Tahun: 2021

Yayasan BSMU Resmikan Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia

Jakarta, 10 Mei 2021 – Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (Yayasan BSMU) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) melakukan peresmian Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia pada hari Jum’at (7/5) di Cikupa, Tangerang.

Setelah sebelumnya diresmikan Rumah Tahfidz Bina Santri Indonesia di Cimahi, Jawa Barat pada Jum’at (16/4), acara peresmian di Cikupa ini merupakan peresmian bangunan wakaf kedua yang diadakan pada bulan Ramadan 1442 H. Seremonial peresmian ini dilaksanakan secara hybrid, dan dihadiri oleh Suhendar selaku Ketua Pengurus Yayasan BSMU, Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif BSMU, Gunawan Hartoyo selaku RCEO IV Jakarta 1 BSI sekaligus wakif atas Rumah Belajar Quran, serta Ustadz Didin selaku Pembina Rumah Belajar Quran Cikupa, serta tokoh masyarakat sekitar.

Rumah belajar quran ini merupakan bangunan wakaf yang pengelolaannya diserahkan kepada Yayasan BSMU, dan berbeda dengan peresmian rumah tahfidz sebelumnya yang dapat menampung penginapan bagi para santri, untuk rumah belajar quran di Cikupa ini hanya diperuntukan bagi santri yang pulang pergi dalam pelaksanaan pembelajarannya, dan terbuka untuk umum setiap akhir pekannya. Usia santri yang belajar disini mulai dari TK sampai dengan SMA, serta penyediaan kurikulum pembelajarannya juga akan
dikelola langsung oleh Yayasan BSMU. Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan simbolis penyerahan program santunan THR Yatim kepada 50 anak yatim yang diserahkan langsung oleh Sukoriyanto.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari program Ramadan Hebat dan Wakaf Rumah Tahfidz yang diusung oleh Yayasan BSMU secara berkelanjutan, dengan tujuan dapat menebar manfaat bagi yang membutuhkan, serta meraih keberkahan khususnya pada bulan suci Ramadan 1442 H ini, sehingga dapat memberikan kemaslahatan secara merata, sesuai dengan konsep Sustainable Development Goals (SDGs). Ketua Pengurus Yayasan BSMU, Suhendar mengemukakan bahwa program ini diharapkan dapat melahirkan santri yang tidak hanya hafal 30 Juz Al-Qur’an, namun juga terampil dari segi akademik, sosial, entrepreneur, dan berakhlak mulia.

“Terima kasih kepada para wakif sehingga peresmian Rumah Belajar Quran Bina Santri Indonesia ini dapat berjalan dengan baik. Semoga program berkelanjutan ini dapat terus terlaksana di daerah lainnya tanpa kendala biaya, karena hadirnya wakaf tunai yang juga difasilitasi Bank BSI”, ujar Suhendar.

Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif BSMU menambahkan, “Dengan adanya program ini kami berharap agar semakin banyak orang yang tergugah untuk berwakaf, dan semoga hadirnya Rumah Belajar Quran ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya warga di sekitar rumah belajar quran. Wakaf tentunya akan digunakan untuk tujuan sosial yang memberikan dampak membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Semoga program-program ini dapat terus berlanjut dan hadir di wilayah lainnya. Terima kasih juga kepada para donatur yang telah mempercayakan dana-dana ZISWAF nya untuk dikelola oleh BSMU.”

Laznas BSMU Resmikan Rumah Tempe dan Salurkan THR Yatim Dhuafa

Jakarta, 10 Mei 2021 – Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) melakukan peresmian Rumah Tempe yang berlokasi di Yayasan Seribu Pulau (YSP) Setu Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (6/5). Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan dan kolaborasi antara Laznas BSMU dengan YSP yang merupakan mitra dalam membina anak-anak yatim dhuafa. Para yatim dhuafa yang berada di YSP ini diberikan tiga kemampuan dasar yaitu, dalam memahami Al-Qur’an, bahasa, serta entrepreneur.

