Bulan: September 2019

Workshop Digital Marketing Untuk Sociopreneur BSM Umat

BSM Umat – Pada tanggal 29/9 tela dilaksanakan workshop digital marketing yang dilaksanakan di kantor laznas BSM Umat. Adapun tujuan dari workshop adalah untuk dapat membantu pemasaran produk dari peseerta ISDP. Pemasaran digital saat ini tidak bisa dianggap sebelah mata. Karena siapa ang menguasai produk di pasaran harus dapat menguasai pemasaran digital.

Workshop kali ini di ikuti oleh 10 peserta dari peserta ISDP IPB. Narasumber kali ini adalah Dedi Mulyono. Dalam materi kali ini materi yang idsampaikan adalah cara untuk menampilkan produk agar kebih mudah terindex oleh google melalui berbagai cara yaitu search engine dan youtube.

Para peserta workshop tidak hanya diberikan materi saja namun diajarkan praktek langsung agar cepat menempatka produknya di halaman terdepan di google serach.

Hampir seluruh peserta ISDP yang bernama menyatakan sangat senang dapat mengikuti kegiatan workshop digital marketing dan berharap kegiatan workshop bisa dilaksanakan secara continue. Karena ilmu digital marketing selalu berkembang.

Program Gerakan Waqaf 5.000 Alquran dan 10.000 Iqra’ untuk Trauma Spiritual Healing

BSM Umat – Wakaf Al Quran merupakan amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf sudah meninggal dunia; wakaf tergolong ke dalam amal jariyah atau amalan yang tidak putus pahalanya bagi orang yang beramal mewakafkan harta bendanya di jalan Allah Swt.

Wakaf Al Qur’an Menjadi Bagian dari 7 (tujuh) Amalan Jariyah :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebar-luaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (alquran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibn sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Hikmah Wakaf

1. Sebagai pembuka jalan beribadah kepada Allah Swt.,

2. Mengajak muslim yang lain untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan (fastabikul khayrat),

3 .Memberikan pahala yang mengalir terus-menerus meskipun orang yang beramal saleh tersebut telah wafat,

4. Demi kebaikan Islam,

5. Membantu mengurangi beban susah fakir miskin serta anak yatim.

Saat ini Lombok belum pulih, masih meninggalkan trauma akibat bencana gempa bumi dengan  kekuatan 6,4 SR. Tak hanya kerugian material, menurut  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi kerusakan dan kerugian mencapai Rp 8,8 triliun. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mencatat di Negeri Seribu Masjid itu selama sebulan telah terjadi 1.973 gempa bumi.

Berbagai bantuan materiil telah disalurkan kepada para penyitas Gempa Lombok.

Lalu bagaimana dengan spiritualnya?

Selain membutuhkan bantuan materiil (sandang, pangan dan papan), mereka juga membutuhkan asupan rohani. Oleh karena itu, BSM Umat telah mengirimkan seribu Al Quran. Ditaksir perlu Lima Ribu Al Quran dan 10.000 Iqro’ lagi untuk para penyitas Gempa Lombok.

Paket donasi

Al Qur’an :  Rp  100.000/ mushaf

Iqro’        :  Rp   25.000/ buku

Ingin mendapatkan pahala yang unlimited dan memperbaiki spiritual Masyarakat Lombok?

Yuk, salurkan bantuanmu melalui BSM Umat kepada penyintas Gempa Lombok. Bantuan donasi anda dapat disalurkan ke Rekening Bank Syariah Mandiri 700 133 0068 a/n Yayasan BSMU – Wakaf. Sekecil apapun donasi anda akan sangat mempengaruhi masa depan mereka.

Rumah Aman Asap dari Laznas BSM Umat

BSM Umat – Sebagai salah satu bentuk kepedulian Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra (Laznas BSM Umat) adalah dengan didirikannya rumah aman asap yang beralamat di Jalan Suka Karya Gang Paris Panam Pekanbaru.

