ADA MATERI KEJAHATAN KEUANGAN JAMAN NOW DI HALMI BWM AL MASTHURIYAH

BSM Umat - Kamis Siang (18/07) tim LKMS-BWM Laznas BSMU meluncur ke Kota Sukabumi Jawa Barat untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke BWM Barokah Pesantren AL Masthuriyah Sukabumi. Waktu menunjukkan jam 11.25 Wib tim LKMS-BWM — Saya Islah ditemani mas Rifqi Aulia dengan driver Om Riska—-memacu Kijang Innova meninggalkan Kota Jakarta. Sejenak mampir di Rest Area “Mahal” di Sentul City melaksanakan sholat Dhuhur dan makan siang. Ada sedikit cerita lucu bikin dongkol, ketika di Rest Area Sentul, saya dan mas Rifki memesan 1 porsi makan siang  berupa nasi  dan soto Surabaya dan 1 gelas teh manis, ketika pembayaran dikenai harga Rp. 89.000,-.

Meminjam istilah (alm) mbah Bondan Winarno, harga nasi plus Soto  sebesar itu bukan Mak Nyuss, tapi mak Gubbrrak. Bikin hati dan perasaan tidak ikhlas.

Selesai dari Rest Area kami om Riska memacu mobil dengan harapan sampai dilokasi tepat Jam 14.00 wib. Sambil ngobrol menemani mas Riska nge-driver, mas Rifqi  mengecek Google Maps untuk memastikan pilihan jalur berharap terhindarkan dari kemacetan. Alhamdulillah tepat jam 14.15 wib kami sudah sampai halaman Ponpes Al masthuriyah  Sukabumi dan disambut oleh Ustadz Rilwan. Oh ya sebelumnya tadi selama dalam perjalanan saya sudah meminta mas Rifki untuk berkomunikasi dengan kawan2 LKMS-BWM perihal jadual Halaqoh Mingguan (Halmi) ibu-ibu anggota BWM dimana dan pada jam berapa?

Setelah berkenalan sejenak, saya, mas Rifki dan Ustad Rilwan langsung  menuju lokasi Halmi AL Ikhlas di rumah warga yang berada sekitar 300 meter dibelakang pondok. Alhamdulillah sambutan ibu-ibu Halmi Al Ikhlas sangat antusias, dilokasi halmi sudah ada supervisor BWM mas Muhammad Hamdi yang memberikan materi tentang Mensikapi Model Penipuan Keuangan Era Digital, mengingat saat ini begitu marak penipuan berkedok transaksi maupun pemberitahuan  seseorang mendapatkan hadiah. Informasi keuangan praktis seperti itu penting menurut kami mengingat sudah banyak masyarakat yang diresahkan dan menjadi korban dengan pola penipuan seperti ini.  Pada saat kami diberikan kesempatan untuk melakukan Tanya jawab terkait program Bank Wakaf ---demikian anggota sering menyebutnya--- tentang permintaan untuk kenaikan nominal pinjaman, kemudian juga permintaan jika Halmi jangan setiap pekan, tetapi dua pekan sekali dengan alasan muncul kebosanan.

Menjawab suara dari anggota kami jelaskan bahwa kenaikan plafond pinjaman dapat dilakukan setelah tahap pertama pinjaman dapat selesai. Kenaikan pinjaman ini sama diperlakukan sebagaimana BWM ditempat lain yang sudah berjalan lebih awal. Mengenai kebosanan materi halmi, maka kami meminta kepada pengelola LKMS-BWM Al Masthuroyyah untuk membuat jadwal materi yang matang serta inovatif dan menarik dengan kurikulum yang jelas, serta dalam rentang 3-4 bulan sekali diadakanlah kegiatan halmi akbar untuk me-refresh suasana. Materi pertemuan bisa lomba memasak, bisa kesehatan keluarga maupun persoalan sosial lainnya.

Dihari kedua kami melakukan koordinasi dan evaluasi dengan semua pengelola dan perwakilan pengurus membahas seputar Operasional, kelembagaan dan pelaporan keuangan dari LKMS- BWM Al Masthuriyyah Sukabumi.  Dialog dan share informasi dapat berjalan dengan lancar dan dinamis diselingi dengan cerita cerita yang menarik dari pak Endang selaku sekretaris pengurus yang perhatian dan sigap dalam agenda Monev ini. Pada saat sesi Tanya jawab pun Kawan-kawan pengelola dalam hal ini mas Hamdi, ustadz Rilwan dan teteh  Fatimah Az Zahra begitu antusias dan transparan  dalam menyampaikan agenda maupun persoalan operasional yang dihadapi BWM. Dengan semangat untuk menjalankan program menjadi lebih baik, baik pengelola dan pengurus setuju dan siap untuk melakukan perbaikan-perbaikan operasional LKMS-BWM di Ponpes Al Maasthuriyyah. Tidak ada temuan ataupun kondisi mengarah pada fraud ataupun penyimpangan operasional, semua berjalan masih sesuai dengan panduan program.

Diselingi jam 10.15-11.00  wib melakukan silaturahmi dengan Pimpinan cabang BSM Sukabumi yang disambut ibu Nurhayati selaku asisten pimpinan, tim  LKMS BWM Laznas memiliki kesepakatan dan kesepahaman serta saling mengucapkan terimakasih dalam mensupport perkembangan BWM ke depan di Sukabumi.

Bakda Jumatan, kami meninjau pelaksanaan Pelatihan Wajib Kelompok (PWK) hari ke-5 bagi calon anggota yang akan menerima pinjaman dari LKMS-BWM Barokah Al Masthuriyah. Dilakukanlah ujian atau testing bagi anggota kelompok setelah mengikuti materi PWK  5 hari berturut-turut. Mulai dari pertanyaan tentang maksud dan tujuan kelompok, mengumpulkan kembali titipan uang kertas nominal 2000an untuk dicek nomor serinya, pertanyaan apa itu tanggung renteng, apa itu OJK? Apa itu Laznas, Permintaan penyebutan jenis-jenis akad syariah dalam transaksi? Setelah menyampaikan kata sambutan dan sedikit motivasi maka Tepat jam 13.50 Wib selesai PWK, kami pamit dengan supervisor dan ibu-ibu kelompok untuk kembali ke Jakarta mengakhiri kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ini. (Ishlah)

AddThisBerita: