Bulan: Mei 2021

Bantuan Dana untuk Ma’had Tahfidz Al-Quran Silmi Kaffah

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) memiliki kepedulian yang cukup tinggi terhadap dunia pendidikan. Terlihat dari berbagai bantuan yang diberikan agar pendidikan terus berjalan. Salah satunya adalah bantuan untuk sewa kontrakan bagi Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Silmi Kaffah yang terletak di kelurahan Sukatani Depok Jawa Barat.

Santri di Ma’had ini berasal dari masyarakat yang kurang mampu. Dengan total anak terdaftar sebanyak 46 santri. Direncanakan pada bulan Syawal terdapat 40 santri mukim, yang terdiri dari 25 santri putra dan 15 santri putri. Bantuan yang diberikan sebesar Rp 30juta.

Saya selaku pengasuh Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Yatim dan Dhuafa Yayasan Silmi Kaffah menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sumbangan dana dari Laznas BSMU,  ujar Ust Said Achmad selaku pembina.

Anak yatim dan dhuafa disana juga turut mendoakan kepada para donatur semoga Allah curahkan keberkahan atas semua hartanya dengan berlipat-lipat ganda. Aamiin yaa Allah yaa robbal’alamiin

Dengan bantuan dana ini, santriwan dan santriwati sudah bisa merasa lebih konsentrasi dan semangat dalam menuntut ilmu. Sehingga bisa menjadi penghafal Alquran dan berguna bagi lingkungan sekitarnya.

Operasi Katarak untuk Warga Bengkalis Riau

Bengkalis – Katarak adalah suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun, lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari. Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati.

Menurut data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, katarak menjadi salah satu penyebab terbanyak kebutaan di Indonesia. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Achmad Yurianto menyebut katarak merupakan penyebab tertinggi kebutaan sekitar 81%.

Dalam rangka membantu masyarakat yang kurang mampu untuk dapat melihat lebih jernih, Bank Syariah Indonesia bersama Laznas BSMU dan Bulan Sabit Merah Indonesia cabang Bengkalis mengadakan acara operasi katarak. Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 2 April sampai dengan 4 April 2021 di Kab. Bengkalis Riau.

Penerima manfaat sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah dan Laznas BSMU karena telah memberikan bantuan operasi katarak ini sehingga mereka bisa memiliki penglihatan yang baik lagi.

Semoga semakin banyak warga yang tidak mampu yang mendapatkan bantuan untuk operasi katarak.

Perbedaan Zakat dan Sedekah

Zakat dan sedekah merupakan amalan bagi umat Muslim. Keduanya hanya bisa dilaksanakan oleh orang yang memiliki kelebihan harta. Namun demikian, terkadang orang masih sering keliru dalam penyebutannya. Banyak keutamaan bagi orang yang mampu menjalankannya.

Perbedaan zakat dan sedekah sangat penting untuk dipahami tiap umat Muslim. Dengan mengetahui perbedaannya, kamu bisa memilih bentuk amal yang tepat sesuai kemampuan.

Untuk mengupas tuntas mengenai hal ini Ustadz Ammi Nur Baits menerangkan dalam tulisannya;

Secara Bahasa:

 Zakat artinya tumbuh (an-Nama’), bertambah (ar-Rii’), keberkahan (al-Barakah), dan mensucikan (at-Tathiir). (Lisan al-Arab, 14/358 dan Fathul Qadir, 2/399).

Sementara kata sedekah turunan dari kata as-Shidq yang artinya kejujuran. Karena sedekah adalah kejujuran iman orang yang mengeluarkannya. (Fathul Qadir, 2/399).

Sedangkan pengertiannya secara syariat,

▶️ Zakat: beribadah kepada Allah – Ta’ala – dengan mengeluarkan barang yang wajib dizakati untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya, dengan ukuran tertentu sesuai yang dijelaskan syariat.

▶️ Sedekah: beribadah kepada Allah dengan menginfakkan harta yang tidak diwajibkan syariat.

Meskipun terkadang istilah sedekah digunakan untuk menyebut zakat.

Dalam beberapa ayat, Allah menyebut zakat dengan sedekah.

Seperti firman Allah yang menjelaskan orang-orang yang berhak menerima zakat,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ

Sesungguhnya sedekah itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, … (QS. at-Taubah: 60)

Yang dimaksud sedekah pada ayat ini adalah zakat.

Diantara perbedaan sedekah dan zakat,

✅ [1] Zakat adalah kewajiban dalam islam untuk komoditas tertentu, seperti emas, perak, pertanian, binatang ternak, dst.

Sementara sedekah bukan kewajiban dan tidak dibatasi jenis komoditasnya.