Rumah Tempe merupakan tempat khusus untuk mengolah dan memproduksi tempe, mulai dari bahan mentah sampai dengan produk yang siap dipasarkan. Dengan diresmikannya Rumah Tempe ini, para yatim dhuafa di YSP jadi punya tempat untuk memproduksi tempe yang berkualitas, dan juga langsung dapat dipasarkan di sekitar YSP. Salah satu kelebihan yang dimiliki adalah, limbah dari tempe ini nantinya akan digunakan kembali sebagai pakan ikan, sehingga dapat menjadi produk yang siap untuk dijual, dan tidak ada lagi limbah dari tempe yang tersisa atau terbuang. Hadirnya Rumah Tempe ini juga diharapkan dapat memberikan keterampilan dan kemampuan bagi para yatim dhuafa untuk menjadi seorang entrepreneur di masa depan.

Fauzi Indrianto selaku Direktur Implementation & Program mengatakan, “Semoga anak-anak yatim yang ada disini nanti akan lulus dan dapat menjadi entrepreneur yang sukses. Semoga bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat untuk pengembangan Yayasan Seribu Pulau. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mengamanahkan dananya untuk dapat disalurkan kepada yang membutuhkan.”

Iman Surahman selaku Pendiri Yayasan Seribu Pulau menyatakan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur yang telah memberikan bantuan untuk rumah tempe dan juga THR yatim. Semoga anak-anak ini dapat menjadi orang yang sukses dan donatur diberikan keberkahan karena telah mewujudkan mimpi bagi anak-anak yatim dhuafa disini.

Selain itu, dihari yang sama Laznas BSMU juga memberikan paket THR Yatim Dhuafa bagi 60 anak yatim yang berada di YSP, dan kegiatan penyaluran paket THR Yatim Dhuafa lainnya yang dilakukan di beberapa titik lain di Jabodetabek. Salah satunya pada hari Kamis (6/5) pagi pukul 10.00 WIB, Laznas BSMU bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) juga telah memberikan paket THR Yatim Dhuafa kepada 50 anak yatim dhuafa yang lokasi penyerahannya dilakukan di Masjid Al Ihsan, Wisma Mandiri Jakarta.

Penyaluran paket THR Yatim Dhuafa ini merupakan rangkaian tebar kebaikan dari program Ramadan Hebat yang diadakan oleh Laznas BSMU sejak awal Ramadan, dan penyaluran bantuan ini akan terus dilakukan sampai dengan akhir Ramadan 1442 H.

Zakat Harta yang tidak boleh dilupakan

Bulan Ramadan umat muslim berbondong-bondong untuk melaksanakan kewajibannya yaitu zakat fitrah. Selain itu ada juga yang membayarkan zakat harta atau disebut juga zakat maal. Pengertian zakat harta adalah Zakat adalah harta tertentu yang dikeluarkan apabila telah mencapai syarat yang diatur sesuai hukum islam, dikeluarkan kepada 8 asnaf penerima zakat. Menurut Bahasa kata “zakat” berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah.

Bagi seseorang yang sudah memiliki penghasilan, Zakat ini merupakan sebuah kewajiban. Karena sudah memiliki kehidupan yang layak dan disarankan untuk berbagi dengan masyarakat lainnya yang belum beruntung secara keuangan dan kesejahteraan.

Ketika seorang muslim memiliki harta yang sudah sampai syarat menunaikan zakat, maka ia wajib menunaikannya karena zakat merupakan kegiatan ibadah yang harus dipenuhi. Zakat harta atau zakat mal dikeluarkan ketika sudah mencapai haul (masa) 1 tahun dan nishabnya sebesar 85 gram emas yang kemudian di setarakan dengan nilai emas yang sedang berlaku saat ini. Dari nilai tersebut yang berhak di zakati hanya 2,5%.

Ketentuan lebih lengkapnya yang berlaku bagi seseorang individu yang disarankan untuk membayarkan zakat adalah sebagai berikut:

  1. Zakat mal merupakan bagian harta miliki penuh seorang individu.
  2. Harta tersebut berkembang atau memiliki potensi yang menguntung jika dijalankan.
  3. Memiliki nisab, yaitu harta tersebut berada dalam jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan. Namun, jika belum mencapai nishab tidak diwajibkan menjadi bagian dari zakat.
  4. Seseorang yang akan berzakat memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum menyumbangkan sebagian hartanya.
  5. Seseorang yang akan berzakat tidak memiliki utang. Cara ini penting dalam tata hukum Islam, karena jika seseorang individu masih memiliki utang dan dihitung ke harta yang dizakatkan tidak memenuhi syarat nisab yang sudah ditentukan.
  6. Kepemilikan harta sudah berlangsung selama satu tahun.

