk misalnya kelaparan dan kekurangan pangan.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) dalam program ketahanan pangan, telah membidik pondok pesantren terutama pondok pesantren untuk kaum dhuafa untuk dibantu dalam program tersebut. Diharapkan, dengan bantuan yang diberikan itu menjadikan pesantren tersebut dapat mandiri dalam hal ekonomi sehingga ketergantungan terhadap bantuan pihak luar bisa semakin dikurangi, bahkan hilang sama sekali. Pesantren selain menjadi tempat pusat menimba ilmu, juga diharapkan mampu menjadi pusat perekonomian masyarakat disekitarnya.

Adapun saat ini,  bantuan diberikan kepada pondok pesantren As Syafi’iyah Pondok Gede dan pondok pesantren Al Muhtadin. Bantuan diberikan berupa mesin air Alkaline dengan total bantuan  sebesar Rp 174 juta. Masing-masing pesantren mendapatkan 1 unit mesin. Dalam sehari mesin tersebut dapat menghasilkan kurang lebih 80 galon. Selain dipergunakan untuk konsumsi pondok pesantren, sebagiannya juga dijual untuk menambah pendapatan pondok.

Adapun alasan dipilihnya dua pesantren tersebut karena merupakan pesantren untuk anak-anak yatim yang tidak memungut biaya untuk santrinya serta dapat memberdayakan masyarakat kurang mampu disekitar pesantren. Total penerima manfaat untuk dua pesantren tersebut adalah sebanyak 300 santri.

Syifa Fauziya selaku perwakilan pondok pesantren Asy Syafi’iyyah menyatakan, “Kami mendapatkan bantuan mesin kangen water yang insya Allah akan menjadi manfaat bagi santri-santri khususnya yatim Asy Syafi’iyyah. Kami sangat bersyukur dan bergembira atas program ini dan semoga ini bisa menjadi satu unit usaha pesantren kedepannya. Terima kasih untuk seluruh donatur Laznas BSMU, semoga Allah memberikan keridhoannya kepada kita semua.”

Program kemandirian ekonomi melalui program ketahanan pangan terlaksana berkat dana ZISWAF yang diamanahkan melalui Laznas BSMU. Tentunya selama peralatan masih dipergunakan maka pahala akan terus mengalir kepada donatur. Pengelolaan dana ZISWAF melalui lembaga akan berdampak besar bagi perekonomian masyarakat.

Yuk, Tunaikan Qurban

Sebentar lagi Hari Raya Idul Adha akan tiba, yang artinya sama dengan sebentar lagi kita dianjurkan untuk berqurban. Berqurban sesungguhnya merupakan sebuah sarana dalam rangka mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah. Sesuai dengan asal katanya yaitu qariba-yaqrabu-qurbanan yang berarti dekat atau mendekatkan. Berqurban tidak hanya masalah harta, tetapi juga kemauan untuk memberikan yang terbaik untuk Allah.

Ibadah qurban dilakukan pada hari Idul Adha dan hari tasyrik, yakni 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Dilaksanakan bagi orang yang tidak dapat menunaikan haji pada tahun tersebut. Anjuran berqurban dijelaskan dalam hadits riwayat Aisyah, Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Bersabda:

“Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117).”

Tahun 2021 Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) mengusung program Qurban dengan tema “Qurban Hebat, Alirkan Kebaikan untuk Negeri” dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan dan selain itu pequrban juga bisa menyaksikan secara langsung proses penyembelihan hewan qurban yang telah dibeli.

Lewat program ini, hewan qurban akan dibeli langsung dari mitra peternak binaan di desa, disembelih dan kemudian didistribusikan di desa yang membutuhkan di delapan titik seluruh Indonesia. Jadi di samping aspek ketauhidan terhadap Allah Ta’ala, program qurban dapat berdampak di berbagai sektor kehidupan, terutama ekonomi.