✅ [2] Ada syarat tertentu untuk zakat, seperti harus mencapai nishab, bertahan selama satu tahun (haul), dan dikeluarkan dengan nilai tertentu.

Sementara sedekah, tidak ada syarat khusus, tidak ada nishab (batas minimal harta), tidak harus menunggu haul, dan bisa dikeluarkan dengan jumlah berapapun, selama tidak merugikan diri sendiri atau keluarga.

✅ [3] Zakat diwajibkan untuk diserahkan kepada golongan tertentu yang telah disebutkan oleh Allah. dan tidak boleh diberikan kepada selain mereka.

Sementara sedekah bisa diberikan kepada selain 8 ashnaf, seperti anak yatim, dst.

✅ [4] Orang yang mati dan belum menunaikan zakat, wajib dibayarkan oleh ahli warisnya.

Dan pembayaran utang zakat, lebih didahulukan dari pada pembagian wasiat atau warisan.

Sementara untuk sedekah tidak ada kewajiban semacam ini.

✅ [5] Orang yang tidak membayar zakat, mendapatkan hukuman khusus di dunia dan di akhirat

Di dunia, dihukum dalam bentuk ditarik paksa zakatnya dan dihukum ta’zir sesuai keputusan pemimpin.

Ibnu Qudamah mengatakan,

وإن منعها معتقدا وجوبها, وقدر الإمام على أخذها منه, أخذها وعزره

“Orang yang tidak membayar zakat, dengan tetap meyakini bahwa itu wajib, sementara pemimpin memungkinkan untuk mengambil hartanya, maka pemimpin boleh memaksa dan memberinya hukuman ta’zir. (al-Mughni, 2/434)

Dan berhak mendapat hukuman di akhirat seperti yang disebutkan dalam hadis.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ

“Siapa yang diberi harta oleh Allah, lalu dia tidak menunaikan zakatnya, maka pada hari kiamat hartanya dijadikan seekor ular jantan aqra’ (botak karena di kepalanya ada banyak racun), yang berbusa dua sudut mulutnya. Ular itu dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Ular itu memegang dengan kedua sudut mulutnya, sambil berkata,’Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu.” (HR. Bukhari 1403).

Sementara untuk orang yang tidak menyerahkan sedekah, tidak ada ancaman semacam ini.

✅ [6] Menurut 4 madzhab, zakat tidak boleh diberikan kepada anak, cucu dst ke bawah, juga tidak boleh diberikan ke bapak, kakek, dst. ke atas.

Sementara sedekah bisa diberikan kepada anak atau orang tua.

Sekarang kamu tidak perlu bingung lagi mengenai perbedaan zakat dan sedekah. Kamupun dapat menunaikannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Lanjutkan kebaikan dengan mengajak orang lain untuk menunaikannya.

Laporan Penyaluran Ramadan Hebat 1442 H/2021 M

Bulan Ramadan telah berlalu dengan ditandainya hari raya Idul fitri 1 syawal 1442 yang jatuh pada tanggal 13 April 2021 lalu. Banyak muslim bersuka cita dalam menyambutnya termasuk yang telah mendapatkan bantuan dari Laznas BSMU dalam program Ramadan Hebat. Bulan Ramadan merupakan madrasah tarbiyah iman yang juga melatih berbagi kepada sesama dalam kondisi apapun, sehingga melahirkan jiwa-jiwa yang itsar yaitu mengutamakan saudaranya terlebih dahulu.

Alhamdulillah, sejak hari pertama sampai dengan 30 Ramadan Laznas BSMU telah menyalurkan sebanyak 67.726 paket berbuka dan sahur, 3.200 paket santunan yatim dhuafa, 2.765 paket sembako dan 8.555 Zakat Fitrah dan Fidyah. Wilayah penyaluran meliputi Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Makasar dan daerah di sekitarnya.⁠ Total penerima manfaat selama bulan Ramadan sebanyak 82.246 jiwa yang tersebar merata.

Laznas BSMU bersama para donatur memanfaatkan waktu dengan baik untuk menyalurkan berbagai bantuan sehingga bantuan yang diberikan setiap hari terus mengalami peningkatan, bahkan ketika mendekati idul fitri tidak menyurutkan semangat untuk terus tebar kebaikan. Dengan menebar manfaat, kita akan raih keberkahan.

Tim penyaluran di lapangan juga seolah hilang rasa lelah dan takut (tertular Covid-19) saat melakukan penyaluran bantuan karena melihat orang yang diberikan bantuan tersenyum gembira. kami yang mewakili para donatur turut juga bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang tersalurkan kepada yang berhak menerima.

“Terima kasih kepada seluruh nasabah Bank Syariah Indonesia dan para donatur yang telah mensupport program #RamadanHebat. Semoga dengan menebar manfaat yang banyak kita akan meraih keberkahan.”