Jika kamu adalah seorang muslim dan sudah memiliki ketentuan diatas maka sebaiknya disarankan untuk mambayarkan zakat harta sebagai bagian dari kehidupan beragam.

Dengan zakat dapat memberdayakan perekonomian masyarakat yang tidak mampu (mustahik) agar dapat menjadi mampu dan kemudian berzakat. Pengelolaan zakat secara professional membuat hal tersebut mungkin dilaksanakan, sehingga dana zakat yang diberikan dapat menyelesaikan perekonomian dan tidak hanya menjadi konsumsi sesaat saja.

Penyaluran Kupon CWLS SWR001 di Tambora

Tambora salah satu wilayah yang terletak di Jakarta Barat. Disalah satu Kelurahannya yaitu Angke menjadi salah satu wilayah terpadat, mayoritas warganya berada dibawah garis kemiskinan. Berdasarkan data BPS (2016) Angke memiliki jumlah penduduk sebanyak 35.327 jiwa dengan tingkat kepadatan 44.441 jiwa/km2 dan 11.758 KK. Masyarakat disana memiliki pendidikan rata-rata hanya tamat SD.  Diketahui penduduk Angke memiliki tingkat pendapatan ekonomi yang rendah.

Di wilayah tersebut terdapat pemukiman kumuh dan miskin (Kumis). Pada bulan Ramadan Hebat yang penuh berkah ini Wakaf BSMU melakukan penyalurkan Kupon CWLS SWR001 kepada warga di Jl. Jembatan 2 Barat RT. 01 RW. 010 Kel. Angke, Kec. Tambora Jakarta Barat, tepatnya di Musholla Al Ikhlas pada Sabtu (24/4).

Penyaluran Kupon CWLS SWR001 berupa alat bantu dengar untuk 4 orang, sembako untuk 30 orang dan beasiswa untuk pelajar yatim dhuafa berjumlah 30 orang, dengan total penerima manfaat sebanyak 64 orang.

Saefullah selaku Ketua RW 010 mengatakan, “Sangat berterima kasih atas penyaluran Kupon CWLS Retail Seri SWR001 di wilayahnya dan sangat membantu bagi warga yang membutuhkan”.

Fauzi Indrianto selaku  Direktur Development and Implementation mengatakan “Semoga bantuan yang diberikan yang berasal dari dana wakaf nasabah Bank Syariah Indonesia menjadi bermanfaat”.

Penerbitan CWLS Ritel seri SWR001 tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah untuk mendukung Gerakan Wakaf Nasional, guna membantu pengembangan  investasi sosial dan pengembangan wakaf produktif di Indonesia. Melalui CWLS Ritel seri SWR001, Pemerintah memfasilitasi para pewakaf uang baik yang bersifat temporer maupun permanen agar dapat menempatkan wakaf uangnya pada instrumen investasi yang aman dan produktif.

Penyaluran Program Ramadan Hebat hari ke-14

Indonesia kini sedang terpuruk, pandemi menyebabkan banyak pekerja yang dirumahkan. Mereka saat ini sedang berjuang untuk sekedar bertahan hidup. Mereka inilah yang harus segera mendapatkan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan hidup primernya agar tercipta keadilan.

Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat bersama Bank Syariah Indonesia melaksanakan serangkaian program Ramadan Hebat 1442H. Adapun programnya yaitu paket berbuka puasa dan sahur, paket sembako, paket santunan yatim dan dhuafa, wakaf qur’an braille dan  layanan zakat dan fidyah.

Sasaran dari program ini adalah para buruh harian lepas, orang yang terkena PHK, guru ngaji/i, guru honorer, panti asuhan, panti jompo, dan juga pondok pesantren yang sangat membutuhkan bantuan karena berkurangnya pendapatan mereka.