Rumah asap ini didedikasikan bagi para penyintas polusi asap, terbuka untuk umum, tetapi ibu hamil dan anak-anak mendapatkan skala prioritas. Fasilitas yang ada dalam rumah aman milik LAznas BSM Umat adalah oksigen, pelayanan kesehatan, obat-obatan, multivitamin dan makanan begizi. Selain memberikan pelayanan rumah aman asap, di sini juga membagikan masker N95 secara gratis.

Seperti penuturan Nurmansyah (Tim Laznas BSMU) kepada salah satu media local pada senin (23/9),”Kami akan membagikan masker N95 yang kami bawa dari Jakarta dengan jumlah 12000 pcs yang akan kami bagikan kepada masyarakat dan karyawan Bank Syariah Mandiri,”

Didalam rumah aman asap juga menyediakan layanan kesehatan. Layanan kesehatan juga akan berlangsung secara bergilir di kantor-kantor Bank Syariah Mandiri yang telah terjadwal. Khusus balita rumah aman asap juga menyediakan makan pendamping asi (MPASI), agar balita tetap mendapatkan asupan dan gizi yang cukup dan tidak mudah terserang penyakit.

Alhamdulillah,rumah aman asap yang didirikan oleh Laznas BSM Umat telah dibuka sejak Sabtu, 21 september 2019 dengan batas waktu yang belum ditentukan. Hingga saat ini pasien yang sudah datang untuk memeriksakan kesehatannya berjumlah 81 orang, menurut keterangan tim kesehatan bernama Dewi.

Menurut pimpinan Tim Medis di BSM Umat, dr Dedi mengatakan “kondisi asap ini tidak bisa dibiarkan lebih lama. Apabila tidak ditangani secepatnya akan berakibat sangat berbahaya dan berdampak pada gangguan pernafasan seperti ISPA. (sumber:datariau.com)

Mobile Klinik Ekpedisi #MelawanAsap Mandiri Syariah

BSM Umat – Pada hari rabu (25/9) Ahmad Reza selaku Coporate Secretary Mandiri Syariah melakukan datang langsung ke daerah bencana asap di Pekan Baru Riau. Bersama tim dokter Laznas BSM Umat langsung menuju ke salah satu titik api di Rimbo Panjang, Kampar Riau. Saat itu, petugas Satgas yang sedang bertugas memadamkan api.

Pada saat kunjungan tersebut sekaligus dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan mobile Klinik. Program sosial dari Bank Mandiri Syariah bersama nasabah dan Laznas BSM Umat ini disambut antusias oleh personel Satgas Karhutla Riau tidak hanya dari Manggala Agni, tapi TNI dan relawan mahasiswa sangat merasa gembira.

Diketahui dari komentar personel Manggala Agni, Doni Wahyudi (38), “ Saya sangat terbantu dengan tim medis yang langsung mendatangi , karena sebagai petugas di lapangan yang langsung bersentuhan dan terpapar asap memiliki resiko yang sangat tinggi terkena ISPA. Kami tidak ada waktu mengunjungi posko kesehatan, karena selalu bertugas untuk memadamkan api.

Ade (satgas Manggala Agni) turut menambahkan,Aksi tim medis #melawanasap Mandiri Syariah dapat segera mengobati keluhan badannya yaitu pusing dan gatal akibat terlalu banyak menghirup asap.

Petugas pemadam kebaran Karhutla sudah dua bulan lebih berada di Rimbo Panjang.

Corporate Secretary Mandiri Syariah, Ahmad Reza mengatakan “Mandiri Syariah sangat prihatin atas kondisi bencana asap yang melanda Riau dan daerah sekitarnya. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar membuat program, Ekspedisi #MelawanAsap Mandiri Syariah.

Mobile klinik ini akan berkeliling untuk membantu warga yang membutuhkan. Selain itu juga  diberikan pembagian Masker N95, mendirikan rumah aman asap dan tidak lupa memberikan asupan makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat Riau.

Ditambahkan oleh  Region Head I Mandiri Syariah, Ahmad Zainal, “Sebagai bentuk komitmen Mandiri Syariah dalam membantu pengurangan resiko bencana dan pemulihan kondisi kesehatan masyarakat Mandiri Syariah menerapkan standar pemberian makanan bergizi pada anak bayi dan balita.”