Semoga kita dapat melanjutkan kebaikan yang telah dilakukan di bulan Ramadan dan bulan-bulan setelahnya sebagai tanda lulus dari madrasah Ramadan dan menjadi pribadi yang berkasih sayang yang tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi.

Yayasan BSMU Resmikan Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia

Jakarta, 10 Mei 2021 – Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) melakukan peresmian Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia pada hari Jum’at (7/5) di Cikupa, Tangerang.

Setelah sebelumnya diresmikan Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia di Cimahi, Jawa Barat pada Jum’at (16/4), acara peresmian di Cikupa ini merupakan peresmian bangunan wakaf kedua yang diadakan pada bulan Ramadan 1442 H. Seremonial peresmian ini dilaksanakan secara hybrid, dan dihadiri oleh Suhendar selaku Ketua Pengurus Yayasan BSMU, Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif BSMU, Gunawan Hartoyo selaku RCEO IV Jakarta 1 BSI sekaligus wakif atas Rumah Belajar Quran, serta Ustadz Didin selaku Pembina Rumah Belajar Quran Cikupa, serta tokoh masyarakat sekitar.

Rumah belajar quran ini merupakan bangunan wakaf yang pengelolaannya diserahkan kepada Yayasan BSMU, dan berbeda dengan peresmian rumah tahfidz sebelumnya yang dapat menampung penginapan bagi para santri, untuk rumah belajar quran di Cikupa ini hanya diperuntukan bagi santri yang pulang pergi dalam pelaksanaan pembelajarannya, dan terbuka untuk umum setiap akhir pekannya. Usia santri yang belajar disini mulai dari TK sampai dengan SMA, serta penyediaan kurikulum pembelajarannya juga akan
dikelola langsung oleh Yayasan BSMU. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan simbolis penyerahan program santunan THR Yatim kepada 50 anak yatim yang diserahkan langsung oleh Sukoriyanto.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari program Ramadan Hebat dan Wakaf Rumah Tahfidz yang diusung oleh Yayasan BSMU secara berkelanjutan, dengan tujuan dapat menebar manfaat bagi yang membutuhkan, serta meraih keberkahan khususnya pada bulan suci Ramadan 1442 H ini, sehingga dapat memberikan kemaslahatan secara merata, sesuai dengan konsep Sustainable Development Goals (SDGs). Ketua Pengurus Yayasan BSMU, Suhendar mengemukakan bahwa program ini diharapkan dapat melahirkan santri yang tidak hanya hafal 30 Juz Al-Qur’an, namun juga terampil dari segi akademik, sosial, entrepreneur, dan berakhlak mulia.

“Terima kasih kepada para wakif sehingga peresmian Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia ini dapat berjalan dengan baik. Semoga program berkelanjutan ini dapat terus terlaksana di daerah lainnya tanpa kendala biaya, karena hadirnya wakaf tunai yang juga difasilitasi Bank BSI”, ujar Suhendar.

Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif BSMU menambahkan, “Dengan adanya program ini kami berharap agar semakin banyak orang yang tergugah untuk berwakaf, dan semoga hadirnya Rumah Belajar Quran ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya warga di sekitar rumah belajar quran. Wakaf tentunya akan digunakan untuk tujuan sosial yang memberikan dampak membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Semoga program-program ini dapat terus berlanjut dan hadir di wilayah lainnya. Terima kasih juga kepada para donatur yang telah mempercayakan dana-dana ZISWAF nya untuk dikelola oleh BSMU.”

Laznas BSMU Resmikan Rumah Tempe dan Salurkan THR Yatim Dhuafa

Jakarta, 10 Mei 2021 – Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) melakukan peresmian Rumah Tempe yang berlokasi di Yayasan Seribu Pulau (YSP) Setu Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (6/5). Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan dan kolaborasi antara Laznas BSMU dengan YSP yang merupakan mitra dalam membina anak-anak yatim dhuafa. Para yatim dhuafa yang berada di YSP ini diberikan tiga kemampuan dasar yaitu, dalam memahami Al-Qur’an, bahasa, serta entrepreneur.

Rumah Tempe merupakan tempat khusus untuk mengolah dan memproduksi tempe, mulai dari bahan mentah sampai dengan produk yang siap dipasarkan. Dengan diresmikannya Rumah Tempe ini, para yatim dhuafa di YSP jadi punya tempat untuk memproduksi tempe yang berkualitas, dan juga langsung dapat dipasarkan di sekitar YSP. Salah satu kelebihan yang dimiliki adalah, limbah dari tempe ini nantinya akan digunakan kembali sebagai pakan ikan, sehingga dapat menjadi produk yang siap untuk dijual, dan tidak ada lagi limbah dari tempe yang tersisa atau terbuang. Hadirnya Rumah Tempe ini juga diharapkan dapat memberikan keterampilan dan kemampuan bagi para yatim dhuafa untuk menjadi seorang entrepreneur di masa depan.