Hingga tanggal 14 Ramadan 1442 H/2021 telah disalurkan bantuan paket sahur 30.100, 200 paket santunan yatim dhuafa, dan 200 paket sembako. Titik salurnya meliputi wilayah Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, dan Makasar.⁠

Rizqi Okto Priansyah menyampaikan terima kasih kepada nasabah Bank Syariah Indonesia dan para donatur Laznas BSMU yang telah menyalurkan dana ZISWAF. Bantuan ini sangat berharga sekali bagi mereka. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak/ibu”.

Ramadan hebat masih bersama kita, masih ada kesempatan untuk berbuat baik. Membayar ZISWAF di Laznas BSMU sangat muda dengan menggunakan kanal digital seperti QRIS, BSI Mobile, Transfer dan Jadiberkah.

Laznas BSMU Bangun Hunian Sementara di Mamuju dan Majene

BSMU Care – Pasca gempa magnitudo 6,2 yang melanda Sulawesi Barat pada Januari 2021 lalu, sebanyak 8.000 bangunan rusak sehingga membutuhkan perbaikan. Laznas BSMU melalui tim Disaster Emergency & Recovery Center (DERC) BSMU Care turut membantu masa recovery Sulawesi Barat dengan membangun 2 musholla di Kabupaten Majene dan hunian sementara (huntara) di 6 titik lokasi.

“Selain menyalurkan bantuan logistik, pembuatan MCK dan musholla pada masa tanggap darurat kemarin, kami sekarang juga membangun huntara yang berkonsep rumah tumbuh bagi masyarakat di Mamuju dan Majene, “ terang Dedy Muhardi, Koordinator DERC (Disaster Emergency & Recovery Center) BSMU Care.

Bantuan yang diberikan Laznas BSMU dikhususkan pada masyarakat yang rumahnya rata dengan tanah, memiliki kartu identitas resmi dan memiliki surat kepemilikan lahan. Huntara berukuran 4×6 meter ini dibangun melibatkan relawan dan masyarakat.

Proses pembangunan huntara masih terus berjalan hingga saat ini, BSMU Care sebagai pengeksekusi jalannya proses pembangunan merasakan tantangan tersendiri.

“Waktu pembuatan musholla kemarin dimulai sebelum Ramadan dan menghabiskan waktu sekitar 10 hari agar bisa digunakan masyarakat saat Ramadan. Sedangkan untuk pembangunan huntara dimulai saat Ramadan, sambil berpuasa kami tetap membuat huntara agar rampung sesuai jadwal awal Mei ini. Memang agak berat, namun tetap dijalani,” ujar Nanung, Relawan BSMU Care.

PROFIL AWARDEE ISDP 2021

Berikut ini sekilas profil awarder ISDP tahun 2021, melalui ISDP Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) lahirlah pengusaha-pengusaha milineal baru yang memiliki cita-cita yang sama yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi perekonomian masyarakat disekitarnya dengan menciptakan lapangan kerja baru. Jatuh bangun telah mereka lewati hingga sampai ketitik saat ini.

SUGENG JAYA FARM

Koes Hendra Agus Setiawan, Benny Akbar Kurniawan

Fakultas Peternakan – IPB

ISDP Beasiswa ‘Paket Komplit’

Semula teman – teman di bangku kuliah meremehkan keputusan yang kami buat. Kali pertama membudidayakan ulat hongkong dilakukan pada September 2016 saat kami menginjak semester 5 di bangku kuliah dengan penuh perjuangan, hingga pada akhirnya tim yang dinamai Sugeng Jaya Farm ini bisa sampai menjadi badan usaha berbadan hukum yang bernama PT. Sugeng Jaya Grup pada April 2019. Saat itu saya, Benny Akbar Kurniawan beserta kedua sahabat saya yaitu Ongky Pratama dan Koes Hendra AS memutuskan untuk memulai dunia baru dengan memelihara ulat hongkong disebuah kandang tidak terpakai berukuran 3 x 4 meter persegi di dalam komplek kandang Fakultas Peternakan IPB. 