Manfaat sangat penting turut pula dirasakan oleh salah satu nasabah Mandiri Syariah yaitu Umi, “Alhamdulillah, semoga program-program bantuan untuk umat yang melibatkan nasabah seperti ini akan terus dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri dan menjadi berkah untuk semua.” (sumber : https://www.antaranews.com/berita/1081400/ekspedisi-melawan-asap-beri-layanan-kesehatan-satgas-karhutla-riau)
 

 

Terinspirasi dari Susu, Mahasiswa Ini Ingin Jadi Pengusaha

Laznas BSM Umat – Keinginan seseorang untuk menjadi pribadi yang mandiri terkadang membutuhkan momentum yang tepat atau bisa juga karena kondisi yang membentuk seseorang itu dipaksa untuk mandiri.

Tapi apapun itu sebabnya, bersyukurlah bagi mereka yang bisa cepat mandiri di usia muda. Hal ini yang terjadi pada Muhammad Khoerul Fadhli, salah seorang peraih beasiswa Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZNAS BSM Umat).

Khoerul menuturkan, motivasi dirinya dalam menjalankan usaha di bidang susu karena pengalamannya yang mengikuti apa yang sudah orang lain lakukan dan itu berhasil.

“Karena saya terinspirasi dari kakak tingkat. Beliau menjadi seorang pengusaha (susu) dengan memberdayakan peternak sapi perah di Cangkringan (Sleman). Nah saya terinspirasi untuk itu, selain itu profit usaha susu bisa hampir 100%,” kata Khoerul.

Dia menjelaskan, usaha yang dilakukannya adalah pasteurisasi susu. Pasteurisasi sendiri merupakan proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dan suatu proses untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan. Proses ini diberi nama atas penemunya Louis Pasteur seorang ilmuwan Perancis.

Tertarik dengan pengembangan usaha susu, pemilik usaha Owner of Yogya Milk ini mengungkapkan, dirinya juga tengah membuat karya tulis terkait ukuran ambing (puting) susu terhadap produksi susunya.

“Dari situ sejatinya bisa menyimpulkan bahwa semakin besar ukuran ambing, produksinya semakin banyak. Dan ketika ada event ICONIC di Hannover, Jerman saya coba apply dan alhamdulillah lolos dan dipublikasi serta akan dipresentasikan di 28-29 April 2018 di sana,” ungkapnya.

“Sebelumnya saya juga pernah presentasi terkait pemanfaatan pulau kosong di Indonesia untuk sarana peternakan sapi potong di Ho Chi Minh National University diselenggarakan atas kerja sama negara ASEAN mbaa di Ho Chi Minh, Vietnam,” tambahnya.

Manager Didik Umat LAZNAS BSM Umat Aprilia Eviyanti menambahkan, pihaknya berharap agar anak didik dari LAZNAS BSM Umat bisa terus menggapai cita-citanya, hingga mencapai apa yang dinginkannya.

“Sehingga setelah semuanya dicapai, bisa dilakukan dan dimanfaatkan untuk manfaat umat,” tandasnya.

Respon Aktif #MelawanAsap

BSM Umat – Bencana alam kebakaran hutan Riau dan Kalimantan

Musim kemarau panjang yang terjadi di Indonesia berdampak terjadinya musibah kebakaran hutan. Kabut asap yang terjadi di enam provinsi juga menganggu aktivitas masyarakat.

Banyak kerugian yang terjadi akibat dari musibah ini, diantaranya adalah menurunya tingkat kesehatan masyarakat hingga menganggu perekonomian di daerah yang terdampak. Tidak hanya asap yang dirasakan oleh warga, tetapi juga tanah di daerah tersebut yang sudah mulai tidak produktif untuk ditanami. Karena asupan air dan cahaya matahari yang berkurang.

