Zakat Harta yang tidak boleh dilupakan

Bulan Ramadan umat muslim berbondong-bondong untuk melaksanakan kewajibannya yaitu zakat fitrah. Selain itu ada juga yang membayarkan zakat harta atau disebut juga zakat maal. Pengertian zakat harta adalah Zakat adalah harta tertentu yang dikeluarkan apabila telah mencapai syarat yang diatur sesuai hukum islam, dikeluarkan kepada 8 asnaf penerima zakat. Menurut Bahasa kata “zakat” berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah.

Bagi seseorang yang sudah memiliki penghasilan, Zakat ini merupakan sebuah kewajiban. Karena sudah memiliki kehidupan yang layak dan disarankan untuk berbagi dengan masyarakat lainnya yang belum beruntung secara keuangan dan kesejahteraan.

Ketika seorang muslim memiliki harta yang sudah sampai syarat menunaikan zakat, maka ia wajib menunaikannya karena zakat merupakan kegiatan ibadah yang harus dipenuhi. Zakat harta atau zakat mal dikeluarkan ketika sudah mencapai haul (masa) 1 tahun dan nishabnya sebesar 85 gram emas yang kemudian di setarakan dengan nilai emas yang sedang berlaku saat ini. Dari nilai tersebut yang berhak di zakati hanya 2,5%.

Ketentuan lebih lengkapnya yang berlaku bagi seseorang individu yang disarankan untuk membayarkan zakat adalah sebagai berikut:

  1. Zakat mal merupakan bagian harta miliki penuh seorang individu.
  2. Harta tersebut berkembang atau memiliki potensi yang menguntung jika dijalankan.
  3. Memiliki nisab, yaitu harta tersebut berada dalam jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan. Namun, jika belum mencapai nishab tidak diwajibkan menjadi bagian dari zakat.
  4. Seseorang yang akan berzakat memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum menyumbangkan sebagian hartanya.
  5. Seseorang yang akan berzakat tidak memiliki utang. Cara ini penting dalam tata hukum Islam, karena jika seseorang individu masih memiliki utang dan dihitung ke harta yang dizakatkan tidak memenuhi syarat nisab yang sudah ditentukan.
  6. Kepemilikan harta sudah berlangsung selama satu tahun.

Jika kamu adalah seorang muslim dan sudah memiliki ketentuan diatas maka sebaiknya disarankan untuk mambayarkan zakat harta sebagai bagian dari kehidupan beragam.

Dengan zakat dapat memberdayakan perekonomian masyarakat yang tidak mampu (mustahik) agar dapat menjadi mampu dan kemudian berzakat. Pengelolaan zakat secara professional membuat hal tersebut mungkin dilaksanakan, sehingga dana zakat yang diberikan dapat menyelesaikan perekonomian dan tidak hanya menjadi konsumsi sesaat saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search