Daftar Harga hewan qurban Laznas BSMU:

  1. Domba Ekonomis (23 – 25kg) Rp 1.800.000
  2. Domba Medium (26 – 28kg) Rp 2.150.000
  3. Domba Premium (29 – 31kg) Rp 2.450.000
  4. Sapi Indonesia Timur (250 – 300kg) Rp 14.500.000
  5. Sapi Indonesia Barat (250 – 300kg) Rp 19.250.000

*Harga sudah termasuk jasa pemotongan, distribusi daging kepada mustahik, serta laporan.

Indonesia Waspada Covid-19

Kasus infeksi SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19, terus meningkat belakangan ini. Pencetusnya adalah empat varian baru virus yang sejauh ini sudah diidentifikasi lebih mudah menginfeksi dan menyebar. Tidak terkecuali di Indonesia. Hasil pengurutan gen yang dilakukan telah menemukan tiga dari empat varian itu dalam sampel specimen Covid-19 tanah air. Ketiganya adalah Covid-19 varian Alpha atau B.1.1.7; varian Beta atau B.1.351; dan varian Delta atau B.1.617.

Penyebaran virus Covid-19 mengakibatkan lonjakan angka pasien yang terinfeksi virus tersebut. Pertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia terus menanjak. Pada Minggu (20/6) tercatat tambahan kasus sebanyak 13.737 kasus. Sehari sebelumnya tercatat 12.906 pasien pada hari ini Sabtu (19/6/2021). Pada Jumat (18/6) tercatat 12.990 kasus.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus Covid-19 bisa menembus angka 2 juta dalam hitungan hari.Sedangkan data pasien sembuh ‘hanya’ 6.385 orang. Namun, kabar buruknya lagi dalam sehari ada 371 orang meninggal, sehingga total meninggal 54.662 orang.

Kenaikan ini juga terasa pada beberapa kota besar sehingga terjadi kondisi ‘kolaps’ di rumah sakit karena sudah tidak adanya tempat untuk menampung pasien Covid-19. Hal ini terjadi karena masyarakat mulai  melonggarkan  protokol kesehatan. Padahal, vaksinasi yang telah diberikan tidak bisa 100% menangkal infeksi virus corona. Di DKI Jakarta kini ketersediaan daya tampung RS untuk pasien positif Corona mencapai 80%.

Situasi ini hanya bisa diatasi dengan melakukan kembali  protokol kesehatan yang sesuai standar. Dengan cara, meski sudah divaksin, tetap harus menggunakan masker secara benar. Mencuci tangan hingga bersih, minimal 20 detik dengan air mengalir dan sabun. Menjaga jarak setiap saat sepanjang 2m. Mengurangi mobilitas, bepergian hanya dalam kondisi darurat dan lakukan kegiatan bersama keluarga di rumah. Menghindari keramaian, hindari tempat dengan jumlah orang yang banyak seperti mall, pasar, tempat umum lainnya. Menghindari makan bersama, saling menjaga dengan makan secara bergiliran.

Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia Wujudkan Mimpi Menjadi Hafidz Al-Quran

Rumah tahfidz BSI di Cimahi baru diresmikan pada bulan Ramadan kemarin, usianya belum genap 2 bulan berjalan. Anak-anak yang mondok disana saat ini berjumlah 8 orang dengan rata-rata usia kelas X. Selain fokus untuk menghafal Al-Qur’an, disini juga mendapatkan ilmu tentang keislaman. Di rumah Tahfidz anak-anak juga diajarkan untuk mandiri, salah satunya dalam hal mempersiapkan makanan.

Kepulangan mereka kerumah karena libur lebaran menimbulkan rasa kangen tersendiri bagi mereka hingga tidak sabar untuk kembali mondok di rumah tahfidz. Sambutan yang baik juga diberikan oleh orang tua santri yang merasakan perkembangan anaknya yang meningkat selama mondok. Tidak ada lagi kekhawatiran di hati mereka untuk melepaskan anak-anaknya kembali belajar di rumah tahfidz BSI.

Salah satu santri yang bernama Azka dari Sukabumi memberikan pengalamannya selama bergabung di rumah Tahfidz BSI Cimahi.