Efek kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Menurut Sumber BMKG pada selasa (17/9/2019) pukul 12.00wib, sebaran asap sudah semakin meluas mencapai sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan, bahkan warga negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Data tersebut di perkuat dengan data data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (16/9/2019) pukul 16.00 WIB, di Riau ditemukan sebanyak 58 titik panas, Jambi (62), Sumatera Selatan (115), Kalimantan Barat (384), Kalimantan Tengah (513), dan Kalimantan Selatan (178).

Bencana kebakaran hutan dan asap sudah ditetapkan sebagai bencana nasional. Sebagai bentuk kepedulian Sebagai bentuk kepedulian Bank Mandiri Syariah dan Laznas BSM Umat melakukan respon aktif dengan memberikan bantuan expedisi kemanusiaan #melawan asap di kepulauan Riau dan Kalimantan.

Bantuan kemanusiaan untuk #MelawanAsap di Riau dan Kalimantan telah diturunkan sebanyak 2 tim ahli. Pada gelombang pertama tim kemanusian membawa kebutuhan respon aktif yang diperlukan, antara lain: Masker N95, suplemen makanan sehat, multivitamin, peralatan oksigenasi, air Purifier dll.

Respon Aktif #melawanasap Laznas BSM Umat

BSM Umat – Update info 22/9 LAZNAS BSM Umat bersinergi bahu membahu membantu masyarakat yang terdampak polusi asap melalui Ekspedisi #MelawanAsap. Jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak polusi asap melalui ekspedisi tersebut yaitu berupa Rumah Aman Asap dimana masyarakat yang kesulitan mendapatkan sirkulasi udara yang baik dapat memanfaatkan rumah tersebut untuk beristirahat dan menghirup udara yang bebas polusi asap. Selain penyediaan Rumah Aman Asap dilakukan juga pembagian masker, layanan kesehatan, berbagi oksigen, dan penyediaan mobil klinik.

Perjalanan ekspedisi pertama kali LAZNAS BSM Umat melalui Divisi Simpati Umat mengirimkan team sebanyak 2 orang dari Jakarta untuk melakukan assesment dan mensupervisi program.

Selama perjalanan bandara  polusi asap mengganggu jarak pandang mobil team saat menuju ke lokasi yang akan dijadikan lokasi Rumah Aman Asap. Dari luar kaca mobil terlihat masyarakat yang memakai masker penutup hidung saat beraktifitas, tetapi tidak sedikit juga warga yang tidak memakai masker penutup hidung. Entah apa pertimbangan warga yang tidak memakai masker hidung di jalan tersebut.

Efek dari bencana polusi asap tersebut ikut juga dirasakan oleh anak Bapak Sigit yang masih balita umur 2 tahun. Anaknya mulai menderita ISPA akibat dari polusi asap yang tidak kunjung hilang selama 2 minggu ini. Masih banyak warga yang menderita ISPA yang belum terdata.

Alhamdulillah saat ini telah berdiri Rumah aman asap Pekanbaru beralamat di Jl. Sukakarya perum paris ataya blok A.3 (RA Azalia).

Tim laznas kedua datang pada hari minggu (22/9), walaupun sempat terhalang dengan kabut akibat polusi asap, alhamdulillan tim sampai dengan selamat jam 14.00.

Tim kedua melakukan setup untuk layanan kesehatan agar dapat segera membantu warga yang membutuhkan bantuan. Saat ini sudah ada beberapa pasien berobat di rumah aman asap.

Selain memberikan bantuan di Pekanbaru tim laznas BSM Umat juga memberikan bantuan ke Palangkaraya Kalimatan Tengah. Kondisi udara di Palangkaraya sama buruknya dengan yang ada di Pekanbaru.

 

Fokus Diskusi Group (FGD) dan Rapat Evaluasi Program LKMS BWM 2019

BSM Umat – Pada hari jum’at tanggal 20 September 2019 bertempat di Gedung OJK Perkantoran BI Jakarta di ruang Rapat  DBPS telah dilakukan Fokus Diskusi Grup (FGD) dan Evaluasi 2019.