Jatuh bangun telah kami rasakan dalam membangun usaha, tetapi kami tetp bertahan dengan tekad terus mempertahankan apa yang sedang dirintis. Masa – masa sulit akhirnya berlalu, kami juga berinovasi dengan menciptakan beberapa produk inovasi lainnya yaitu ulat hongkong kering dalam kemasan yang saat ini berkambang dengan memproduksi aneka serangga kering dalam kemasan dan juga memproduksi konsentrat pakan untuk ruminansia. Berbagai perlombaan tentang kewirausahaan pun berhasil kami raih hingga Juara 1 Nasional.

Akhir tahun 2017 kami ikut program beasiswa ISDP (Islamic Sociopreneur Development Program). Beasiswa ini merupakan “paket komplit” karena fasilitasnya sangat menunjang para mahasiswa wirausaha. Paket mendapatkan subsidi SPP kuliah, uang pembinaan, pembinaan keislaman, pembinaan bisnis secara berkala, pendampingan bisnis hingga pemberian permodalan untuk scale up usaha yang telah berjalan maupun untuk yang akan baru memulainya. Kami mendapatkan banyak ilmu tentang usaha baik mengelola usaha, mengelola keuangan, mengelola SDM, ilmu marketing, hingga penerapan ekonomi dalam islam. Hal ini membuat orang tua saya di kampung halaman turut bangga.

Di akhir 2018 LAZ BSMU melalui program ISDP memberikan amanah kepada usaha kami dengan pemberian modal usaha yang alhamdulillah bisa membantu kami mendirikan badan usaha dan mendirikan sebuah bangunan untuk produksi di lahan aset perusahaan kita. ISDP adalah beasiswa yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa terutama mahasiswa enterpreneur sejati.

KIWAE

Latifriansyah Usman Ali

Fakultas Teknologi Pertanian – UGM

Ingin Memberikan Manfaat yang Lebih

Jogjakarta, kota wisata dan kota pelajar yang sudah familiar diketahui masyarakat Indonesia. Beragam pilihan tempat wisata, salah satu kedai makan yang menarik untuk disorot adalah ‘Kiwae’, sebuah kedai yang tidak hanya memiliki varian menu yang menggugah selera dengan harga yang terjangkau, tetapi juga misi sosialnya untuk mendukung lahirnya para UMKM (Usaha Mikro, Kecil & Menengah) di Jogjakarta.

Kedai Kiwae, didirikan oleh seorang mahasiswa UGM jurusan Teknologi Pertanian bernama Muhammad Latifriansyah Usman Ali. Ian, begitu panggilan akrabnya merintis kedai ini. Setelah mengalami jatuh bangun berkali-kali dalam bisnisnya, akhirnya Kedai Kiwae berdiri. Ian juga merupakan salah satu penerima beasiswa ISDP (Islamic Sociopreneur Development Program) dari lembaga sosial LAZNAS BSM Umat. Selama melalui hampir dua tahun mendapatkan pembinaan ISDP dan berkesempatan mendapatkan permodalan usaha sehingga dapat memperbesar Kedai Kiwae miliknya.

Dari awal berdiri pada November 2018, Kedai Kiwae memberikan pelatihan bisnis gratis bagi para UMKM di Jogjakarta. “Banyaknya beda-beda, biasanya minimal 3 kali sebulan hingga pernah 12 kali dalam sebulan” jelas Ian saat ditanyakan mengenai intensitas pelatihan yang diberikan. Hingga saat ini, ada sekitar 20 UMKM yang menjadi binaannya.

“Kedepan kami ingin lebih memberikan manfaat yang lebih, dan kami akan terus menambah aspek sociopreneur dalam usaha kami,” jelas Ian mengenai rencana pengembangan bisnisnya ke depan. Semoga Kiwae semakin maju dan semakin banyak para wirausaha yang mendukung UMKM lainnya.

PROFISH INOVASI INDONESIA

Fikrang

Ilmu Kelautan dan Perikanan, UNHAS 2015

Bertumbuh dan Berkembang Bersama Nelayan dan Petambak Indonesia

Fikrang, asli Bugis Sulawesi Selatan. Dilahirkan dari seorang ibu yang sangat hebat dan penuh kasih sayang dan dididik dengan penuh ketegasan dari seorang ayah. Fikrang adalah salah satu mahasiswa Universitas Hasanuddin. Melihat potensi lingkungan yang cukup besar dalam hal perikanan tapi belum diolah dengan maksimal sehingga belum dapat mensejahterakan kehidupan nelayan maupun petambak.

