Profil Finalis The Most Awardee ISDP 2021

Perjalanan para finalis ISDP Contest 2021 telah sampai pada tahap tiga finalis menuju ISDP Graduation 2021. Itu artinya akan selangkah lebih dekat untuk menemukan siapa The Most Awardee ISDP 2021.

ISDP Graduation akan ditayangkan pada Kamis, 25 Maret 2021 pukul 09.00- 12.00 WIB Live di Youtube Laznas bsm umat. Berikut profil tiga finalis yang masuk ke tahap selanjutnya, yaitu: 

  1. Koes Hendra bersama Beny Akbar dengan brand Sugeng Jaya Farm

Berdua bertekad dan fokus untuk memajukan usaha rintisan yang bergerak dibidang budidaya ulat hongkong dan produk turunannya. Saat ini legalitasnya dalam bentuk Perusahaan yang diberi nama PT Sugeng Jaya Group.

Dimulai tahun 2016 hanya memproduksi ulat hongkong segar, pada tahun 2017 berinovasi dengan memproduksi ulat hongkong kering dan tahun 2018 kembali berinovasi memproduksi limbah ulat hongkong menjadi konsentrat pakan ternak untuk sapi, kambing, kerbau dan domba. Mereka berdua selalu melakukan inovasi agar dapat bertahan dan berkembang dalam wirausaha ini.

Sebelum bergabung dengan ISDP hanya memiliki 3 orang karyawan dan setelah 2 tahun dibina dan diinkubasi oleh ISDP Laznas BSMU dan BSI, kini karyawan telah bertambang menjadi 15 orang. Dengan 10 orang karyawan tetap dan 5 orang karyawan honorer. Semua karyawan adalah pemberdayaan warga sekitar komplek usaha.

Koes Hendra dan Beny berharap semoga usahanya dapat terus berkembang menebar kemashlahatan bagi masyarakat sekitar.

  1. Latifriansyah Usman Ali dengan brand Kedai Kiwae dan

Brand Kiwae dari Latifriansyah atau yang sering dipanggil ian mengusung konsep rumah makan ayam kekinian. Saat ini legalitasnya adalah dalam bentuk CV Karya Kiwae yang telah dilengkapi SIUP, TDP dan HKI.

Sejak tahun 2019 hingga kini kedai kiwae sudah 2x mengalami krisis. Kemudian kami melakukan startegi customer segmentation dengan melakukan kolektif data, sehingga setiap pengambilan keputusan semua berdasarkan data, hal itu berefek pada meningkatnya penjualan setiap bulannya. Kedai Kiwae di Jogjakarta menyasar segment menengah ke atas, dengan rata rate keuantungannya 20% setiap bulannya.

Diawal pandemi corona pada bulan maret, rumah makan sempat tutup dan ini mempengaruhi pendapatan padahal masih harus membiayai karyawan yang sudah bergabung. Alhamdulillah, Ian dan tim masih bisa bertahan sampai bisa berjualan lagi. Selama pandemi tetap mengalami progress pendapatan dari bulan ke bulan.

Walaupun pada awal pandemi ruko pertama digusur, hal ini jadi sangat menantang dan Alhamdulillah kami dapat survive, bahkan saat ini telah menambah 1 cabang lagi. Setelah bergabung bersama ISDP yang tadinya hanya ada 3 waitinglist frenchise kini ada 25 waiting list dan setiap bulan bertambah 2 frenchise.

Kedai Kiwae juga bekerjasama dengan para UKM dalam penyediaan stok barang, seperti mengambil sayuran dari sana dan diarahkan supaya SOP nya sesuai. Selain itu juga melakukan pembinaan dan diajarkan beberapa metode marketing supaya dapat sama-sama berkembang. Supaya bisa saling rangkul dimasa pandemi ini.

Dalam melakukan strategi sosial, Ian banyak belajar dari guru-guru ISDP yaitu ketika banyak mengalami kesulitan maka harus banyak-banyak bersedekah. Hingga saat ini masih terus aktif dalam sosial project diantaranya santunan anak yatim, pemberian makanan gratis, pembebasan piutang, bantuan secara personal dan lain sebaginya. “Alhamdulillah ini sangat bermanfaat bagi kami, mungkin melalui doa merekalah kita bisa sangat progress”, ujar Ian.

  1. Bintang Wijaya dengan brand Bikin Bareng Creative.

Berawal ditahun 2015, saat itu pasar bebas ASEAN mulai dibuka, padahal UMKM di Indonesia belum sanggup untuk bersaing. Walaupun UMKM memiliki produk yang cukup baik namun masih kekurangan dibidang foto produk dan jasa branding. Kami menginisiasi untuk menjadi sebuah jasa bagi UMKM dan starup agar tidak perlu mengeluarkan effort yang cukup besar untuk membranding produknya.

Yang dilakukan untuk UMKM meliputi; mengenalkan produk/jasa, menarik perhatian masyarakat untuk mau menggunakan, menaikkan angka penjualan dan menyadarkan masyarakatbahwa produk/jasa tersebut sangat dibutuhkan.

Dalam menjalankan bisnis sociopreneur Bintang melaksanakan workshop, sharing season, networking bersama para lulusan SMK dan para talent muda yang tidak dapat melanjutkan kuliah. Setelah itu mereka tergabung dalam program intership sehingga jika ada project yang membutuhkan SDM tambahan akan menggunakan mereka. Bikinbareng memiliki kelebihan yaitu low budget, comparable quality, leisure coordination dan up to date.

Setelah bergabung dengan ISDP memiliki banyak peningkatan diantaranya dapat mengukur kinerja karyawan, mampu mengadakan workshop untuk videography dan fotografer dan juga yang semula hanya memiliki 5 orang karyawan kini bertumbuh menjadi 11 karyawan. Client dari Bikinbareng Creative mulai dari UMKM kecil sampai BUMN pernah dikerjakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
Akun
Donasi
Laporan
Search