FGD melakukan bahasan dan meminta masukan Peserta yang berasal dari Perbankan Syariah, Laznas BSMU selaku pengelola program, Akademisi Kampus, Konsultan Pinbuk dan perwakilan LKMS BWM Lan Taburo.

Menurut Bapak Syukro selaku Kabag Dewan Pengawasan Bank Syariah, bahwa program LKMS BWM akan dinaikkan dari PK (Program Khusus) menjadi Program Intensif Harian sehingga memiliki kewenangan dalam hal struktur organisasi, anggaran dan memiliki kebijakan yang lebih jelas.

LKMS BWM adalah program peningkatan akselerasi Inklusi Keuangan Syariah berbasis Pondok Pesantren. Untuk tahun 2019 direncanakan OJK RI bekerjasama dengan LAZNAS BSMU menargetkan 100 LKMS BWM berdiri di Seluruh Indonesia. Tercatat, hingga dengan akhir Agustus 2019 ini sudah berdiri 54 LKMS BWM. (admin)

Ekspedisi #MelawanAsap Mandiri Syariah.

BSM Umat – Cerita ekspedisi #MelawanAsap <Part 1>

Riau, 19/09/2019. Bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Pekanbaru Riau dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah menyita banyak perhatian baik dari Pemerintah, pemerhati lingkungan, masyarakat dan juga dari Bank Mandiri Syariah. Dampak bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut mengakibatkan polusi udara berupa asap yang berimbas kepada terganggunya kesehatan pernafasan masyarakat di lokasi kejadian dan juga di wilayah sekitarnya bahkan merambah sampai ke negara tetangga seperti Singapore, Malaysia dan Thailand.

Bank Mandiri Syariah dan LAZNAS BSM Umat bersinergi bahu membahu membantu masyarakat yang terdampak polusi asap melalui Ekspedisi #MelawanAsap Mandiri Syariah. Jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak polusi asap melalui ekspedisi tersebut yaitu berupa Rumah Aman Asap dimana masyarakat yang kesulitan mendapatkan sirkulasi udara yang baik dapat memanfaatkan rumah tersebut untuk beristirahat dan menghirup udara yang bebas polusi asap. Selain penyediaan Rumah Aman Asap dilakukan juga pembagian masker, layanan kesehatan, berbagi oksigen, dan penyediaan mobil klinik.

Perjalanan ekspedisi ini tidak berjalan dengan mudah, LAZNAS BSM Umat melalui Divisi Simpati Umat yang mengirimkan team sebanyak 2 orang dari Jakarta untuk melakukan assesment dan mensupervisi program tersebut tidak mendapatkan izin oleh pihak bandara untuk membawa oksigen portabel yang telah dibawa untuk dimasukkan kedalam bagasi pesawat sehingga harus mengirimkan barang tersebut melalui pesawat kargo, selain itu team terkena delay pemberangkatan kurang lebih selama 20 menit dikarenakan kondisi udara di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Riau tidak kondusif. Perjalanan udara yang memakan waktu terbang selama 1 jam 27 menit akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Pekanbaru Riau meskipun dari kaca jendela pesawat terlihat kabut asap yang mengganggu jarak pandang. Ketika menginjakkan kaki di Bandara Pekanbaru udara tidak sehat terhirup hidung, dengan segera team harus memakai masker yang sudah disiapkan. Setibanya di bandara, kawan dari Bank Mandiri Syariah Area Pekanbaru Bapak Sigit dan Bapak Vranda sudah menunggu kedatangan team LAZNAS BSM Umat, kedua team pun akhirnya bisa bertemu, bercengkrama dan menyusun rencana kegiatan untuk hari pertama di sana. Kedua team pun berjalan bersama menuju mobil yang akan menghantarkan perjalanan aktifitas ekspedisi mereka.

Selama perjalanan darat sekeluarnya dari bandara terlihat polusi asap mengganggu jarak pandang mobil team yang menuju ke lokasi yang akan dijadikan lokasi Rumah Aman Asap. Dari luar kaca mobil terlihat masyarakat yang memakai masker penutup hidung dalam aktifitasnya, namun tidak sedikit juga warga yang tidak memakai masker penutup hidung. Entah apa pertimbangan warga yang tidak memakai masker hidung dijalan tersebut.