Usahanya telah mengalami ujian ditinggal partner bisnis, pelanggan yang diakuisisi oleh competitor, diusir calon pelanggan, cash flow berantakan sampai pernah uang dibawa kabur. Timnya yang awalnya berjumlah 4 orang kini tinggal 2 orang saja. Pada akhir tahun 2018 dia diumumkan lulus sebagai penerima manfaat ISDP Laznas BSMU. “Bersyukur saat terpuruk saya mendapatkan masukan dari pembina dan para mentor yang berpengalaman dari tim ISDP” ujar Fikrang.

Pada tahun 2019 didirikanlah perusahaan yang bernama PT. Profish Inovasi Indonesia (PT.PII). Perusahaan yang bergerak dibidang perikanan terpadu dengan menggunakan teknologi terdepan dan berkelanjutan. Memiliki visi menjadi perusahaan perikanan terbesar pada tahun 2045. Kini Profish memiliki 3 produk utama, pertama fintech perikanan sebagai upaya membantu para nelayan, petambak dan pata pelaku usaha perikanan untuk dapat mengakses permodalan dengan system syariah dengan prinsip gotong royong.

Kedua, budidaya udang Vanamei intensif dan semi insentif dengan tambak milenial digital. Produk ini lahir sebagai penyesuaian melihat petambak-petambak yang ada di daerah masih tertinggal secara teknologi. Selain itu juga sebagai proyek percontohan bagi para petambak wabil khusus kab. Barru. Beberapa kelebihan tambak ini adalah kontruksi dapat dibongkar pasang, penerapan teknologi pada system keamanan tambah melalui pengenalan citra wajah dan pengukuran pompa air dengan sensor ultra sonic.

Ketiga, budidaya penampungan dan ekspor kepiting bakau dengan teknologi VCF. Produk ketiga lahir dari potensi kepiting yang melimpah dan belum dimaksimalkan sehingga diexploitasi oleh kabupaten lain. Hal ini menyebabkan kesejahteraan nelayan lokal tidak sesuai dengan sumberdaya alamnya. Awalnya harga jual kepiting berkisar Rp 15.000 – Rp 45.000 per kilo kini menjadi Rp 70.000 – Rp 140.000 per kilo. Sehingga mengalami kenaikan sebesar 2 s/d 3 kali lipat. Produk yang sudah tersedia bekerjasama dengan perusahaan di Makassar untuk di ekspor.

Setelah mendapatkan bimbingan dan pembinaan dari ISDP, kini usahanya  telah mendapat omset sebesar 9-45 juta rupiah perbulan dan mulai bangkit dari keterpurukan. Usahanya pun saat ini telah memiliki 6 karyawan tetap, 20 karyawan harian, 34 mitra nelayan dan 13 titik manfaat yang berfokus di kab. Barru.

BSI dan Laznas BSMU Berikan Bantuan Rambu Peringatan Bencana ke Provinsi Sulawesi Barat

Mamuju, Sul-Bar – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) turut mendukung Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang diperingati setiap 26 April, dengan menyerahkan bantuan rambu peringatan bencana ke Provinsi Sulawesi Barat.

Penyaluran bantuan diwakili oleh BSMU Care, URO VIII Makassar, dan BSI KC Mamuju yang diterima secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar dan pemasangan langsung diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Sulawesi Barat dan Kab. Mamuju. 

Koordinator BSMU Care, Dedy Muhardi menerangkan bahwa, ada tiga jenis rambu kebencanaan yang diberikan. Tiga jenis rambu yang diberikan adalah rambu peringatan kawasan rawan gempa dan tsunami, jalur evakuasi dan titik kumpul. 

“Sewaktu menjalankan program respon di masa tanggap bencana, kami mengamati masih kurangnya rambu peringatan bencana. Hal inilah yang mendasari Laznas BSMU untuk memberikan bantuan selanjutnya berupa rambu peringatan bencana. Rambu peringatan bencana ini ada tiga jenis dan totalnya ada 56 rambu,” kata Dedy, Senin (26/4). 