Fauzi Indrianto selaku Direktur Implementation & Program mengatakan, “Semoga anak-anak yatim yang ada disini nanti akan lulus dan dapat menjadi entrepreneur yang sukses. Semoga bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat untuk pengembangan Yayasan Seribu Pulau. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mengamanahkan dananya untuk dapat disalurkan kepada yang membutuhkan.”

Iman Surahman selaku Pendiri Yayasan Seribu Pulau menyatakan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur yang telah memberikan bantuan untuk rumah tempe dan juga THR yatim. Semoga anak-anak ini dapat menjadi orang yang sukses dan donatur diberikan keberkahan karena telah mewujudkan mimpi bagi anak-anak yatim dhuafa disini.

Selain itu, dihari yang sama Laznas BSMU juga memberikan paket THR Yatim Dhuafa bagi 60 anak yatim yang berada di YSP, dan kegiatan penyaluran paket THR Yatim Dhuafa lainnya yang dilakukan di beberapa titik lain di Jabodetabek. Salah satunya pada hari Kamis (6/5) pagi pukul 10.00 WIB, Laznas BSMU bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) juga telah memberikan paket THR Yatim Dhuafa kepada 50 anak yatim dhuafa yang lokasi penyerahannya dilakukan di Masjid Al Ihsan, Wisma Mandiri Jakarta.

Penyaluran paket THR Yatim Dhuafa ini merupakan rangkaian tebar kebaikan dari program Ramadan Hebat yang diadakan oleh Laznas BSMU sejak awal Ramadan, dan penyaluran bantuan ini akan terus dilakukan sampai dengan akhir Ramadan 1442 H.

Zakat Harta yang tidak boleh dilupakan

Bulan Ramadan umat muslim berbondong-bondong untuk melaksanakan kewajibannya yaitu zakat fitrah. Selain itu ada juga yang membayarkan zakat harta atau disebut juga zakat maal. Pengertian zakat harta adalah Zakat adalah harta tertentu yang dikeluarkan apabila telah mencapai syarat yang diatur sesuai hukum islam, dikeluarkan kepada 8 asnaf penerima zakat. Menurut Bahasa kata “zakat” berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah.

Bagi seseorang yang sudah memiliki penghasilan, Zakat ini merupakan sebuah kewajiban. Karena sudah memiliki kehidupan yang layak dan disarankan untuk berbagi dengan masyarakat lainnya yang belum beruntung secara keuangan dan kesejahteraan.

Ketika seorang muslim memiliki harta yang sudah sampai syarat menunaikan zakat, maka ia wajib menunaikannya karena zakat merupakan kegiatan ibadah yang harus dipenuhi. Zakat harta atau zakat mal dikeluarkan ketika sudah mencapai haul (masa) 1 tahun dan nishabnya sebesar 85 gram emas yang kemudian di setarakan dengan nilai emas yang sedang berlaku saat ini. Dari nilai tersebut yang berhak di zakati hanya 2,5%.

Ketentuan lebih lengkapnya yang berlaku bagi seseorang individu yang disarankan untuk membayarkan zakat adalah sebagai berikut:

  1. Zakat mal merupakan bagian harta miliki penuh seorang individu.
  2. Harta tersebut berkembang atau memiliki potensi yang menguntung jika dijalankan.
  3. Memiliki nisab, yaitu harta tersebut berada dalam jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan. Namun, jika belum mencapai nishab tidak diwajibkan menjadi bagian dari zakat.
  4. Seseorang yang akan berzakat memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum menyumbangkan sebagian hartanya.
  5. Seseorang yang akan berzakat tidak memiliki utang. Cara ini penting dalam tata hukum Islam, karena jika seseorang individu masih memiliki utang dan dihitung ke harta yang dizakatkan tidak memenuhi syarat nisab yang sudah ditentukan.
  6. Kepemilikan harta sudah berlangsung selama satu tahun.

Jika kamu adalah seorang muslim dan sudah memiliki ketentuan diatas maka sebaiknya disarankan untuk mambayarkan zakat harta sebagai bagian dari kehidupan beragam.

Dengan zakat dapat memberdayakan perekonomian masyarakat yang tidak mampu (mustahik) agar dapat menjadi mampu dan kemudian berzakat. Pengelolaan zakat secara professional membuat hal tersebut mungkin dilaksanakan, sehingga dana zakat yang diberikan dapat menyelesaikan perekonomian dan tidak hanya menjadi konsumsi sesaat saja.

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search