Efek dari bencana polusi asap tersebut ikut juga dirasakan oleh anak Bapak Sigit yang masih balita umur 2 tahun. Anaknya mulai menderita ISPA akibat dari polusi asap yang tidak kunjung hilang selama 2 minggu ini. Bapak Sigit ingin mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk mengungsi keluar dari Pekanbaru. Dari cerita Bapak Sigit tidak sedikit juga keluarga dari pegawai Bank Mandiri Syariah di Provinsi Pekanbaru yang telah diungsikan ke wilayah diluar Pekanbaru. Aktifitas sekolah pun harus terhenti.

Kurang lebih 24 menit perjalanan dari bandara ke lokasi program Rumah Aman Asap berhasil dilalui, lokasi tersebut berada di Perumahan Paris Ataya Jl. Sukakarya, Kota Pekanbaru. Lokasi tersebut berada di kawasan masyarakat berpenghasilan rendah. Jalan menuju lokasi pun tidak mulus masih banyak lubang disepanjang jalannya dan juga penataan jalan yang masih kurang rapih. Selesai dari lokasi tersebut team pun beralih ke opsi lokasi lain yang berada di kawasan Pemprov Riau yaitu di Masjid Muslimin, Tanah Datar, Kota Pekanbaru. Didekat masjid tersebut juga banyak pemukiman penduduk. Berbicara dengan salah satu pengurus masjid, masjid tersebut bisa saja dijadikan sebagai lokasi program, namun team masih mempertimbangkannya dikarenakan lokasi Rumah Aman Asap berada di salah satu ruang masjid yang tidak terpakai dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan ibadah jamaah.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 8 malam, diluar masjid pun kondisi udara sudah tidak memungkinkan karena kabut asap mulai terlihat pekat kembali, warga sekitar juga banyak yang hilir mudik memakai masker penutup hidung sehingga team memutuskan untuk menyudahi aktifitas hari ini dan mencari lokasi penginapan sementara untuk malam ini. #bersambung…

Pengumuman Penerima Beasiswa ISDP Universitas Hasanudin Makassar

BSM Umat tidak henti-hentinya membuat terobosan program-program yang mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP) yang telah memasuki Chapter 3 di Universitas Hasanudin, Makassar. Sejak seminar ISDP diadakan pada hari senin (4/9), puluhan peserta dengan antusias datang berbondong-bondong agar mendapatkan motivasi dan pemahaman tentang program-progam Sosiopreneur dari para pembicara.

Sejak selesainya seminar, sejak itulah dibukanya pendaftaran program beasiswa ISDP BSM Umat. Tercatat ratusan mahasiswa mendaftar di website yang telah disediakan oleh BSM Umat. Sampai pada hari penutupan pendaftaran, masih ada beberapa mahasiswa yang mendaftarkan untuk menjadi bagian dari beasiswa ISDP.

Beberapa tahapan harus dilalui para calon penerima beasiswa. Tahap pertama, peserta harus melewati tahapan Walking Interview. Setelah itu selanjutnya para peserta dihadapkan pada Psikotest. Psikotest ini terhitung penting untuk mengetahui psikologi para calon penerima beasiswa dan langkah apa yang kira kira akan mereka tempuh jika mereka menemui beberapa problematika dalam berwirausaha. Dan tahapan terakhir, tahapan yang tak kalah penting, yaitu presentasi bisnis. Para calon penerima beasiswa wajib memaparkan rencana bisnis mereka kepada para penguji-penguji yang kompeten dibidangnya dari BSM Umat.

Akhirnya terpilihlah 20 mahasiswa yang berhak mendapatkan beasiswa ISDP. Bagi anda yang belum mendapatkan beasiswa tersebut, jangan berkecil hati. Masih ada beasiswa lainnya dari BSM Umat dan Selamat bagi yang terpilih menjadi bagian dari ISDP Universitas Hasanudin. (Frhn)
 

Scroll to top