Branch Manager BSI Mamuju, Basri menyampaikan BSI turut mendukung Hari Kesiapsiagaan Bencana. BSI berkomitmen terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan.

“BSI bekerja sama dengan Laznas BSMU memberikan bantuan berupa rambu peringatan bencana. Ini sebagai upaya kami mendukung Pemerintah dalam hal penanggulangan bencana,” ujar Basri dalam keterangan pers.

Bantuan yang disalurkan menggunakan dana zakat yang selama ini dihimpun oleh Laznas BSMU. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, zakat yang berhasil dikumpulkan Laznas BSMU rata-rata mencapai lebih dari Rp 40 miliar.

Laznas BSMU Raih 2 Kategori Penghargaan di Ajang Top CSR Awards 2021

Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) yang merupakan mitra strategis dari Bank Syariah Indonesia (BSI) menerima 2 kategori penghargaan pada ajang Top CSR Awards 2021, pada Kamis (22/4) bertempat di Hotel Raffles, Jakarta. Top CSR Award merupakan ajang penghargaan di bidang Corporate Social Responsibility (CSR) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business, dan bekerjasama dengan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) serta sejumlah asosiasi CSR terkemuka nasional lainnya.

Penghargaan yang diterima oleh Laznas BSMU adalah Top CSR Awards 2021 sebagai Mitra Pengelola CSR dengan predikat bintang 4, serta Top Leader on CSR Commitment Award 2021 sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi para pimpinan dalam mengawal setiap kegiatan yang dilakukan oleh Laznas BSMU. Hal ini tidak terlepas dari program-program yang dihadirkan oleh Laznas BSMU, yang dinilai memberikan dampak kemaslahatan yang luas oleh dewan juri, seperti 2 program unggulan berkelanjutanyaitu Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) dan Desa Berdaya Sejahtera Mandiri.

 

Pemberian penghargaan ini tentunya didasari oleh 3 aspek utama dalam penilaian, yaitu aspek kepatuhan (compliance) terhadap ISO 26000 tentang social responsibility, aspek GCG, dan aspek keselarasan program CSR dengan strategi dan daya saing bisnis.

Suhendar selaku Ketua Yayasan BSMU mengatakan, “Alhamdulillah, Laznas BSMU dapat memperoleh 2 kategori penghargaan pada Top CSR Award tahun 2021 ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia sebagai mitra strategis Laznas BSMU, dan juga tentunya kepada para nasabah, karyawan, serta para donatur yang telah mengamanahkan kepercayaannya kepada kami. Kami akan terus berkomitmen, serta berupaya memberikan layanan dan program-program yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat secara luas dan merata.”

Rizqi Okto Priansyah selaku Direktur Eksekutif Laznas BSMU menambahkan, “Penghargaan ini merupakan amanah dan dukungan yang harus diemban sebaik mungkin. Kami berharap melalui program-program yang sifatnya langsung, maupun berkelanjutan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung program pemerintah dalam mengurangi dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.”

Pada bulan Ramadan 1442 H ini, Laznas BSMU juga turut serta aktif dalam menyalurkan bantuan kepada para masyarakat yang membutuhkan di tengah pandemi covid-19 yang belum usai. Melalui program donasi Ramadan Hebat, Laznas BSMU menghadirkan program bantuan berupa paket berbuka dan sahur, paket sembako, paket santunan yatim dhuafa, paket wakaf qur’an braille, serta layanan zakat fitrah dan fidyah yang dapat diakses melalui aplikasi Bank Syariah Indonesia Mobile atau portal Jadiberkah.id.

Laporan Kegiatan Penyaluran Kupon CWLS SWR001

Program penangkaran benih padi yang dilaksanakan oleh kelompok Tani Gapsera Sejahtera Mandiri merupakan program usaha tani yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019 dengan melibatkan petani yang belum menerima manfaat program desa Berdaya Sejahtera Mandiri. Usaha tani penangkaran benih padi setempat tidak dilaksanakan satu musim tanam di tahun 2020 dikarenakan adanya keterbatasan.