“Saya merasa bersyukur, bangga, dan merasa beruntung karena tak semua orang dapat masuk di tempat ini. Untuk kesan di Rumah Tahfidz bagus sekali karena sangat membantu terutama kepada para pemuda yang ingin menghafal Al Qur’an dan menjadi teladan yang bisa berguna di masyarakat. Sewaktu pulang kerumah ke Sukabumi saya jadi terbiasa untuk mengerjakan ibadah seperti shalat qiyamul lail, shalat dhuha, menghafal Al-Quran, tilawah, al-ma’surat pagi & petang, dan membantu orangtua dirumah”.

Tanggapan positif juga diberikan oleh orangtua santri. Alhamdulillah dengan anak kami berada di rumah tahfidz, hafalannya semakin terjaga dan kebutuhannya terpenuhi. Kami sangat berbahagia dengan kemajuan yang diperoleh anak kami.

Melalui dana ZISWAF yang disalurkan melalui Laznas BSMU, semakin banyak anak-anak yang bisa mencintai Al-Qur’an sekaligus menghafalnya. Semoga keinginan mereka dapat menjadi kenyataan bersama para muzakki.

Peranan Laznas BSMU Dalam Ketahanan Pangan

Problematika ketahanan pangan meliputi beberapa aspek, mulai dari  produksi, distribusi serta konsumsi produk pangan. Kondisi saat ini menyebabkan harga bahan pangan menjadi tidak menentu. Permasalahan ini tentunya tidak dapat dibebankan kepada pemerintah saja tetapi juga masyarakat harus terlibat didalamnya salah satunya lembaga zakat.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Laznas BSMU berupaya untuk berperan aktif didalamnya, yaitu bersama Bank Syariah Indonesia berkolaborasi dalam membuat desa binaan dengan berbagai produk unggulannya. Diantara desa binaan tersebut adalah Desa Rejoasri Lampung Tengah untuk kluster padi, Desa Kedarpan untuk kluster kambing/domba dan Trenggalek untuk kluster sapi.

Laznas BSMU juga membuat program untuk mengatasi masalah distribusi pangan kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang tidak mampu dapat tercukupi pangannya, melalui:

  1. Program Warteg Mobile, dengan menggunakan konsep penyaluran makanan siap saji (siap konsumsi) untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam mencukupi kebutuhan pangan, dengan target sasaran pemetik manfaat seperti masyarakat di pemukiman padat/kumuh, komunitas disabilitas, komunitas pengemudi angkot/taksi/ojek, serta masyarakat yang terdampak bencana (kebakaran, kebanjiran , dll). Total penerima manfaat sejak tahun 2020 mencapai 144.284 jiwa.
  2. Program Ketahanan Pangan, merupakan bantuan sosial sebagai bentuk respon kepedulian terhadap kondisi bangsa khususnya pesantren, masyarakat sekitar masjid dan kelompok disabilitas yang saat ini menghadapi kesulitan akibat wabah virus corona. Program ini berbentuk charity berupa bahan pokok serta pengembangan usaha ekonomi bagi kemandirian pesantren. Adapun jumlah penerima bantuan program yaitu 30 pesantren dan 500 orang disabilitas dengan total penerima manfaat 16.000 jiwa.
  3. ATM Beras, program pemberian bantuan beras untuk mustahik yang dapat diambil melalui mesin ATM beras yang ditempatkan dilingkungan masjid. Telah ditempatkan ATM beras di 35 titik (masjid) dengan total penerima manfaat mencapai 14.000 jiwa.

Jumlah tersebut masih jauh dari kata cukup untuk dapat mengatasi masalah ketahanan pangan di Indonesia. Namun, merupakan langkah yang berarti untuk dapat membantu sesama yang membutuhkan. Semua program yang telah dilakukan menggunakan dana ZIS yang berasal dari muzakki. Dengan pengelolaan dana ZIS secara lembaga, kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih besar.

Scroll to top