Saat ini kelompok Tani Gapsera Sejahtera Mandiri telah melaksanakan musim tanam pertama untuk penangkaran benih padi dengan melibatkan 8 petani dengan luasan areal penangkaran mencapai 5 Ha yang berada di kampung Rejo Asri Kec. Seputih  Raman Kabupaten Lampung Tengah. Petani penerima manfaat menanam tiga jenis varietas diantaranya Nutrizinc, Ciherang dan Sintanur.

Pelaksanaan penyaluran program terdiri dari beberapa tahapan, yaitu :

  1. Pencarian calon petani penangkar
  2. Pendataan administrasi calon penangkar
  3. Penyaluran melalui mekanisme perjanjian komitmen
  4. Pendampingan pelaksanaan program
  5. Evaluasi pelaksanaan program

Agar program ini dapat lebih berkembang maka diadakan kerja sama dengan  Balai Besar pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BB-PPMB TPH) – Depok Jawa Barat sebagai mitra pengadaan benih sumber dengan mekanisme revolving program. Mitra kerja berikutnya adalah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura bidang BPSBTPH sebagai mitra pengawasan legalitas produksi benih.

Mekanisme Pemberian Modal Usaha

Setiap petani penangkar mendapatkan pinjaman modal untuk usaha tani budidaya penangkaran senilai Rp 500.000 per 0,5 Ha atau setara Rp 2.000.000 per Hektar. Pinjaman yang diberikan kepada petani akan dikembalikan lagi ke kelompok setelah petani penangkar selesai melaksanakan panen calon benih. Kelompok tani juga memberikan keringanan untuk petani yang mengalami gagal panen untuk dapat mengembalikan sesuai waktu yang diinginkan oleh petani. Modal yang diberikan kepada petani berupa pinjaman dikarenakan modal itu akan tetap dan dapat diberikan untuk penanaman penangkaran dimusim selanjutnya.

Kelebihan Pendapatan Penerima Program

Petani yang menerima program akan mendapatkan kelebihan dari penjualan calon benih padi per setiap kilogramnya senilai Rp200. Acuan harga dasar merujuk dari para tengkulak gabah. Contoh : Pembelian gabah dari para petani penangkar, apabila petani mendapatkan hasil panen mencapai 5 ton calon benih padi, dan tengkulak membeli harga gabah pada umumnya senilai Rp5.000 maka Kelompok Tani Gapsera Sejahtera Mandiri akan membeli calon benih dari petani penerima program senilai Rp5.200 yang apabila petani hanya menanam padi seperti biasanya mereka akan mendapatkan hasil senilai Rp25.000.000 dan ketika para petani mengikuti program penangkaran mereka akan mendapatkan omzet senilai Rp26.000.000 setiap musim tanam. Omzet petani akan dapat meningkat Rp1.000.000 per musim dari hasil penjualan.

Daftar Penerima Manfaat Penyaluran Kupon CWLS Seri SWR001.

Lokasi penangkaran terletak di Kampung Rama Kelandungan, Kec. Seputih Raman Kab. Lampung Tengah Provisi Lampung dengan luas tanah 5 Ha. Varietas padi yang ditanan jenis Ciherang, Inpari Nutrizinc dan Sentanur dengan penerima manfaat sebanyak 8 orang. Adapun nama-nama penerima manfaat, yaitu :

  1. Winarto 0.75 Ha jenis padi Sintanur, Ciherang
  2. Suyadi 0.25 Ha jenis padi Inpari Nutrizinc
  3. Muhammad Yusuf 0.625 Ha jenis padi Ciherang
  4. Edi Gunawan 0.75 Ha jenis padi Ciherang
  5. Supriyadi 0.875 Ha jenis padi Ciherang
  6. Hendri 0.25 Ha jenis padi Ciherang
  7. Suyadi 1 Ha jenis padi Ciherang
  8. Supriyanto 0.5 Ha jenis padi Ciherang

Ketika mulai meningkatkan hasil beras dari pedesaan, berarti kita telah mewujudkan ketahanan pangan untuk Indonesia.

Scroll to top